----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

KOLOM SUPANGKAT:

        `                       MUTASI ABRI PERKUAT DWIFUNGSI ABRI & STATUSKUO

Mutasi ABRI yang telah menimbulkan kecurigaan di berbagai pihak terutama ten-
tunya di pihak para pendukung yang dimutasikan, memang merupakan tindakan
rutin. Namun jangan dilupakan bahwa timingnya mencurigakan karena :
1. Banyak yang dicurigai masih pengikut Suharto dan Prabowo dalam eselon
        PATI ABRI yang sudah menjadi rahsia umum.
2       Citra ABRI akibat pembantaian masal 13 Mei yang disusul dengan Semanggi
        justru sesudah lengsernya Suharto membuat citra ABRI sebagai pelindung
        rakyat terpuruk ambruk dan tindakan yang diambil berlangkah siput, Prabowo
        dkk yang sudah menjadi rahsia umum sebagai dalang intelektualnya tidak
        bisa dituntut. Ia hanya diperiksa dan dipensiunkan, lalu tidak dicekal dan
        berhasil "Umroh" ke Mekkah dan ke.............Jordania.
3.   Hanya Wiranto sendirilah yang mengetahui benar motif dan timing mutasi
        itu karena dia yang mengeluarkan perrintah perintah di mana pelaksanaan-
        nya mandeg seperti dalam kasus pembantaian NU di Jatim, dll. yang sudah
        menjadi rahsia umum pula. Walaupun tidak pernah ada pembangkangan
        menyolok selama ini, karena pembangkangannya dilakukan dengan cara
        yang tidak membangkang.

Yang jelas sekali bagi kita sebagai pengamat dari luar adalah bahwa mutasi me-
rupakan tindakan konsolidasi yang menguatkan kepemimpinan Wiranto, upaya
memulihkan citra buruk ABRI, dan memperkuat barisan Dwifungsi ABRI menje-
lang pemilu bulan Juni.

Reformasi tanpa ABRI adalah mustahil walaupun serbasalah bagi kita: di
ikutser-
takan salah karena taktik dan strateginya berdasarkan disiplin militer tidak
me-
mungkin bagi kita untuk bekerjasama secara politik seperti yang telah terjadi
di Filipina dengan People Powernya. Kekuatan militer Marcos kalah kemudian
mundur teratur sekali pukul, namun di Indonesia kekalahan kekuatan militer
pro-Suharto tidak mau mundur teratur, Hanya Prabowo yang berhasil disingkir-
kan sedangkan para pengikutnya dan pengikut Suharto tidak dijaman samase-
kali, termasuk KASAD Subagio karena solidaritas semangat "Sapta Marga" di-
pegang teguh. Wiranto lebih menenggang anak buahnya apakah dia itu Prabowo,
Subagio ataukah nama nama lainnya, dia tidak mau menghukum para PATI
yang sudah menjadi "bad boys".
Untuk melepaskan Pressure masyarakat umumnya dan mahasiswa khususnya
ia terpaksa mempensiunkan Prabowo "tok".

Dwifungsi ABRI yang telah "diberkahi" oleh Gus Dur untuk 6 tahun lagi merupa-
kan dorongan moral yang kuat bagi Wiranto dkk. sehingga mereka bisa mengha-
rapkan akan survive dalam dua pemilu lagi karena pemilu Juni 1999 ini mau
tidak
mau masih merupakan pemilu statuskuo di mana para wakilnya di DPR, MPR
akan tetap merajalela berkuasa untuk melanggengkan Dwifungsinya mungkin
untuk selama lamanya.

Di samping itu RUU Pemilu tetap melindungi Golkar dan menggencet parpol par-
pol baru yang tidak boleh ikut serta kalau "tidak memenuhi syarat", suatu hal
yang kontras sekali dengan UU Pemilu 1955 di mana semua parpol boleh
turut serta dan hasil pemungutan suaranya boleh dipersatukan dengan koalisi,
aliansi.

H.S. Hidayat Supangkat
New York.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 6 Jan 1999 jam 12:11:50 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke