---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk RAPBN 1999/2000 CERMINKAN KEMENANGAN ADI SASONO JAKARTA (SiaR, 6/1/99) Menteri Koperasi/Pengusaha Kecil dan Menengah, Adi Sasono akhirnya berhasil mendesakkan gagasannya soal Ekonomi Kerakyatan dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 1999/2000. RAPBN kali ini memang mengalami penurunan dibanding tahun lalu, yakni dari Rp 263 trilyun menjadi Rp 218 triliun, namun di beberapa sektor yang berbau politis, seperti pengeluaran untuk gaji dan kesejahteraan pegawai negeri dan ABRI naik (29%). Begitu pula anggaran untuk belanja rutin daerah yang naik sebesar 38,7%. Kenaikan anggaran untuk gaji pegawai negeri dan ABRI ini memang memiliki maksud yang berbau politis, karena menjelang pemilihan umum Juni mendatang, pegawai negeri yang jumlahnya hampir lima juta orang dan keluarga anggota ABRI yang jumlahnya mencapai hampir dua juta masih bisa loyal kepada Golkar. Begitu pun kenaikan anggaran belanja daerah yang naik hingga 38,7% menimbulkan kecurigaan bahwa pemerintah akan memainkan anggaran ini untuk daerah agar bisa "membeli" suara untuk Golkar. Kendati begitu, Adi Sasono nampaknya berperan besar dalam penyusunan RAPBN ini mengingat sebagian besar anggaran pembangunan akan diarahkan untuk proyek-proyek kecil yang akan diberikan untuk para pengusaha kecil. "Jadi konglomerat tak akan dapat bagian," ujar Menteri Koordinator, Keuangan dan Industri, Ginandjar Kartasamita. Anggaran pembangunan kali ini dianggarkan sebesar Rp 83 trilyun dan dana pembangunan ini menurut sumber-sumber di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) akan ditangani oleh kontraktor-kontraktor kecil yang tergabung dalam koperasi. "RAPBN tahun ini adalah RAPBN-nya Adi Sasono," ujar sumber di Bappenas. Para pengusaha besar memang harus gigit jari, karena tak akan bisa memperoleh bagian sekecil apapun dari proyek pembangunan sebesar Rp 83 trilyun ini. Dana sebenar itu bisa saja disalahgunakan untuk merebut simpati politik bagi rakyat kebanyakan, karena sifatnya memang populis. Itu pula yang dulu dikuatirkan para ekonom, bahwa pemerintah akan menggunakan stretaegi pembiayaan lewat APBN 1999/2000 untuk menarik simpati rakyat. Jumlah Rp 83 trilyun untuk pembangunan yang proyeknya dibagi-bagikan kepada pengusaha-pengusaha kecil yang mungkin tak mampu mengerjakan proyek-proyek itu, memang jumlah yang terlalu besar. Jika akhirnya dana ini mubazir dan tak menghasilkan proyek yang bermutu, maka pengeluaran dana sebesar itu hanya sia-sia belaka, karena lebih baik dana itu dialokasikan untuk perusahaan-perusahaan yang berorientasi ekspor, ketimbang untuk merebut simpati rakyat mempertahankan status quo.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 6 Jan 1999 jam 12:15:16 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
