----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


KAPOLDA JATENG NYATAKAN TAK ADA PENJARAHAN DI PANTURA

        SEMARANG (SiaR, 30/12/98), Di tengah kian brutalnya aksi perampokan dan
aksi pembegalan berbagai kendaraan pengangkut sembako di lintasan perbatasan
Jabar-Jateng di Pantai Utara (Pantura) Pulau Jawa, Kepala Kepolisian Daerah
(Kapolda) Jawa Tengah,  Mayjen (Pol) Nurfauzi justru membantah adanya aksi
penjarahan yang ditengarai menjadi salah satu sebab meningkatnya harga
barang kebutuhan pokok di ibukota saat menjelang lebaran. Bantahan Nurfaizi
ini diungkapkannya pada para waratawan saat meninjau Pos Simpatik Ayu  di
perbatasan Jateng-Jabar Selasa (29/12) kemarin.

        "Berita soal penjarahan itu bohong semua. Itu cuma isu. Jangan-jangan itu
cuma akal-akalan si sopir untuk menjarah barang yang diangkutnya. Saya sudah
cek, tak ada ada laporan pada pos polisi," ucap Nurfauzi dengan nada tinggi.

        Lebih lanjut Nurfauzi mengimbau agar para sopir yang mengangkut sembako tak
perlu takut, apalagi dengan berita yang cuma gosip.

        Bantahan Nurfauzi ini menimbulkan kejengkelan sejumlah warga masyarakat,
sebab sepertinya pihak polisi menyembunyikan fakta yang sebenarnya. Apalagi
bantahan muncul pada saat peristiwa pembegalan terhadap truk-truk pengangkut
barang yang meresahkan masyarakat ini ini diekspos secara besar-besaran di
beberapa media terbitan Jakarta dan daerah.

        Seriusnya aksi pembegalan yang para pelakunya tak segan-segan melukai para
sopir truk angkutan barang ini bisa dilihat daru pernyataan Kepala
Sekretariat Badan Koordinasi Bantuan Pemantapan Stabilitas Nasional
(Bakorstanas) Letjen TNI Fachrul Razi  yang memerintahkan aparat keamanan
agar menembak di tempat para pelakunya.

        "Polisi ini maunya apa sih? Apakah mereka hanya mengandalkan pada laporan
yang masuk? Apa kah mereka tak belajar dari Kerusuhan Mei 1998 lalu di mana
tak ada seorang korban pun yang mau lapor ke polisi. Bukan kah sekarang ini
masyarakat tak percaya lagi pada polisi?  Sudah saatnya polisi langsung
bertindak bukan hanya menunggu laporan baru bereaksi," ujar seorang wartawan
yang kesal dengan gaya Nurfauzi pada SiaR.

        Nurfauzi yang dulu mengepalai Direktorat Reserse Polda Metro Jaya ini
dianggap punya karir gemilang setelah pada 1995 berhasil menangkap dan
menjebloskan 3 warga Aliansi Juranlis Independen ke penjara dengan tuduhan
melakukan penghinaan kepada pejabat negara. Semenjak itu karirnya sepertinya
mencuat, apalagi ia berhasil menangkapi sejumlah aktivis mahasiswa di
wilayahnya. Ia sempat memperoleh jabatan di Mabes Polri sebelum akhirnya
diangkat jadi Kapolda Jateng.

        "Sebagai aparat kepolisian, ia itu produk rejim Soeharto. Barangkali kini
ia tak layak lagi menjabat sebagai Kapolda Jateng. Barangkali Kapolri perlu
segera mencopotnya untuk mengembalikan sebagian citra Polri yang hilang
tertiup angin reformasi," ujar sebuah sumber SiaR.***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 31 Dec 1998 jam 07:27:47 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke