---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- From: Ali Baba Gus Dur atau nama panjangnya Abdulrachman Wahid, adalah seorang tokoh yang cukup populer di Indonesia dari segala manuver-manuver politiknya, ini memang harus diakui bahwa Gus Dur adalah seorang politikus yang sedang naik daun. Dari manuver-manuver politik Gus Dur hampir seluruhnya adalah kontrovesial dan tidak pernah masuk dalam akal sehat (Tidak bisa diterima oleh akal sehat), sebagai bahan ulasan para pembaca, pada saat kejadian peristiwa Tanjung Periok, beliau berseberangan dengan umat islam, Assalamualaikum diganti dengan Selamat Pagi, dekat dengan ibu Mega dan pada saat detik-detik pemilu, meninggalkan ibu. Mega kemudian dekati ketek nyonya Tutut, dan masih banyak kontrovesial lainnya. Kontrovesial dan manuver-manuver dari Gus Dus ini nampaknya lebih-lebih setelah kepala beliau dioperasi, hal ini semakin menjadi jadi bingung penulis untuk mengikuti, atau mungkin karena penulis segala sesuatu dengan akal sehat. Pada saat Suharto dituntut oleh seluruh bangsa Indonesia, beliau membela dan mengunjungi dan mengatakan harus dilakukan Dialog Nasional 4 orang salah satunya adalah beliau dengan mengatas namakan mewakili rakyat. Saya mau tanya tuan Gus Dur, tuan itu mewakili rakyat mana ? dan sekarang anda mencela ICMI, Muhammadyah, Amien Rais, Adi Sasono dan lain sebagainya dan terakhir ingin menjadi guru bangsa. Sebagai seorang manusia yang masih mempunyai akal sehat, saya menyarankan kepada rekan-rekan tuan Gus Dur adalah sebagai berikut : 1. Beritahukanlah kepada tuan Gus Dur dengan cara anda, bahwa isi kepala beliau sudah pernah diservice, sehingga kemungkinan masih harus dilakukan service kembali. 2. Bacakanlah berita-berita yang terjadi, jangan ceritakan dogeng-dogeng, karena beliau sendiri seperti diketahui, tidak bisa membaca. 3. Memohon kepada para wartawan untuk tidak meliput lagi segala aktivitas tuan Gus Dur, karena kasihan beliau menjadi bahan tertawaan orang waras. 4. Ajarilah cara tata sopan santun dan cara mendekati diri kepada Allah SWT, karena waras ataupun tidak orang tersebut dapat dekat kepada Allah SWT. 5. Minta maaf lah kepada orang lain atas nama tuan Gus Dur, atas kelakuannya. 6. Beritahukanlah seperti kita memberitahukan kepada anak kita, bahwa untuk menjadi guru bangsa itu ada kreteria-kreteria tertentu dan beliau belum dapat memenuhi kreteria tersebut. Hanya itu penulis sarankan tuan Gus, semoga operasi isi kepala anda dikemudian hari bisa lebih berhasil. Wassalam, ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 4 Jan 1999 jam 04:10:36 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
