---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Ya akhirnya sayapun melanggar resolusi sendiri. Kolom yang lalu, saya kembali menjadi setan. memaki dan mencaci seperti preman pasar. Sebenarnya saya sudah berusaha keras untuk nampak sopan dan santun. Tapi bagaimana dong? Jika saya terus menerus berlagak humanis,saya malah akan menjadi nampak naif. Selama ini saya terus menerus berusaha jujur terhadap semua tulisan saya. Saya lakukan ini agar saya lebih nampak sebagai manusia, jadi tidak ada yang akan menyangka bahwa kolom-proletar itu ditulis oleh seorang malaikat atau manusia suci yang mempunyai cincin Halo mengambang diatas kepalanya. Bagaimanapun saya akan terus menerus untuk belajar menahan emosi. Kadang malu juga bila membaca respon yang saya balas dari email beberapa pembaca yang mengirim pertanyaan : Dear Hasan Basri Saya merasa mendapat sahabat baru dengan semua tulisan anda yang indah itu. Selama ini saya punya pemikiran yang sama tentang Tuhan dan agama dengan anda. Saya ingin jadi sahabat anda. wong aceh Respon : Hai sahabat baru, jelas mempunyai teman satu pemikiran adalah kenikmatan yang tidak akan sia siakan. Mari kita menjadi teman. Hasan Basri ( Lihat betapa saya berlagak wise dan penuh wisdom) Suatu kontradiksi dengan respon seorang pembaca yang mengirim email ini: Hei Hasan Basri, Anjing lu..! from Hasan Basri heater Respon: Elu Juga anjing ! Ini menandakan bahwa kepribadian saya tidak utuh dan mapan. Tapi barangkali ini memang sifat sifat manusia. Semua orang selalu punya karakter ganda. Ini mungkin cuma sekedar pembelaan.Karena saya selalu merasa objek caci maki saya adalah bukan manusia. Mereka adalah sekumpulan setan yang tidak bisa dilunakan dengan kata kata santun dan damai. Sejarah membuktikan bahwa sebuah kekuasaan korup selalu ingin lebih korup. Seperti benalu, kita tidak bisa cuma memangkas daun daun nya agar tidak berkembang biak. Jalan terbaik adalah di cabut keakar akarnya sampai tuntas. Dan proses ini mungkin yang dinamakan revolusi. Revolusi memerlukan propaganda. Dan barangkali memang benar tuduhan seorang netter pada saya bahwa saya adalah tukang hasut. Ya sayalah sang agitator itu. Tukang hasut dan menggangu ketentraman. Dengan segala sumpah serapah. Saya adalah agitator yang berusaha membangunkan orang orang yang tidur terlelap. Yang lupa bahwa pekerjaan menuntaskan perjuangan ini belum berakhir. Membangunkan orang orang nyenyak macam ini, tentu bukan dengan teguran lembut dan desahan erotis. Saya berteriak " Bangun!! Matahari sudah tinggi diluar" Dan saya juga bertugas mengingatkan. " Awas jangan bergaul dengan si anu, dia tukang copet" " Hati hati naik bis banyak tukang jambret,hindari terminal pulo gadung dan tanjung priuk bila ingin selamat " Kepribadian saya begini mas? mau diapain lagi dong? Anda sudah dewasa, dan anda tentu akan bisa menilai watak manusia. Menilai saya mudah sekali bukan? Semua jalan pemikiran telah saya paparkan. Kelembutan humanis ,romantisme, kecengengan, Kevulgaran, keangkuhan,dan ketololan. Kepribadian itu absurd ,kawan. Tidak selamanya permukaan danau yang terpencil akan tenang. Suatu waktu pasti ada juga riak riak yang memecah permukaan air. Jadilah pemarah, bila memang anda merasa objek marah anda sudah keterlaluan. Jadilah pecinta, kalau ingin menjadi manusia tenang dalam damai. Jadilah manusia berbahagia, bila menemukan manusia yang mencintai anda tanpa pamrih. Jadilah diri sendiri. Hasan Basri ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 6 Jan 1999 jam 22:03:56 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
