----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

From: Anti Kemunafikan

Kasus THEO, muslim perlu mawas diri

Jika Islam memang benar agama rahmatan lil alamin
dan muslim tidak ingin agamanya dihujat dan dipan-
dang sangat negatif oleh masyarakat global khusus-
nya non-muslim maka ada beberapa pertanyaan di ba-
wah yang bermanfaat sebagai bahan untuk BERINTROS-
PEKSI DIRI :

1. Benarkah muslim tidak berminat mendirikan nega-
   ra Islam di manapun ia berada ? Kalau yah me-
   ngapa ada banyak parpol di negeri ini yang meng-
   gunakan ASAS ISLAM ? Bukankah seorang muslim bi-
   sa berIslam dan menonjolkan nilai akhlak yang
   luhur sesuai tuntunan Allah tanpa harus memfor-
   malkan asas Islam sebagai ideologi negara asal-
   kan memang ada niat untuk itu ?

2. Negara-negara Barat khususnya USA sering dituduh
   sebagai MUSUH-MUSUH ISLAM. Tapi ironisnya justru
   Islam adalah salah satu agama yang berkembang pe-
   sat di Barat, masjid dan Islamic center terus di-
   dirikan, syiar Islam terus disemarakkan dan ba-
   nyak non-muslim masuk Islam (mualaf) karena syiar
   ini. Apakah umat muslim dan negara-negara mayori-
   tas muslim juga memberikan kesempatan dan kebebas-
   an beragama yang sama kepada non-muslim termasuk
   hak untuk beribadah, memeluk agama, mendirikan
   tempat ibadah dan melakukan syiar dakwah secara
   terbuka kepada siapapun termasuk muslim sepanjang
   itu tidak memaksakan kehendak dan mengganggu pri-
   vasi orang lain tanpa teror dan hambatan apapun ?

3. Belajar dari sejarah Indonesia, selain PKI siapakah
   yang selalu berupaya MENGKHIANATI PANCASILA dan UUD
   1945 dan berusaha menggantikannya secara halus atau
   terang-terangan ? Salahkan Theo Syafei atau menghu-
   jat Islamkah Theo Syafei bahwa ia memang mencerita-
   kan fakta sejarah bahwa kelompok Islam khususnya
   ekstrim fundamentalislah yang selalu berusaha MENI-
   KAM PANCASILA, baik melalui revolusi/pemberontakan
   maupun secara konstitusional melalui parpol-parpol
   Islam dari dulu sampai SEKARANG ?

4. SUNGGUHKAH ISLAM ITU AGAMA YANG TOLERAN DAN MENGHAR-
   GAI HAM ?

Adapun bagi orang muslim yang murtad artinya meninggalkan
atau menukar agama Islam dengan agama lain, jelas dalam
Islam ada hukumannya."...Barangsiapa yang murtad di antara
kamu dari agamanya, lalu ia mati dalam keadaan kekafiran,
maka amal mereka menjadi sia-sia di dunia dan di akhirat,
dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di
dalamnya." (QS. Al Baqarah, 217).

Lihatlah kutipan salah satu hadits di bawah ini :

Dikutip dari e-mail balasan Sdr. Ahmad Sudirman di Stockhlom
Swedia <[EMAIL PROTECTED]> kepada saya beberapa waktu lalu.

"Siapa saja yang mengganti agama (Islam)nya, maka BUNUHLAH dia
!!" (HR. Ahmad, Al Bukhori, Muslim, Ashabus Sunah).

Dalam Islam tidak ada paksaan "laa ikraha fiddiin.."(Al
Baqarah, 256)

Menurut anda :

1. Sinkronkah antara hadits Al Bukhori di atas dan ayat dalam
   surat Al Baqarah 256 di bawahnya ?
2. Apakah hak seorang muslim untuk melarang muslim lainnya pin-
   dah agama atas kesadaran dan kehendaknya sendiri ?
   Bukankah ini jelas melanggar HAM dan privasi (hak individu)
   untuk melakukan pilihan atas kehendak bebasnya sendiri
   tanpa paksaan dan intimidasi dari orang lain sepanjang
   perbuatan dan pilihannya itu tidak mengganggu privasi orang
   lain ? ini TOLERANSI atau cuma BASA BASI ?
3. Fairkah/adilkah bila muslim mengharapkan non-muslim masuk
   Islam tanpa hambatan dan intimidasi dari non-muslim tapi
   seorang muslim atau dilahirkan muslim DIPAKSA harus tetap
   menjadi muslim tanpa boleh PINDAH AGAMA seumur hidupnya ?
   Kalaupun nekat maka muslim murtad ini harus menghadapi
   teror, diskriminasi, pengucilan, ancaman pidana bahkan
   MAUT atas keputusannya pindah agama dari keluarga, teman,
   tetangga, masyarakat dan rezim penguasa muslim. Fakta ini
   memang terjadi di negara-negara mayoritas muslim.

PENUTUP

Jika dunia mengindentikkan muslim sebagai kelompok teroris
yang picik, sadis, intoleran, cinta kekerasan,
tidak mau mawas diri dan MUNAFIK. Sebaiknya umat muslim
tidak kebakaran jenggot dulu. Ambillah cermin dan berkacalah,
jika diri anda memang sebagian atau seluruhnya benar demikian,
BERTOBATLAH dan MOHON AMPUN kepada Allah atas kekeliruan anda.
Karena PENGHUJAT dan penoda citra ISLAM adalah ulah anda yang
keliru dan munafik, sehingga dunia mengambil kesimpulan bahwa
Islam itu begitu negatif akibat ulah anda.

Buanglah segala arogansi, kepicikan dan kemunafikan. Umat
muslim jangan selalu menuntut ditoleransi dan dihormati
HAMnya tapi juga hargai HAM non-muslim. Jangan takabur, sewe-
nang-wenang dan lupa mawas diri jika mayoritas, ingatlah
bahwa anda tidak selalu mayoritas di manapun. Hentikan
penggunaan PENGERAS SUARA secara arogan dan provokatif meng-
ganggu ketenangan dan HAM tetangga-tetangga anda yang non-
muslim yang membutuhkan istirahat dengan baik. PENGERAS SUARA
tidak bermanfaat bagi syiar Islam tapi justru menyebabkan non-
muslim semakin antipati dan sebal terhadap arogansi Islam ini.

Janganlah suudzon kepada Barat dan non-muslim khususnya keKris-
tenan sebagai musuh Islam. Renungkanlah siapakah yang selama
ini memusuhi siapa ? Siapa menghasut siapa ? Siapa mencurigai
siapa ? Siapa anti siapa ? JIHAD yang sejati bukanlah memusuhi
dan membunuhi orang yang berlainan agama karena "kafir" melain-
kan perjuangan terus-menerus untuk KOREKSI DIRI dari arogansi,
kepicikan dan kemunafikan menuju ke akhlak yang mulia dan diri-
dhoi oleh Allah. Singkirkan Unta di pelupuk mata anda sebelum
anda menyingkirkan kutu di kepala tetangga anda.

Hapuskan diskriminasi SARA dari negeri ini ! Setiap WNI memiliki
hak dan kewajiban yang sama dan setara di hadapan hukum. Tidak
boleh ada anak emas dan tiri. Umat muslim jangan merasa menjadi
anak emas yang boleh mengklaim hak-hak istimewa atas kemayoritas-
annya. Toleransi, kerukunan antar etnis dan umat beragama hanya
BASA-BASI MUNAFIK selama masih ada diskriminasi SARA di negeri ini.

Hargai HAM sesamu manusia, sebagaimana engkau ingin HAM-mu dihar-
gai oleh orang lain. Jangan diskriminasi dan menzalimi orang lain
jika engkau benci didiskriminasi dan dizalimi orang lain.
Jika engkau ingin ditoleransi dan dihormati maka toleransilah dan
hormati orang lain juga. Inilah kunci harmoni hubungan antar
umat manusia yang berbeda SARAnya.

SYARIAH ISLAM hanya bisa dipakai sebagai asas dan ideologi negara
jika BISA MENERIMA PRINSIP DI ATAS ! Jika tidak, NE HI (NO WAY !)
karena dengan demikian hukum Islam JELAS hanya aspiratif terhadap
kepentingan muslim tapi mendiskriminasi dan menginjak-injak HAM
non-muslim.

Mari kita tidak menjadi manusia yang egois dan munafik, yang hanya
menuntut orang lain menghargai HAM kita sementara kita menginjak-
injak HAM orang lain.

WASPADAI MANUVER-MANUVER KELOMPOK EKSTRIM FUNDAMENTALIS ISLAM
di negeri ini. Mereka menghalalkan segala cara untuk mewujudkan
ambisi hegemoni egois mereka, termasuk FITNAH, hasutan berbau
anti non-muslim dan terorisme. Mereka ini jauh lebih berbahaya
dari PKI ! Dan yang lebih mengerikan lagi mereka melakukan per-
buatan biadab ini atas nama agama dan Allah !
MasyaAllah, Nauzubillah Minzalik !!!

Anti Kemunafikan, Pembela Kebenaran, Anti Arogansi dan diskriminasi
SARA.

Mari kita perjuangkan penghapusan diskriminasi SARA di Indonesia
dan pembelaan/pembebasan THEO SYAFEI dari fitnah dan jebakan
Islam fundamentalis hipokrit di negeri ini !

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 12 Jan 1999 jam 09:58:10 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke