----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------

From: Kadir Jaelani

Akhir-akhir,saya agak bosan dan jengkel melihat posting-posting di apakabar.
Kenapa orang-orang dalam memeluk agamanya yang merupakan salah satu
perwujudan HAM kok dipermasalahkan?
Saya menganggap orang-orang yang sok suci dan merasa paling benar dalam
menjalankan agamanya kenapa mesti di tonjol-tonjolkan?
Apakah takut Allah SWT tidak tahu dan mesti diberita tahu? dengan cara
mengirim posting-posting di apakabar,biar baik yang manusia maupun Allah
bisa tahu?dengan membaca di apakabar maupun di news-news yang
lain?Apakah dengan menegur orang lain yang sepaham tapi tidak mau
menghujat dan menghina agama lain itu merupakan cara yang dibenarkan oleh
Allah SWT?

Saya beranggapan bahwa orang-orang yang tanggung-tanggung dalam
pemahaman agama lah yang bisa melakukan hal-hal seperti di atas,dengan
memperdebatkan ajaran-ajaranNya,memakai ayat-ayat suci yang kalau
diartikan sepotong-sepotong akan menimbulkan penafsiran yang lain untuk
membenarkan argumennya,sehingga seakan-akan Tuhan itu bodoh dan goblok
dengan memberi manusia banyak macam agama di dunia yang bisa satu sama
lain di adu dan saling merasa benar.

Padahal hal yang paling essential dalam masalah ini adalah kegoblokan
dan kebodohan manusia,karena merasa paling benar,seperti katak dalam
tempurung(jago kandang),lihatlah pandangan seorang muslim seperti
saudara proletar di luar negeri yang lebih berpandangan luas dalam
melihat akan ciptaanNya, melihat ke Agungan Tuhan dalam memelihara
manusia,dengan didasari rasa welas-asih,saling menghargai kepercayaan
masing-masing.

Apa yang manusia bisa tahu akan rencana Yang Maha Kuasa terhadap
manusia?Kok bisa-bisanya mereka berlaku seakan-akan seperti mewakili
Tuhan dalam menyalahkan dan membenarkan terhadap perbuatan manusia.
Saya beranggapan memeluk agama adalah suatu perbuatan manusia yang mulia
dan  masih mau mengakui akan adanya TUHAN YANG MAHA ESA,jadi jangan
dipertentangkan.

Dengan adanya agama manusia tidak bisa berbuat semaunya sendiri,baik
menghujat agama lain,maupun mencela akan ajaran-ajaran agama lain dengan
perbandingan-perbandingan agama yang satu dengan agama yang
lain.(perbuatan yang membodohkan Tuhan)
Agama adalah wadah untuk  melakukan hubungan yang sakral antara manusia
dengan Tuhannya,jadi kita nggak usah mesti diwujudkan dalam perbuatan
yang harus diperlihatkan kepada manusia,karena yang menilai bukan
manusia,tapi Allah SWT,Allah SWT tidak buta Dia melihat apa-apa yang
telah kita perbuat,seringkali manusia melakukan perbuatan munafik takut
Allah SWT tidak melihat jadi perlu ditunjukkan kepada manusia.
Contoh: kenapa setiap orang yang pergi berhaji mesti mereka mengumumkan
bahwa mereka akan dan telah berhaji malahan ada yang sampai beberapa
kali,padahal banyak dari saudara kita yang belum bisa menunaikan rukun
Islam ke 5,kenapa mereka tidak memberikan kepada saudara-saudaranya yang
belum punya kesempatan?Apakah perbuatan yang mulia itu bukan merupakan
juga suatu amal dalam menjalankan ibadah?

Apalagi pada waktu yang lampau sebelum krisis,kuota haji dibatasi,mereka
saling berebut untuk naik haji berkali-kali,tanpa mengingat saudara yang
lain,mereka merasa bangga bisa naik haji berkali-kali.
Jadi daripada mereka menunaikan rukun Islam ke 5,di mana manusia merasa
kecil sekali di hadapan Allah SWT di antara jutaan orang yang juga
melakukan hal yang sama dari seluruh dunia,saya melihat naik haji hanya
menjadi lambang prestise saja,pulang haji mereka disambut sebagai orang
yang lebih mulia dibandingkan orang lain yang belum bisa naik
haji,padahal naik haji itu adalah merupakan suatu karunia lebih yang
diberikan Allah SWT kepada manusia untuk bisa menunaikan rukun Islam ke
5,tanpa gelar hajipun sebetulnya nggak apa-apa,tapi rasanya kok kurang
afdol dipanggil oleh manusia yang lain tanpa gelar haji.
Inilah salah satu bentuk kemunafikkan manusia di hadapan Allah
SWT,mereka seakan-akan menjual nama Allah SWT dihadapan manusia lain.

Padahal menunaikan rukun Islam ke 5 merupakan salah satu perintah Allah
kepada umat Islam untuk di amalkan dan dilaksanakan tanpa perlu
dipublikasikan maupun dipakai untuk kebanggaan,karena Allah lah yang
menilai bukan manusia.
Lebih baik posting di apakabar difokuskan untuk berita lain yang lebih
berguna baik politik maupun posting yang lain tanpa mengurangi bobot
dari isi berita di apakabar,saya merasakan posting yang berbau SARA
silakan dikirim dan dikelompokkan  di site-site yang lain.
Untuk umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa,selamat
berpuasa,semoga Allah SWT selalu membimbing anda menghindari dari segala
cobaan selama berpuasa.
Saya berharap untuk umat kristiani supaya bersabar dalam menanggapi
posting-posting yang menyudutkan agama anda,tidak semua umat Islam
berpandangan sama dalam menilai agama yang lain di Indonesia ini.
Dari dulu saya sudah berprinsip: Jangan campurkan adukan agama dengan
politik,
1.Politik itu kotor.
2.Mementingkan duniawi.
3.Menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya,bila perlu pakai
alasan SARA supaya lebih mengena dan menggigit
4.Sedangkan agama sangat suci.
5.Welas-asih.
6.Selalu mendahulukan Tuhan dan  harkat manusia.
7.Mementingkan rohani.
Sangat kontradiktif.
Beberapa hari yang lalu,saya membaca berita yang lucu di Indo-news
tanggal 28-12-98
dengan judul ganti lambang negara kita.Salah satu usulnya adalah ganti
semboyan Bhinneka Tunggal Ika dengan Bhinneka Tunggal Islam.Sila ke 3
isinya: Perpecahan Indonesia.
Masya Allah apa jadinya Indonesia ini?
Wassalam.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 5 Jan 1999 jam 09:05:51 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke