----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


hersri setiawan:


                    tanahair tragedi
               (kepada para sahabat di tanahair)



               setiap kali benturan lalu
               segera segala dibenahi lagi
               biar semua kembali rapi

               reruntuk dan puing puing
               disapu rata dan disiram
               agar truk bermuatan mayat
               bisa lari sekencang bisa

               seperti negeri belantara
               lumpur debu dan arang
               berhamburan serpihan kaca
               kain kain bermandi darah

               seperti bangunan rumah tua
               yang diancam kehancuran waktu
               pilar-pilar menunggu ditopang
               jendela dan pintu belum dipasang

               peristiwa demi peristiwa
               datang pergi silih berganti
               menambah timbunan kisah kisah tua
               hanya pesona bagi pecinta hidup
               gambar demi gambar disiarkan
               kisah demi kisah diceritakan
               kekuasaan seperti buta dan tuli
               kekuasaan seperti musuh kemanusiaan

               orang orang berdiri di pinggiran
               menyusut airmata yang lama kering
               seperti penonton atas nasib sendiri
               tanpa wewenang barang sehelai


               para serdadu dengan karaben di tangan
               menyusut keringat yang tak kunjung kering
               seperti sudah dengan sendiri
               bermain-main atas nasib manusia

               mereka yang berdiri di pinggiran
               habis bicara selain sama sendiri
               ketika datang saatnya sudah
               untuk mengangkat kepala tegak tegak
               untuk menangkap suara sumbang para pembesar
               untuk  mengambil sikap terakhir  dan  berseru:
               tidak!

               maka ketika ada petinggi negri
               mencoba mengais-ngais alasan tua
               membasuh tangan berdarah biang bencana
               jadilah   peringatan   peneguh   kepercayaan:
               kami tahu, di mana tempat berdiri
               kami tahu, ke mana jalan menuju

               wahai para petinggi yang kecut hati
               kami tahu, korban masih terus berjatuhan
               satu saja kami minta pada kalian:
               jangan bikin mereka mati sia-sia!


                              kockengen akhir 1998

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 31 Dec 1998 jam 10:37:00 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke