----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Tentang: PADUAN 3 AGAMA
Oleh: Hartono Parote

Melihat pertikaian agama yang semakin hari semakin
mengkhawatirkan, maka dengan ini saya ingin sedikit menyumbangkan
pikiran/pendapat.

Saya ingin cerita, kenyataan tentang kehidupan beragama dalam
etnis Tionghoa (selanjutnya saya sebut Inhoa = Indonesia
Tionghoa).

sebagian besar etnis Inhoa masih hidup sesuai budaya leluhurnya,
baik adat istiadat maupun agama.

dalam hal beragama ada hal menarik yang dapat kita lihat, yaitu
perpaduan 3 agama, yaitu KongHuCu, Taois dan Buddha yang masing2
memiliki ciri2 khas tersendiri. orang Inhoa umumnya menjalani
hidup ini dengan perpaduan 3 agama sekaligus.

KongHuCu lebih menekankan pada kehidupan bermasyarakat dan
bernegara. Ajarannya sangat menekankan kebaikan, kesetiaan dan
sopan santun/budi pekerti. Secara harafiah agama KongHuCu bisa
disebut agama Kenyataan.

Taois lebih menekankan hubungan dengan para dewa2. untuk masalah2
yang tidak bisa diselesaikan secara nyata, mereka condong
konsultasi ke paranormal Taois. secara harafiah agama Taois bisa
disebut agama Magic.

Buddha lebih menekankan penyempurnaan diri. Ajaran Buddha sangat
luas baik duniawi maupun luar duniawi dan ajarannya sangat
mendukung perkembangan ilmu pengetahuan.

tentu saja ketiga agama tersebut diatas masing2 juga mengajarkan
duniawi maupun luar duniawi. tetapi kalau dibandingkan maka ada
penekanannya masing2. hal ini saya jelaskan supaya tidak terjadi
kesalahpahaman.

etnis Inhoa dalam bermasyarakat/bernegara lebih menjalankan cara2
yang diajarkan KongHuCu.

sedangkan kalau menghadapi masalah2 yang tidak bisa diselesaikan
secara nyata maka mereka cenderung mengikuti cara2 Taois.
misalnya untuk penyakit yang tidak bisa disembuhkan dokter,
masalah rejeki yang selalu seret padahal telah berusaha kesana
kemari, masalah jodoh yang selalu putus dan lain sebagainya.

untuk urusan luar duniawi, etnis inhoa lebih suka mengikuti
ajaran Buddha.

Dari kenyataan diatas kita bisa melihat bahwa sebenarnya agama
tidak diturunkan untuk pertikaian, tetapi untuk saling mengisi
satu sama lainnya.

Dari sini kita kembali melihat negara Tiongkok (sekarang RRC)
sanggup mempersatukan 1,2 milyar manusia. sampai2 Mongol dan
Manchu yang menjajah akhirnya mau berbaur dengannya. hal ini
karena budayanya (termasuk didalamnya agama) yang bisa menampung
semua aspirasi. bandingkan dengan Eropa yang hanya memiliki
380juta jiwa manusia tetapi tidak bisa dipersatukan.

mudah2an pertikaian agama cukup sampai disini saja.

-End-

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 12 Jan 1999 jam 09:53:03 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke