---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- From: Nurul Qomaril Saya justru mendengar analisis yang lain lagi, dari seorang tokoh Golkar yang sekarang hengkang di PKP. Menurut dia, Gus Dur terpaksa "gandengan" dg Tutut, karena Tutut dan Hartono menggunakan warga NU sbg obyek provokasi kerusuhan2 pasca 27 Juli 1996 (yg diistilahkan Operasi Naga Hijau). Untuk menghentikan hal ini, digandenglah Tutut. Memang kemudian kerusuhan berlatar agama terhenti. Naga-naganya Megawati mengerti hal ini, jika tidak, kenapa dia mau berteman lagi setelah sebelumnya ditinggalkan? Sekarang, hal seperti ini juga dilakukan Gus Dur dg menggandeng Pak Harto, dg harapan tragedi yg kabarnya sebagian dibiayai anak-anaknya (a.l. Tutut, Bambang Tri => lihat Majalah Tajuk) bisa distop. Nyatanya? Cak Nur, salah seorang tokoh Islam, ketika berdialog dengan Senat Mahasiswa Universitas Indonesia, Universitas Tri Sakti, IKIP Jakarta pekan lalu di Jakarta, menyatakan Soeharto dapat bertindak sangat sadis. Cak Nur menceriterakan, ketika Gus mengecam anak buah Soeharto yang berada di belakang peristiwa Banyuwangi, Soeharto hanya tersenyum saja. Dan ketika diminta agar Soeharto ikut meredamkan suasana, jawaban pak Harto waktu itu agak aneh. "Ya mereka kan warga negara dan mereka punya hak untuk itu." demikian sang mantan diktator. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 11 Jan 1999 jam 10:34:30 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
