----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Stockholm, 12 Januari 1999

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

PARTAI-PARTAI POLITIK YANG BERNAFASKAN ISLAM HARUS BERSATU DIBAWAH
NAUNGAN UNDANG UNDANG MADINAH YANG DIBUAT OLEH RASULULLAH.
Ahmad Sudirman
Modular Ink Technology Stockholm - SWEDIA.

Selamat melaksanakan ibadah puasa untuk kaum Muslimin dan salam damai
untuk kaum penganut agama lain.

Dalam kesempatan ini saya akan berusaha untuk memberikan jawaban kepada
pertanyaan dan tanggapan yang telah disampaikan oleh Saudara Sabar
Mularto (Indonesia) dan Saudara Zaid Jump (Indonesia).

Pada tanggal 11 Januari 1999  Saudara Sabar Mularto menanyakan
"Akhir-akhir ini banyak bermunculan partai-partai yang berazaskan Islam.
Dari partai yang besar sampai yang kecil, sebagian besar partai yang
baru atau yang lama muncul lagi berazaskan Islam. Namun dalam pandangan
saya partai-partai tersebut pada akhirnya tidak menyuarakan umat Islam.
Islam hanya dijadikan alat u/ mencapai kekuasaan dan tentunya harta.
Sangat sedikit orang yg benar-benar berkorban u/ Umat Islam. Munculnya
partai-partai Islam justru akan memecah belah Ukhuwah Islamiyah. Ini
saya lihat dari fakta keseharian saja. Kebetulan saya tinggal
dilingkungan yang banyak bermunculan partai Islam (pkb,ppp,pan,pbb etc).
Saya perhatikan belum apa-apa pimpinan partai lokal sudah saling caci
maki, saling menghina partai2 yg lain padahal sama-sama mengaku
berazaskan Islam. Sehingga para pengikut partai yang notabene tidak
punya kepentingan kekuasaan saling bersitegang. Bahkan sudah menjurus ke
pertentangan fisik. Kondisi ini sungguh sangat memprihatinkan bagi saya.
Kenapa umat Islam sangat mudah dimanfaatkan oleh orang-orang yg
ambisius. Bagaimana pandangan/pendapat anda melihat kondisi seperti
ini?. Bagaimana kaitannya dengan hukum Islam & UU Madinah?".

Kemudian pada tanggal 7 Januari 1999 Saudara Zaid Jump menanggapi
"Sampai dengan hari ini banyak orang berbicara tentang Islam, mengaku
sebagai muslim, mengaku memperjuangkan Islam, mengaku berjamaah Islam,
mengaku punya pimpinan Islam, akan tetapi kenapa yang saya lihat dan
saya rasakan mereka menggunakan manhaj bukan manhajnya Rosululloh,
mereka mengaku Islam, tetapi tidak mengikuti keislaman sebagaimana yang
telah dicontohkan oleh Rosululloh dan generasi awal (as sabiikunal
awwaluun), mereka berjamaah tetapi tidak mengikuti ketetapan yang telah
digariskan oleh Rosul, dan adalah suatu kewajaran yang pada gilirannya,
manakala mereka mengaku memperjuangkan Islam walaupun tidak mengikuti
manhaj Rosul. Diantara orang-orang yang mengaku pejuang muslim masih
mencari-cari pelindung, teman setia, penolong, sahabat karib (wali) dari
golongan selain Alloh-Rosul dan orang-orang beriman. Sementara kitab
yang mereka bawa kesana kemari menyebutkan wali-wali dari selain Alloh
itu laksana rumah laba-laba yang sifatnya sangat rapuh, untuk menjerat
kaum yang kecil dan kemudian dijadikan hasil jeratan itu suatu komoditi
untuk memperbesar laba-laba itu sendiri. Artinya entah itu partai Islam,
jamaah Islam, organisasi Islam, manakala mereka itu mengambil penguasa
kafir sebagai pelindungnya, maka pada hakekatnya ia telah ridho
menceburkan dirinya untuk dilalap jadi mangsa oleh orang-orang kafir,
sebagaimana laba-laba itu. Tolong ditunjukkan, karena masing-masing yang
ada diantara saya mengklaim dialah yang benar".

Baiklah, Saudara Sabar Mularto dan Saudara Zaid Jump. Memang tidak bisa
disangkal lagi bahwa kaum muslimin, baik yang ada di Indonesia atau yang
ada di negara-negara lainnya sekarang ini memang berada dalam keadaan
cerai-berai, dimana masing-masing membuat kelompok sendiri-sendiri demi
kepentingan sendiri atau kelompoknya dan bangga dengan keadaan
kelompoknya sendiri. Setiap kelompok berusaha membuat sebaik mungkin
konsep dan pemikiran untuk dipakai dan diterapkan dalam kelompoknya
tanpa mempedulikan kelompok lainnya. Keadaan yang demikian adalah
sebagaimana yang telah digambarkan "Kemudian mereka menjadikan agama
mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan; tiap-tiap golongan
merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka" (QS, Al Mu'minun:
53). "Yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka
menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa
yang ada pada golongan mereka" (QS, Ar Ruum: 32).

Usaha untuk mengembalikan kaum muslimin kepada kaum yang satu adalah
merupakan suatu usaha yang besar dan berat. Berhasil tidaknya adalah
tergantung kepada kesiapan dan kesadaran dari setiap pribadi kaum
muslimin untuk bersatu dibawah naungan Islam, pemerintahan Islam,
khilafah Islam dan undang undang Madinah sebagaimana yang telah
dicontohkan dan diterapkan oleh Rasulullah.

Selama masih memandang misi, visi, falsafah, program, politik dan tujuan
dari organisasi atau partainya adalah yang terbaik dan tidak didasarkan
kepada contoh yang sudah dilaksanakan dan diterapkan oleh Rasulullah
dalam membangun daulah Islam atau negara Islam, maka selama itu tujuan
untuk membangun dan menegakkan Islam, pemerintahan Islam, khilafah Islam
dan undang undang Madinah hanyalah fatamorgana saja.

Selama masih ada pemikiran dari mereka yang mengatasnamakan pemimpin
kaum muslimin yang menganggap bahwa untuk membangun dan mendirikan dien
Islam adalah tidak perlu membangun daulah Islam dan pemerintahan Islam
dengan undang-undang Madinahnya, maka sebenarnya para pemimpin Islam
tersebut sudah tidak lagi mengikuti contoh Rasulullah dengan pendirian
Daulah Islam-nya yang pertama di dunia. Para pemimpin kaum muslimin
tersebut sudah cenderung kepada mementingkan dan mengedepankan masalah
misi, visi, falsafah, program, politik dan tujuan kelompok atau
partainya daripada apa yang sudah dicontohkan Rasulullah dengan Daulah
Islamiyah dan undang undang Madinah-nya.

Sehingga tidak heran apabila kita membaca dan menyaksikan lahirnya
berbagai kelompok, organisasi dan partai yang mempunyai nafas Islam dan
anggotanya sebagian besar adalah kaum Muslimin, dimana setiap kelompok
atau partai tersebut merasa bangga dengan keadaan kelompok atau
partainya.

Keadaan inilah yang terjadi sekarang ini dan dirisaukan oleh sebagian
kaum muslimin yang telah menyadari pentingnya kembali mencontoh apa yang
telah dilaksanakan oleh Rasulullah dalam membangun Islam, pemerintahan
Islam, daulah Islam dan undang undang Madinah-nya.

Apa sikap yang harus dilakukan terhadap para cendekiawan dan
pemimpin-pemimpin kaum muslimin yang masih tetap tidak mau mengikuti apa
yang telah dicontohkan Rasulullah dalam membangun Islam, pemerintahan
Islam, daulah Islam dan undang undang Madinah-nya?.

Disini ada beberapa sikap yaitu,
pertama, selaku pribadi muslim berusaha untuk membuka dialog terbuka
dengan para  cendekiawan dan pemimpin-pemimpin kaum muslimin mengenai
membangun Islam, pemerintahan Islam, daulah Islam dan undang undang
Madinah-nya sebagaimana yang dicontohkan dan dilakukan oleh Rasulullah,
tanpa membawa-bawa misi, visi, falsafah, program, politik dan tujuan
yang telah diterapkan dalam kelompok atau partai masing-masing.

Kedua, selaku pribadi muslim berusaha membuka pintu lebar-lebar untuk
menerima pandangan dan pemikiran orang lain yang sesuai dengan apa yang
telah dicontohkan Rasulullah dalam membangun daulah Islamiyah.

Ketiga, selaku pribadi muslim berusaha mengoreksi semua kebijaksanaan,
program, rencana yang sudah diterapkan dalam organisasi, kelompok atau
partai yang tidak sesuai dengan apa yang telah digariskan Rasulullah
dalam membangun daulah Islamiyah dan undang undang Madinah-nya.

Keempat, selaku pribadi muslim yang telah melihat, meneliti, memikirkan
dan menganalisa suatu organisasi atau partai yang tidak sesuai atau
tidak mencontoh Rasulullah dalam membangun Islam, pemerintahan Islam,
daulah Islam dan undang undang Madinah-nya tidak perlu dibantu atau
disokong.

Kelima, selaku pribadi muslim harus tetap menjaga ukhuwah Islamiyah
dengan  pribadi muslim yang lain dan tetap menjaga hubungan baik dengan
kaum penganut agama lain, sebagaimana yang tercantum dalam undang undang
Madinah.

Itulah sebagian sikap yang harus dilakukan oleh pribadi muslim yang
menghendaki tegaknya Islam, pemerintahan Islam, khilafah Islam dan
undang undang Madinah di dunia ini.

Inilah Jawaban singkat saya kepada Saudara Sabar Mularto dan Saudara
Zaid Jump, semoga saudara-saudara menjadi puas hendaknya.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada
waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang
menyinggung tentang khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan
lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 12 Jan 1999 jam 09:54:32 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke