----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

From: h1irawan
January 01, 1999

Mengapa hanya Soeharto sendiri yang diadili

Tidak habis pikir kenapa hanya Soeharto sendiri yang harus diadili

Soeharto boleh jadi penjahat besar.  Dia bukan hanya bersalah membunuh
rakyat yang tak berdosa, membodohi rakyat selama hampir 30 tahun lamanya dan
juga menguras kekayaan alam Indonesia untuk kepentingan anak-anaknya dan
juga para sahabatnya yang sekarang ini berbalik hendak menjatuhkannya.  Toh
semuanya itu tidak dilakukan dengan sendiri.  Perbuatannya ini didukung oleh
pejabat pemerintah.

Apakah Indonesia bisa bebas dari korupsi dengan menghukum Soeharto?  Kaki
tangannya Soeharto, seperti Habibie dan cs masih menduduki jabatan
dipemerintahan.  Logikanya dimana - mereka juga korupsi sekarang harus
memberantas korupsi?  Dengan kekuasaan ditangan mereka dengan mudah mereka
dapat  mencari kambing hitam untuk dikorbankan.  Toh rakyat maunya ada yang
dihukum tidak perlu itu benar apa tidak.  Lihat kasus penembakan di
trisakti, sampai sekarang pun masih belum tahu siapa yang menembak polisi
apa ABRI.  Dibikin bingungkan.  Itu karena mereka mempergunakan kekuasaannya
untuk merekaya segalanya.

Lihat lagi ceritanya Edi Tansil, tokoh satu ini terkenal sekali sebagai raja
korupsi di Indonesia.  Tapi apakah benar itu semua salah dia.  Tidak juga.
Toh banyak sekali pejabat yang tersangkut paut.  Perusahaan milik Edi Tansil
sudah banyak di sita oleh KKN nya Soeharto.  Contohnya: Golden Truly sudah
diambil alih dan pabrik kimianya juga diambil oleh orang Cendana dan masih
banyak yang lainnya.  Apakah dengan tertangkapnya Edi Tansil, uang
korupsinya bisa kembali?  Uang itu sudah di kantung pejabat Indonesia dan
Edi Tansil adalah kambing yang di kurbankan.  Apabila Edi Tansil tertangkap
kembali, apakah dia akan menerima keadilan di Indonesia?  Masih bagus kalau
dia masih hidup atau bisa hidup dalam menjalankan pemeriksaannya.  Yang kita
harapkan mudah-mudahan dia berani menceritakan yang sebenarnya bukan cerita
yang dibuat oleh pemerintah Indonesia?

Kita sudah bertahun-tahun di permainkan dan dibodohi oleh pemerintah
Indonesia yang hanya memikirkan kantung pribadinya masing-masing.  Perbedaan
agama, suku dan golongan yang ada di Indonesia telah digunakan oleh
pemerintah untuk menanamkan kecurigaan dan kebencian terhadap satu dengan
yang lainnya.  Coba lihat golongan Tionghoa: mereka tidak saja dijadikan
kambing hitam pemerintah tetapi rakyat pun turut ambil bagian untuk memeras
dan menakuti mereka dengan dikeluarkannya perundangan pemerintah yang
mengatur diskriminasi kelompok ini.  Program mereka yang menggambarkan
keturunan Tionghoa sebagai korupsi dan tidak nasionalis berhasil karena
rakyat Indonesiapun tidak bisa berpikir kritis.  Dengan adanya kelompok ini,
pemerintah Indonesia dapat mengalihkan kesalahan mereka.

Selama 30 tahun lebih dibawah belenggu pemerintahan, rakyat Indonesia
mungkin kebal akan kebenaran karena kita tidak dibiasakan dengan sifat itu.
Kita juga tidak biasa untuk melihat atau mencari sumber masalah tanpa
menyalahkan atau menuding kelompok tertentu didalam masyarakat yang
bertanggung jawab.  Bagaimana sikap pemerintah Indonesia yang sebenarnya.
Mereka tidak prihatin terhadap rakyatnya.  Apakah ada pejabat yang
memperjuangkan hak rakyat dengan tulus hati?  Apakah ada yang memperjuangkan
nasib mahasiswa yang hilang yang belum diketemukan sampai sekarang ini?
Bagaimana dengan nasib para minoritas seperti di Irian, Timor Timur dan
Tionghoa yang ditindas terus-menerus.  Kalau memang pemerintahan Habibie
menjalani reformasi dengan serius,  mereka sudah bisa menyelesaikan
masalah-masalah tersebut di atas tanpa diminta.  Dan juga mereka akan
membuat undang-undang baru untuk melengkapi UUD 1945.

Sebentar lagi kita akan menjalani pemilihan umum.  Apakah kita sudah siap?
Bisakah pemilihan umum nanti benar-benar jujur dan adil?  Apakah kita sudah
mempunyai tokoh atau partai yang pantas menggantikan Golkar dan akan
memimpin bangsa Indonesia lebih baik daripada Habibie?   Apakah kita tidak
takut akan adanya korupsi yang lebih besar yang akan dilakukan oleh
pemerintahan yang baru.  Coba tengok para tokoh kita seperti Megawati, Gus
Dur, dan Amien Rais cuma berebutan asal populer saja.  Apakah mereka pernah
mengeluarkan pernyataan yang mengecam tindakan pemerintah yang telah
membunuh ratusan atau ribuan orang di Aceh, Irian dan Timor Timur dan yang
terakhir dengan kerusuhan di Jakarta yang membakar dan memperkosa perempuan
keturunan Tionghoa.   Adakah pemimpin yang menyatakan dirinya bangsa
Indonesia tanpa membawa-bawa agama atau suku untuk menarik perhatian rakyat?

Pergantian Soeharto tidak akan menjamin bersihnya pemerintahan Indonesia
dari Korupsi, KKN dan Nepotisme tanpa memulai dengan pembersihan seluruh
kuroptor di pemerintahan.   Sekarang ini yang pemerintah Habibie lakukan
adalah mengumpulkan kambing hitam di masyarakat tanpa adanya niat untuk
memeriksa didalam pemerintahannya sendiri.  Kita lupa bahwa Habibie tak akan
melakukan itu karena pemerintah sekarang adalah keturunan Soeharto.  Korupsi
adalah penyakit menular yang sangat berbahaya.  Sudah waktunya Indonesia
membuat undang-undang anti kuropsi dan ini harus dilakukan oleh pemerintahan
yang baru bersih daripada keturunan Soeharto.  Dengan itu mudah-mudahan
Indonesia bisa belajar dari pengalamannya dan tak akan mengulangi kesalahan
yang sama.  Dan juga mudah-mudahan Indonesia masih sempat untuk
menyelematkan kekayaan alamnya yang telah dipergunakan dengan tidak
bijaksana dalam masa pemerintahan Order Baru.

Selamat berjuang,
qwil

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 2 Jan 1999 jam 12:45:55 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke