----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------
Subj: Re: KALAU SUHARTO DITUNTUT PORTUGAL SOAL TIMTIM: KAPUT!
Date: 1/1/99 1:51:47 PM Eastern Standard Time
From: [EMAIL PROTECTED] (Msiahaan)
To: [EMAIL PROTECTED]
siapa duluan yang bikin crime against humanity?portugal dengan
colonializationnya atau soeharto yang memerintah degan tangan besi tapi negara
maju terus.
sekarang apa yang bisa dibanggakan, dalam era reformasi ini banyak yang
ngomong
doang nggak ada proven success record.
Timtim is the pride of indonesia we wont let it given away, fight till the
end.
fuck united nation
----------------------- Headers --------------------------------
Return-Path: <[EMAIL PROTECTED]>
Received: from rly-ya03.mx.aol.com (rly-ya03.mail.aol.com [172.18.144.195])
by air-ya02.mx.aol.com (v55.5) with SMTP; Fri, 01 Jan 1999 13:51:46 -0500
Received: from ngeout01.news.aol.com (ngeout01.news.aol.com [152.163.176.244])
by rly-ya03.mx.aol.com (8.8.8/8.8.5/AOL-4.0.0)
with SMTP id NAA05180 for <[EMAIL PROTECTED]>;
Fri, 1 Jan 1999 13:51:45 -0500 (EST)
Received: from ladder01.news.aol.com (ladder01.news-fddi.aol.com
[172.16.30.168]) by ngeout01.news.aol.com (8.6.12/8.6.12) with ESMTP id
NAA24847 for <[EMAIL PROTECTED]>; Fri, 1 Jan 1999 13:51:31 -0500
Date: 1 Jan 1999 18:51:24 GMT
Newsgroups: alt.culture.indonesia
To: [EMAIL PROTECTED]
Organization: AOL http://www.aol.com
References: <[EMAIL PROTECTED]>
From: [EMAIL PROTECTED] (Msiahaan)
Subject: Re: KALAU SUHARTO DITUNTUT PORTUGAL SOAL TIMTIM: KAPUT!
Message-ID: <[EMAIL PROTECTED]>
Sdr Siahaan,
Saya tak menyangsikan kepatriotan anda. Tapi sdr ini anak muda, belum men-
dalami politik internasional, khususnya PBB yang sdr kutuk dengan kata kata
kotor "fuck" dan beritikad memperjuangkan nama baik bangsa Indonesia.
Anda sebagai anak muda mempunyai "attitude problem", belajarlah menghor-
mati hukum internasional.
Saya juga dulu turut memperjuangkan integrasi Timtim di PBB, karena Raja
Consalves, Ketua Apodeti, Mario Carrascalao (UDT). Jose Martin (Kota-
Trabalhista) datang ke PBB minta tolong saya untuk diperkenalkan kepada
pers dunia, berulang ulang.
Saya anggap mereka mewakili mayoritas rakyat Timtim yang waktu itu menjadi
korban Fretilin yang bersenjata lengkap mewarisinya dari Portugal.
Saya setuju perjuangan ini dipertahankan.
Namun serangkaian peristiwa yang sangat merugikan Indonesia telah terjadi
di Timtim, terutama penghilangan penghilangan rakyat yang tidak mendukung
integrasi, pembunuhan pembunuhan masal yang menuntut kemerdekaan yang
tidak berhenti sampai di pembantaian massal Santa Cruz, beralan terus sampai
detik ini.
Indonesia berada di pihak yang salah menurut hukum internasional dan PBB!
Saya tidak bisa menutup mata lagi. Ditambah pula dengan larinya Raja Con-
calves ke Portugal karena keselamatan nyawanya terancam setelah ia mele-
dak menuntut referendum di Burgschleining, maka hatinurani memaksa meru-
bah pendirian, dari mendukung integrasi tok juga mendukung referendum.
Saya mendukung integrasi, juga mendukung referendum, keputusannya harus
diserahkan kepada rakyat Timtim sendiri, apakah sekarang - lebih baik - atau-
kah sepuluh tahun setelah menerima otonomi luas seperti yang disetujui Xana-
na.
Kita sudah terlalu banyak mengorbankan harta dan nyawa (puluhan ribu ser-
dadu kita mati konyol mulai dari invasi 7 Desember 1975 sampai detik ini),
nama baik bangsa, kita menjadi bangsa invader wilayah orang lain, melaku-
kan penculikan, pembantaian massal di Timtim dan mempertaruhkan pres-
tise bangsa dan negara, namun tetap dapat stigma sebagai bangsa invader
(penyerbu wilayah orang lain) sedangkan bangsa negara kita sedang prihatin
dilanda krisis ekonomi, sosial, politik.
Kita sudah hancur hancuran membela politik invasi Timtim dan tibalah waktu-
nya kita memberikan prioritas kepada reformasi ekonosospol dalam negeri.
Timtim terbukti sudah menjadi rongrongan yang tidak sesuai dengan nilai-
nya, apalagi kita sudah dikutuk seluruh dunia dan menyerahkan masalah
Timtim kepada PBB dengan syarat, PBB harus bertanggung jawab kalau
sampai kita mendapat gangguan keamanan seperti yang dikawatirkan se-
mula.
Saya sudah kenyang belajar dari kepahitan, kegetiran hidup selama 70
tahun belakangan ini. Yang kita banggakan, penaklukan Timtim benar
benar "not worth" pengorbanan lebih jauh, nama baik Indonesia harus
dipulihkan dengan melenyapkan stigma Timtim karena stigma dalam negeri
sendiri sudah amat sangat dahsyat, belum tentu bisa kita atasi pada waktu-
nya.
Tidak ayal lagi Portugal berdosa menjajah Timtim selama hampir 400 tahun,
namun kolonialisme adalah legitimate menurut hukum internasional terma-
suk PBB karena kekuasaan Barat waktu itu sehingga tidak bisa disamakan
dengan invasi kita yang justru illegal menurut PBB dan hukum internasional.
H.S. Supangkat
New York.
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 1 Jan 1999 jam 21:23:36 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++