----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

Correction is made (RAPBN become APBN).
Thanks.

From: Omar Khayam.
Reply untuk Dr.GEORGE ADITJONDRO, Australia.

HUBUNGAN ANTARA PUASA,DIET DAN APBN INDONESIA.

Dear George & fam yang baik,

Terima-kasih atas ucapan anda.Ucapan tsb.membuat Omar ingat akan beda
makna puasa dengan diet. Puasa meskipun membuat fisik agak
lemah,tetapi kalau dijalankan dengan benar bisa membuat Iman lebih
kuat,sedangkan soal diet meskipun menarik dan perlu (kata dokter), dan
membuat badan slimmer, dsb.nya, tetapi...(ada tetapi-nya).

Ceritanya begini:
Beberapa tahun lalu ketika Omar sedang menikmati makan kue sore hari
disatu restoran di Glodok Plaza,tiba2 ada yang tegur, yang ternyata
ada 2 kawan yang sudah lama tidak berjumpa. Kemudian Omar ajak mereka
bergabung untuk ngobrol2 dan salah satunya kemudian anjurkan Omar agar
diet (mungkin karena Omar agak gemuk waktu itu, soalnya baru sembuh
dari sakit akibat olahraga yang menyengsarakan Omar cukup lama).Kawan
ini dulunya agak gemuk,tetapi sekarang terlihat fit dan agak slimmer.

Dia cerita keberhasilannya dalam diet dan ajari Omar
bahwa pada prinsipnya orang itu tiap hari perlu 19000 kalori untuk
kegiatan yang normal. Jadi caranya dia hitung jumlah kalori semua
makanannya agar cukup 19000 lalu dia berusaha agar kalori
tsb.dikeluarkan lagi dalam bentuk kegiatan fisik antara lain jalan
kaki dari rumahnya kekantornya lalu kelain tempat dan pulang lagi
semua jalan kaki,tiap hari pagi dan sore. Ternyata dia berhasil dan
memang tubuhnya terlihat fit. Omar sangat kagum waktu itu cuma
beritahu mungkin Omar masih belum tahu bagaimana menghitung jumlah
kalori semua makanan yang di-consume.Untuk itu dia berjanji akan
kirimkan cetakan2 berisi daftar kalori tiap2 jenis makanan.

Ternyata Omar kemudian lupa dan kebetulan jumpa lagi setahun kemudian
dengan kawan yang satunya (yang tidak diet). Jadi Omar tanyakan mana
kawan yang diet tsb. Dia bilang kawan yang diet itu sudah MATI
beberapa bulan lalu. Tentu saja Omar tanya sebab kenapa matinya. Dia
jawab mungkin salah hitung keluar masuk kalorinya.

Wah, gawat juga ya. Maka hati2 dengan diet karena bisa bikin
mati,kalau salah jumlah keluar masuknya kalori. Sebaiknya diet diawasi
oleh dokter yang capable,karena untuk jangka panjang.Puasa selama 1
bulan relative aman asal makannya-kalorinya kalau bisa, tidak kurang
dari yang dibutuhkan kegiatan2 normal. Apa lagi keadaan rakyat
sekarang ini dimana segalanya mahal dan uangnya susah maka topik
diatas relevant sekali.Maksudnya Omar harap jangan sampai ada yang
mati kekurangan "kalor" akibat berpuasa tetapi tetap kerja keras
(contoh tsb.).

Juga masalah ini berkaitan juga dengan APBN Indonesia.
Omar kuatir Presiden Habibie dengan perhitungan APBN yang baru,jangan2
sama dengan cerita diet tsb.diatas. Kalau salah hitung keluar masuknya
"kalori" maka ada kemungkinan perekonomian Indonesia malahan bisa mati.

Soalnya dalam wawancara baru2 ini dia bilang "Mungkin saya adalah
orang yang paling bodoh di Indonesia,saya bodoh, naif, atau apapun.Itu
bukan masalah buat saya. Tetapi kenyataannya adalah saya ini seorang
Presiden" (sound threathening,isn't it?,Indo-news tgl.Jan.7.99).

George yang baik, kesan Omar waktu ketemu kawan diet itu, dia itu
"pinter dan tidak bodoh", tapi ternyata kemudian dia malah mati, entah
bagaimana lagi kalau dia ngakunya "saya mungkin bodoh". Don't you see
the relationship? APBN sekarang itu sama dengan diet juga untuk
Indonesia, maka harus hati2 hitung "kalori".

Sebaiknya semua Pejabat2 di Indonesia (terutama RI-1) sekarang ini
jangan bikin statemen2 yang sifatnya bisa menimbulkan berbagai
tafsir,sehingga membingungkan.
Memang ada pepatah Jawa "Mikul duwur,mendem jero" tetapi sang duwur
syaratnya harus "meneng" (diam).

Janganlah buat statement macam2,umpamanya sebut dirinya sebagai
"bodoh" meskipun maksud sebenarnya cuma sekedar "paradoxal
euphemism",apalagi di-pilah2 bahwa statement seperti itu cuma untuk
konsumsi orang2 diluar-negeri.

Baru2 ini juga Menkop Adi Sasono mengatakan "Buat saya Singapore itub
tidak lebih dari Super Mall yang besar". Buat apa arogan2an begitu?.
Beberapa hari yang lalu, Singapore malah sumbang 500 ton beras untuk
warga NU.

Seandainya salah satu Menteri Singapore bales berkata: "Buat
saya,Indonesia tidak lebih tempat rusuh,penjarah dan pemerkosa wanita2
turunan Cina, bajak laut, TKW murah,nngak becus kerja dll.", apa
Adinda Sasono tidak naik pitam?. Perlu wawasan yang lebih luas dan
arif.
Lalu juga bagaimana perasaannya "Duta Besar dan staff" Indonesia di
Singapore (dan di-lain2 negara,tentunya) kalau Kabinet RI,mulai
Presidennya hingga Menteri2nya nyelotehnya macam2 terus2an model
begitu. Repot juga.
Jangan lupa Kejawen "Ngono yo ngono, neng ojo ngono"

Rakyat itu kalau soal "bagaimana tangkap ikan" mereka bahkan lebih
pandai dari Presiden atau semua Menteri2. Yang mereka butuhkan itu
bukan "ajaran" tetapi "kail" bukan juga paradoxal euphemism tsb.,atau
program muluk2 angkat rakyat.Karena "stomach can not wait" maka rasa
lapar keluar (rasanya perut nyeri,sakit,keluar keringat terus
menerus,lemas,stress,dll)dan karena tidak ada "ikan" yang kunjung
datang untuk dimakan, maka mereka jadi mudah terhasut bikin
kerusuhan2,bahkan bakar2 pos polisi dll.(kasus Krawang).Berilah "kail"
pada rakyat.
Tidak usah ajarin bagaimana tangkap ikan. Perlu "kail".
"Kail" ini artinya luas dan relative.Ini cuma contoh.

George yang baik, seperti anda, maka Omar juga sudah keliling hampir
seluruh pelosok di Indonesia. You name it. Mungkin sudah maunya Allah
YMK,puluhan tahun sudah Omar lewatkan berkeliling pulau2 di Indonesia,
sampai yang terpencilpun.Ada banyak pelajaran,ada juga yang cocok soal
tangkap ikan (secara traditional tentunya).

Disatu pulau yang terpencil,di Maluku Tenggara dekat Irian Jaya,suatu
hari Omar berkunjung cari kawan yang tinggal dekat pantai.Ternyata dia
sedang ikat2 batu kerikil dipinggiran kain kelambu bekas yang
disambung satu sama lain hingga lumayan lebarnya.Omarpun bantu ikat2
batu kerikil tsb. Setelah selesai, maka dilempar kepinggir pantai yang
teduh (tidak ada ombaknya).Hanya satu kali lempar bisa terkumpul kira2
1/2 kilo ikan teri.Dua tiga kali lempar maka cukup untuk makan malam.
Masalahnya tidak ada beras (untung Omar bawa beras)dan juga apakah
tiap hari rakyat seperti itu makan teri. Lebih rawan lagi tidak semua
rakyat punya "kelambu" dan kelambu bukan alat tangkap teri yang
ideal.Semestinya jaring ikan. Tapi mereka ini dipulau2 terpencil dan
jangankan Pemerintah Pusat, Pemda di Ambon saja juga nggak ada yang
pikirkan nasib rakyat2 yang begini ini.

Mereka harus secara alam berjuang agar bisa "survive" dari hari
ke-hari. Begitu juga yang disekitar suburb Jakarta yang notabene
didepan hidungnya "Presiden dan Menteri2", asal bisa dapat uang untuk
besok makan itu sudah hebat.Juga jangan lupa mereka2 ini adalah
rakyat2 Indonesia yang "terpaksa" harus "diet" terus2an, dan kalau
tidak ada perbaikan maka mereka pasti akan lebih dulu mati.

Ada yang tega mengatakan mereka itu manusia "marginal" kelas
bawah,golongan informal dll.Sedang kalau mereka sendiri itu
"ningrat",golongan "atas"dll.Kalau kulitnya agak hitam,maka beli
Hazeline Snow atau lain2 merek gosok2 semua,agar kelihatan lebih
putih.Malah ada yang campuran Mercury,akibatnya mukanya
blentang-blentong.
Biar bopeng asal terlihat beda dengan rakyat biasa.Cara class-system
ini masih exist (tambah teknokrat2an).

Mungkin juga semua itu berkaitan dengan soal perubahan jaman menjelang
Millenium III yad.Mungkin juga seperti "kelahiran" maka akan didahului
oleh "rasa sakit" atau dalam kehidupan nyata diterjemahkan dengan
"krismon, lapar,susah export,ricuh,jarah",bahkan ada yang kuatir
perang saudara,pokoknya "bayi jaman baru" kalau akan lahir maka secara
alamiah akan timbul "rasa sakit" tsb.
Rasa sakit itu bisa lama bisa cepat tergantung daripada kesadaran
masing2 kalau mau cepat ya harus cepat atasi kesulitan2nya, kalau
masing2 hanya mau mempertahankan pendiriannya,ya tambah parah dan
tambah rasa sakitnya.

Semua itu relatif entah mana yang benar,only God knows. Wal'ahualam.
Memang puasa itu perlu,demikian diet juga perlu, hanya saja semoga
APBN itu cuma untuk "puasa" bukan untuk "diet". Semoga Indonesia cepat
pulih lagi dan selesai "puasa" nya, jangan sampai "mati" karena
kelamaan "diet"nya. Bantu doa-nya ya George.

Terima kasih.
Salam Reformasi

---George Aditjondro wrote:
>
> selamat berpuasa dan nantinya, selamat Lebaran buat Pak Omar Khayam
> sekeluarga, dari kami berdua di sini.
>
> Esti & George Aditjondro

Last modified Mon,Jan.11.99

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 11 Jan 1999 jam 10:35:14 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke