----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

  Saya Mungkin Bodoh, tapi Saya Presiden
Habibie: Soeharto Itu Orang yang Baik

Jakarta, JP.-

Hubungan Presiden Habibie dengan mantan Presiden Soeharto memang unik.
Habibie berkali-kali menegaskan pemerintah bersungguh-sungguh memeriksa
Soeharto. Bahkan, dalam pidato pengantar RAPBN, dia menyatakan pemeriksaan
terhadap Soeharto diharapkan tuntas sebelum pemilu.

Tetapi, sebagai seorang kawan dekat Soeharto, Habibie percaya Soeharto
adalah orang yang baik.   Dia selalu berusaha melakukan hal-hal yang berguna
bagi rakyat,   kata Habibie dalam wawancara dengan Televisi CNBC yang
disiarkan Selasa malam lalu. Transkrip wawancara ini kemarin dimuat harian
Singapura The Straits Times. Dalam wawancara panjang ini, Presiden Habibie
blak-blakan tentang berbagai hal. Mulai kemungkinan Soeharto diadili,
hubungannya dengan Menhankam/Pangab Jenderal TNI Wiranto, isu-isu yang
berkaitan dengan pribadinya, sampai ke soal kabar persaingannya dengan Adi
Sasono. Berikut kutipan lengkapnya:

Bagaimana perasaan Anda menjadi presiden selama kurang lebih tujuh bulan
ini?

Sejak hari pertama saya berkantor di Istana Negara, saya dipojokkan bukan
oleh rakyat, tetapi oleh berbagai masalah. Saya dihadapkan pada berbagai
masalah yang dibuat oleh rakyat.

Apakah Anda bisa memerintah secara efektif tanpa mandat rakyat?

Berdasarkan konstitusi, Indonesia telah menyelenggarakan pemilu tahun lalu
(1997, Red). Saat itu 94 persen rakyat berperan serta dalam pemilu tersebut.
Dan, partai-partai yang terpilih menyatakan menerima (hasil) pemilu.
Berdasarkan hal tersebut, saya sungguh presiden yang mempunyai legitimasi.

Banyak yang berpendapat, sebagai orang pilihan Soeharto, Anda dinilai bukan
sebagai jalan keluar, tetapi lebih sebagai kelanjutan masalah yang membuat
Indonesia terpuruk. Apa pembelaan Anda atas penilaian ini?

Anda tidak bisa mengatakan saya adalah produk satu orang. Ini adalah produk
satu negara.

Tetapi, Anda kan lebih dari seorang teman (Soeharto). Anda adalah kelanjutan
dia

Tidak. Saya rasa, dia melakukan hal tersebut karena sistem membuatnya
seperti itu.

Apakah Anda mengasingkannya (Soeharto, Red)?

Tidak. Saya menelepon dia pada 9 Juni (1998), saat dia berulang tahun. Saya
mengirim dia bunga dan saya bertanya apakah saya bisa menemuinya. Dia
mengatakan,   Jangan, kawanku. Kamu adalah presiden yang sah. Tidak baik
bagi negara ini bila kamu menjumpai saya. Tidak baik untuk saya, juga tidak
baik untuk kamu. Nanti saja kalau semuanya sudah bisa diatasi.

Apakah Anda akan membawa Soeharto ke pengadilan?

Kami adalah negara yang berdasarkan atas hukum. Saya tak diperbolehkan, saya
tidak ingin mencampuri judikatif atau legislatif.

Menurut Anda, apakah dia memang bersalah?

Saya mengenalnya selama 50 tahun. Saya percaya bahwa, dalam hal ini, dia
adalah orang yang baik. Dia selalu berusaha mengerjakan hal-hal yang baik
untuk kepentingan rakyat. Dan, semoga Tuhan memberi dia kekuatan. Saya
yakin, siapa pun di dunia ini, di masyarakat mana pun, harus dilindungi
hukum atau sistem hukum serta nilai-nilai hak-hak asasi manusia. Yaitu, asas
praduga tak bersalah. Dia juga harus diberi hak untuk membela diri.

Anda dihadapkan pada tantangan yang begitu besar. Banyak juga yang
mengatakan Anda frustrasi. Apa komentar Anda atas berbagai kritik ini?

Banyak orang yang membuat analisis seperti itu. Mereka mengatakan, bila
Habibie menjadi wakil presiden, dolar akan senilai 20 ribu rupiah. Jika
menjadi presiden, dia hanya bertahan seminggu, sebulan, dan sebagainya.

Tetapi, ketika nama Anda diumumkan menjadi calon Wapres, para investor
ramai-ramai lari ke luar negeri. Dan, rupiah pun anjlok

Saya tidak tahu apakah melemahnya nilai rupiah karena teori dari keputusan
tersebut. Tetapi, kita harus pragmatis. Jika Anda mengendarai mobil, Anda
tidak akan menabrak pohon karena sebuah teori bahwa Anda akan menabrak
pohon. Anda akan menabrak pohon karena Anda sopir yang menabrak pohon.

Oke. Tetapi, kenyataan yang ada adalah investor tidak mempunyai kepercayaan
terhadap kepemimpinan Anda. Indonesia harus melakukan upaya tertentu untuk
membujuk mereka.

Tetapi, Anda tidak bisa menilainya dalam kurun waktu enam bulan. Anda bisa
menilai apa yang terjadi di bidang ekonomi dengan ukuran yang paling
mendasar. Yaitu indikator makro dan mikro dari masyarakat. Katakanlah,
rupiah sekarang 50 ribu dan laju inflasi mencapai 100 persen. Itu baru bisa
dikatakan tak ada harapan bagi Indonesia.

Banyak yang mengatakan Anda adalah teknokrat yang aneh, tidak mempunyai
pengalaman politik, dan buta realitas ekonomi

Well, mereka berhak untuk mengatakan hal tersebut. Saya tidak akan membela
diri. Mungkin saya adalah orang yang paling bodoh di Indonesia. Saya bodoh,
naif, atau apa pun. Itu bukan masalah buat saya. Tetapi, kenyataannya adalah
saya ini seorang presiden.

Bagaimana hubungan Anda dengan Jenderal Wiranto?

Hubungan saya dengan Jenderal Wiranto baik-baik saja karena saya suka
Jenderal Wiranto.

Apakah dia menyukai Anda?

Saya tidak tahu. Lebih baik Anda tanya dia. Saya menyukainya karena dia
intelek dan sangat ahli di bidangnya. Dan, kami mempunyai dua hobi yang
sama. Pertama, saya suka sepeda motor. Saya suka mengendarai Harley
Davidson. Dia juga menyukai hal ini. Yang kedua, kami berdua sama-sama suka
menyanyi. Perbedaannya adalah Wiranto mempunyai suara yang bagus. Kalau saya
sih hanya sekadar menyanyi saja.

Ketika dia menyanyi, apakah dia menyanyi demi kepuasan Anda?

Tidak. Dia merekam suaranya di CD, mungkin empat tahun lalu. Saya akan beri
satu CD untuk Anda.

PBB mengatakan pada akhir tahun ini 100 juta rakyat Indonesia berada di
bawah garis kemiskinan. Jika saya salah satu di antara orang-orang ini, apa
yang akan Anda katakan tentang bantuan yang akan diberikan kepada saya?

Pertama, saya tidak akan memberi mereka ikan. Akan saya tunjukkan kepada
mereka bagaimana cara untuk mendapatkan ikan.

Tetapi, rakyat sekarang kan butuh beras?

Benar, ini yang akan saya kerjakan sekarang. Yaitu, program jaringan
pengaman sosial. Hal lain adalah kami memberi mereka hal-hal mimimum yang
dibutuhkan rakyat. Kami juga membantu perusahaan kecil dan menengah. Dengan
begitu, mereka bisa menciptakan lapangan kerja.

Apakah Anda masih ingin menjadi presiden?

Jika Anda tanya apakah saya menginginkannya atau tidak, saya akan
menyerahkan hal ini melalui mekanisme pemilu.

Ada yang mengatakan Adi Sasono, menteri koperasi, tampaknya, menantang Anda.

Adi Sasono adalah pemimpin yang sangat potensial. Dia termasuk dalam tim
saya karena saya memintanya untuk bergabung dengan tim saya. Dan, sebelum
saya menjadi presiden, dia telah ada di tim saya. Saya rasa, jika rakyat
menginginkan Adi atau siapa pun, mereka akan mendapatkannya.

Tetapi, dia disebut sebagai orang yang paling berbahaya dengan agenda
redistribusi atau pemerataan.

Terus terang saja, saya tak bisa berkomentar. Soalnya, jika rakyat
menghendaki dia menjadi presiden, rakyat harus tahu bahwa menerima orang
tersebut juga harus menerima agenda dia. Ini normal saja. Inilah demokrasi.
(ilo)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 7 Jan 1999 jam 08:39:44 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke