----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Media Indonesia, Sabtu, 9 Januari 1999

EDITORIAL

Kerusuhan sebagai Mainan

PEMBAKARAN dan penjarahan terjadi di Karawang, kota yang terletak sekitar 50
kilometer sebelah timur Jakarta. Seperti sejumlah kejadian serupa di
beberapa tempat lain di Tanah Air, kerusuhan Karawang dipicu oleh isu.

Amuk massa yang melanda kota itu sejak Jumat dini hari disebabkan oleh isu
yang beredar di kalangan tukang ojek, bahwa rekan mereka disiksa polisi
dalam kasus tilang. Terpengaruh oleh isu itu mereka melakukan konvoi sepeda
motor ke kantor polisi yang kemudian berakhir dengan pembakaran dan
penjarahan yang tidak terkendali.

Kerusuhan di Karawang itu mirip dengan yang terjadi di Surabaya beberapa
hari yang lalu. Seorang maling yang dihajar massa sampai sekarat lalu
diserahkan kepada polisi. Sialnya, di kantor polisi maling itu meninggal.
Menyebarlah isu yang cepat beredar bahwa maling tewas karena dianiaya
polisi. Akibatnya massa datang memaksakan kehendak sekaligus menghakimi.
Kantor polisi dibakar lalu disusul dengan penjarahan.

Kerusuhan di Karawang memecah keheningan yang sempat dinikmati masyarakat
sekitar Jakarta. Gelagat kedamaian yang ditandai oleh sepinya demonstrasi di
jalan-jalan Jakarta, sirna. Masyarakat pantas merasa cemas lagi.

Banyak tragedi dan peristiwa kolosal di Tanah Air dewasa ini dipicu oleh
soal-soal sepele yang bila masyarakat sedikit menggunakan akal sehat tidak
akan terjadi. Orang cepat marah dan ikut-ikutan marah tanpa mengerti duduk
soal sesungguhnya.

Kerusuhan akhirnya dianggap sebagai mainan iseng. Lama-lama menjadi hobi
karena bila disertai penjarahan kerusuhan adalah jalan pintas menangguk
rezeki. Karena banyak nikmat yang bisa direnggut dari amuk massa mulai
terlihat kecerdikan untuk menjadikannya sebagai modus operandi. Ingin
menjarah? Carilah gara-gara dengan polisi. Karena di sana rupanya bisa
memperolah alasan murah.

Masyarakat kita rupanya sedang sakit. Gelegar revolusi informasi bukan
membuat orang makin terdidik untuk menyeleksi kabar, tapi begitu mudah
dipermainkan cerita. Isu-isu yang bertentangan dengan akal sehat ditelan
mentah-mentah.

Penyakit masyarakat kita itu lalu dianggap normal karena kepolisian dan
aparat penegak hukum yang seharusnya tegas menindak kejahatan, sekarang
seperti tidak bertenaga. Karena itu jadi korban empuk penghakiman massa.
Entah sudah berapa banyak kantor polsek dan polres yang ludes dibakar
akhir-akhir ini.

Orang mungkin berteori tentang kenekatan orang lapar dalam kasus Karawang.
Tetapi kita tidak bisa menganggap itu sebagai apologi. Kalau semua kesulitan
dan penderitaan harus ditebus dengan amuk dan perampasan, alangkah tidak
beradabnya kita semua.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 12 Jan 1999 jam 09:57:42 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke