----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

Swiss siap lacak harta KKN pejabat
JAKARTA (Antara): Pemerintah Swiss, melalui Duta Besarnya Hemr Gerald
Forjalliz, berjanji akan membantu Pemerintah Indonesia melacak harta
kekayaan pejabat hasil korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang disimpan di
beberapa Bank yang ada di negaranya, asalkan pejabatnya berstatus tersangka.
            Pernyataan itu disampaikan Dubes Swiss untuk Indonesia Hemr
Gerald Forjalliz kepada Menteri Kehakiman Prof. Muladi di Jakarta kemarin.

            Forjalliz minta penjelasan mengenai politik dan Pemilu yang
dijadwalkan pada pertengahan 1999.

            Menjawab soal persyaratan yang diminta Pemerintah Swiss agar
para pejabat yang diduga KKN itu berstatus tersangka, terlebih dahulu Menkeh
Muladi mengatakan di luar negeri kerahasiaan bank merupakan hal yang sangat
penting.

            "Memang kalau belum berstatus tersangka disuruh bongkar-bongkar
kekayaan milik pejabat Indonesia yang disimpan di suatu bank, jelas tidak
mau dong," ujarnya.

            Menyinggung hasil pelacakan terhadap buronan Edy Tansil, Menkeh
menegaskan bahwa Tim yang dibentuk sejak koruptor Rp 1,3 triliun itu
melarikan diri dari Cipinang 1996, hingga sekarang belum dibubarkan.

            Bahkan Muladi menilai Tim pelacakan yang diketuai Menkeh-semasa
Oetojo Oesman-bisa dikatakan kerja dengan sungguh-sungguh, terbukti Tim ini
sudah menjalin kerja sama dengan Dinas Rahasia suatu negara dan juga
mengirim orang sampai ke Hong Kong dan Beijing. Namun, Edy Tansil hingga
kini belum ditemukan.

)COPYRIGHT 1998 BISNIS INDONESIA
PT Jurnalindo Aksara Grafika

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 7 Jan 1999 jam 08:39:36 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke