----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Hari pertama memasuki tahun 1999 ,winter storm
menyambut kami dengan sewenang wenang. Matahari
lenyap dari langit. Salju turun dengan deras. Warna
putih mendominasi langit dan bumi. es membingkai
setiap celah jendela. Selusin cow yang berada di
Barn dibelakang rumah  bergulat memerangi dingin
dengan berdesak desakan diatas jerami. Telaga kecil
milik tetangga sebelah telah membeku menjadi es yang
sangat solid. Para bebek liar yang biasanya berpesta
dalam kolam, kali ini menghindar dan berlindung di Barn
milik kami.Begitu juga para ayam tetangga entah kenapa
lebih sering berkumpul di barn kami dari pada dikandangnya
sendiri. Seperti reuni para binatang, gudang jerami tempat Alan
menaruh peralatan ranch dan traktor pemotong rumput menjadi
sesak dengan terkadang riuh oleh celoteh bebek dan ayam.
Salju bertambah tebal dan tebal. Tiba tiba saya teringat Jesse dan
Jackson.

2 ekor barn cat yang berbulu lebat ini dua bulan yang lalu menghilang
dari kandang. Menurut Al, biasanya mereka bertualang mencari
mouse mengegelandang dari ranch ke ranch yang bertebaran
di country side kota Republik ini. Sebenarnya tiap hari kami selalu
memberikan cat food buat mereka.Stock makanan untuk mereka
menghabiskan 10 dollar sebulan. Tapi Jesse dan Jackson kadang
kadang bosan disuapi manusia terus menerus. Bila inting binatang
mereka muncul ,Jesse kadang menghilang untuk berburu. Sedang
Jackson bertugas menjaga gudang. Seperti telah menanda tangani
kesepakatan untuk setia selalu setia kepada kami. Tidak pernah
mereka berburu bersama sama kecuali dua bulan yang lalu itu.

Alan menamakan mereka Jesse dan Jackson karena selain
keluarga kulit putih ini menyukai tokoh civil right kulit hitam
Jesse Jackson, 2 kucing ini memang nampak tampan dengan
bulu halusnya yang  abu abu kehitaman.Jesse agak kurusan dan
selalu mengeong lirih ketika kami panggil untuk makan.,
dan Jackon nampak lebih kekar dan pendiam. Mereka berdua
begitu akur ketika makan bersama dipiring kaleng yang kami
taruh di depan pintu halaman belakang.

3 Minggu yang lalu Jesse pulang setelah menghilang sebulan
lebih. Tubuhnya nampak begitu kurus, bulu tebalnya menipis,
tulang punggungnya samar samar kelihatan.Dia begitu kelaparan.
Perburuannya mungkin gagal, dia mungkin tersasar entah masuk
kehutan dan ladang asing yang tidak pernah dijelajahinya.

Dia mengeong perlahan. Beef liver makanan kesukaannya
cuma disentuh sedikit. Matanya sayu dan tubuhnya lemah.
Kami semua jatuh kasihan dan membiarkan Jesse untuk
bermain dalam ruang tamu. Bahkan doggy anjing pudel
yang biasanya memburu dan mengejar Jesse sampai barn
belakang, kali ini juga nampak begitu toleran. dia biarkan
Jesse berbaring  lemah di dekat meja dapur. Dan Jesse
pun nampak sudah tidak perduli dengan segala anjing.
Dia cuma ingin beristirahat dan berhangat hangat.

Seminggu setelah itu Jesse meninggal. Al memergoki
mayatnya dekat garasi. Keluarga Al berkabung, saya juga.
Untuk pertama kali dalam hidup saya mengerti perasaan
binatang dan merasa begitu kehilangan.

Jackson tidak pernah kembali. Makanan mereka kini
kami berikan pada para bebek liar yang kini menjadi
penghuni barn menggantikan Jesse dan Jackson.
Memang cukup terhibur melihat mereka ber kwek
dan berlari menghampiri kami setiap kali kami teriakan
"kwek !" tanda makanan telah tersedia .Tapi tidak ada
yang bisa menggantikan Jesse selain Jesse.Dan Jackson
selain dengan Jackson.

Keluarga Alan adalah keluarga penuh cinta. Baik
terhadap manusia atau dengan binatang. Warna kulit
tidak berpengaruh dimata mereka, begitu juga agama.
Dari mereka saya belajar banyak mengenai cara memberi
respek terhadap setiap mahluk bernyawa, Dorris misalnya
setiap winter tiba selalu membeli biji bijian dari pet store
untuk persediaan makanan burung burung liar yang bakalan
kelaparan ketika mereka semua pohon telah membeku dan
dan semua permukaan tanah telah dilapisi es tebal.

Tahun telah berganti. 50.000 manusia rata rata mati setiap
hari. Ada tokoh terkenal ada maling dan pencuri. Ada yang
kita benci dan ada yang kita sayangi. Tahun lalu saya
kehilangan Om dan beberapa teman. Beberapa tahun sebelum
nya bapak saya juga pergi, sebelum itu ibu saya juga berlalu
meninggali kehidupan.

Sambil memandangi puluhan burung yang sibuk mematuk
matuk makanan yang ditebari Doriss diatas salju, saya
teringat Jesse dan Jackson dan orang orang yang saya
kasihi. Mereka telah tiada dan suatu saat giliran saya akan tiba.

Melihat hidup dari perspektif kematian Jesse.
Saya merasa hidup ini sebenarnya sederhana sekali.

Dalam peradaban yang bising ini,perjuangan mencari
kesenangan dan kepuasan hidup bukan main melelahkan.

Ada manusia yang sukses hidup tapi mati dalam kesepian.
Ada yang kaya dan terhormat tapi mati tanpa pernah
menemukan hangatnya kasih sayang manusia.

Suatu saat saya akan pergi.
Saya mungkin tidak akan pernah menjadi sukses
dan kaya raya. Saya mungkin tidak akan menjadi
pejabat dan di hormati sekian juta manusia.

Tapi bila saya tetap gagal meraih semua mimpi
Tuhan , biarkan saya mati diantara cinta...



Hasan Basri

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 2 Jan 1999 jam 00:46:29 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke