----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

JAKARTA -- Ketua Umum PBNU KH Abdurrahman Wahid, yang biasa dipanggil
Gus Dur, mengingatkan Megawati Soekarnoputri agar memperbaiki citra
Posko PDI Perjuangan yang banyak berada di kampung-kampung dan
jalan-jalan karena sudah menyimpang dari fungsinya.

''Megawati itu orang baik. Selama ini dia diam saja. Namun karena
diamnya itu, membuat adanya kelompok yang nggak karuan. Lihat saja Posko
PDI Perjuangan di mana-mana banyak yang dipakai secara tidak benar,''
kata Gus Dur kepada pers seusai acara open house khusus isu perempuan di
kediamannya di Ciganjur Jakarta Selatan, Senin.

Menurut Gus Dur, posko-posko tersebut sekarang sudah banyak yang dipakai
minum-minum, main judi, juga tempat minta duit orang yang lewat.

Bagi Cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) itu, keadaan seperti itu cukup
mengkhawatirkan Ketua Umum PBNU ini. ''Karena masyarakat bisa menilai
PDI Perjuangan sama dengan Golkar yang nggak bener,'' ujarnya.

Untuk itu, kata Gus Dur, solusinya adalah posko-posko itu tetap
dibiarkan ada, tapi penggunaannya agar dilakukan dengan baik sesuai
fungsinya. ''Jangan lagi dipakai untuk hal-hal tidak benar,'' tegasnya.

Hari pertama dari dua hari (11-12/1) penyelenggaraan open house khusus
untuk isu perempuan di kediaman Gus Dur, membicarakan berbagai hal
menyangkut permasalahan perempuan. Pembicaraan itu di antaranya mengenai
kasus perkosaan terhadap wanita, pelecehan seksual serta peluang menjadi
presiden wanita di Indonesia.

Hadir pada acara yang diprakarsai Forum Kajian Kitab-kitab Klasik Islam
pimpinan Ny Nuriyah Abdurrahman Wahid (Istri Gus Dur) itu antara lain
Prof Dr Saparinah Sadli (anggota TGPF dan Kepala Kajian Wanita UI), Ny
Soepardjo Rustam dan Pimpinan Gerakan Perempuan Sadar Pemilu, Herawati
Diah, serta sejumlah tamu lain.

Berkaitan dengan aktivitas PDI Perjuangan, Gus Dur menilai bahwa kasus
Theo Sjafe'i, yang dituduh telah menghujat umat Islam dalam ceramahnya,
bukanlah suatu upaya pihak tertentu untuk menghantam PDI Perjuangan
pimpinan Megawati Soekarnoputri. ''Saya rasa tidak ada upaya untuk
menghantam PDI-nya Megawati,'' katanya.

Menurut Gus Dur, ucapan Theo di kaset itu sebenarnya untuk mengambil
hati umat Islam karena waktu itu sedang berebut untuk menjadi
Sesdalopbang (Sekretaris Pengendali Operasi Pembangunan).

Dikatakannya, langkah itu dilakukan Theo karena Presiden yang seharusnya
teken (tanda tangan) untuk jabatan itu adalah tokoh ICMI. Namun oleh
sementara kalangan, ceramah di kaset tersebut dibelokkan. ''Ada bagian
yang dipotong dari pidatonya,'' ujar Gus Dur.

Tapi, Gus Dur tidak bersedia menanggapi pernyataan pimpinan Tabloid
Abadi yang menilai Ketua Umum PBNU itu tidak cermat membaca berita
tentang Theo. ''Mereka tidak usah jawab saya, jawab saja Theo di
pengadilan,'' ujarnya.

Sementara itu, KH Yusuf Hasyim (paman Gus Dur) ketika ditemui secara
terpisah mengomentari pernyataan Gus Dur yang berbeda itu dengan
menyebutkan bahwa Gus Dur mungkin mendengar kasus Theo tersebut hanya
dari penerjemahnya, sehingga ada sesuatu yang hilang dalam
penafsirannya.

Di sisi lain, pengamat politik UGM Dr Muhajir Darwin kepada wartawan
kemarin menyatakan sikap Theo yang akan menuntut tabloid Abadi, dinilai
tak akan ada gunanya. ''Bahkan cara-cara penyelesaian masalah yang
dilakukan mantan Pangdam Udayana ini tak hanya merugikan dirinya, tapi
juga merugikan umat Kristiani lain, dan juga merugikan nama baik PDI
Perjuangan dimana Theo saat ini menduduki posisi salah satu ketua di
partai politik tersebut,'' jelas Muhajir.

Muhajir menilai, menanggapi kasus Theo ini mestinya PDI bersikap
simpatik. Menurutnya, dalam kasus ini, PDI Perjuangan memang harus
bersikap netral. ''Tapi tidak lantas terkesan cuci tangan,'' jelasnya.

Bagaimana pun, kata Muhajir, Theo adalah pengurus bahkan salah satu
ketua PDI Perjuangan. Dalam kapasitas seperti ini, maka orang akan
memberikan penilaian yang dapat mengurangi kredibilitas partai tersebut.
''Orang akan menilai, pengurus PDI kok begitu,'' jelasnya.

Mestinya, PDI Perjuangan dapat bersikap lebih netral dengan menyatakan
bahwa pihaknya telah meminta Theo untuk mengklarifikasi persoalan
tersebut. Persoalannya, jelas Muhajir, dalam pernyataannya di Mapolda
Metro Jaya, Theo bukannya mengklarifikasi persoalan tersebut. ''Tapi
justru memperpanjang persoalan dengan melakukan upaya hukum terhadap
Tabloid Abadi,'' jelas Muhajir.

Selain itu, menanggapi pernyataan beberapa kalangan yang menyebutkan
ketidakpuasan terhadap pernyataan Theo ini hanya merupakan 'sasaran
antara' --di mana yang dibidik adalah posisi PDI Perjuangan, Muhajir
menyatakan tidak sependapat dengan pernyataan tersebut.

Menurutnya, kalau memang apa yang dinyatakan Theo dalam pidatonya adalah
benar, maka merupakan hal yang wajar bila kalangan umat Islam merasa
sakit hati. ''Saya kira tak ada motif politik di balik ketidakpuasan
umat Islam, terhadap pernyataan Theo tersebut,'' jelas Muhajir

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 12 Jan 1999 jam 09:54:56 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke