----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

-----------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

-----------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Tuesday 12 January 1999 15:00 UTC



** INDONESIA  SESALKAN  KEBIJAKAN  POLITIK  BARU AUSTRALIA

** ABRI TANGKAP 16 TENTARA SEHUBUNGAN DENGAN PENYIKSAAN DAN PEMBUNUHAN
DI ACEH

** BANK ADB CAIRKAN PINJAMAN TAHAP KEDUA UNTUK INDONESIA

** KOREA UTARA AKAN PUTUSKAN PERJANJIAN DENGAN AMERIKA SERIKAT

** TOPIK GEMA WARTA: INDONESIA & TIMOR TIMUR: JAKARTA DISERUDUK KANGGURU
DARI BELAKANG

** TOPIK GW KEDUA: MAHASISWA TETAP AKAN BOIKOT PEMILU




* INDONESIA SESALKAN KEBIJAKAN POLITIK BARU AUSTRALIA
Pemerintah Australia mengumumkan kebijakan politik yang baru sehubungan
dengan masalah Timor Timur. Australia, sebagai satu-satunya negara Barat
yang mengakui integrasi Timor Timur ke wilayah Indonesia tahun 1976,
tidak lagi menutup kemungkinan bagi kemerdekaan Timor Timur. Mentri Luar
Negeri Australia Alexander Downer mengatakan Timor Timur harus mendapat
otonomi terbatas selama beberapa tahun. Setelah itu rakyat melalui
sebuah referendum bisa menentukan status akhir wilayah itu. Pemimpin
Fretilin Xanana Gusmao, yang masih ditahan di Cipinang, Jakarta, harus
berperan serta dalam penentuan status Timor Timur. Demikian pemerintah
Asutralia di Canberra. --Pemenang Hadiah Nobel Ramos Horta menyambut
hangat kebijakan baru Australia itu. Adalah langkah penting bahwa
Canberra mengakui rakyat TimTim-lah yang harus menentukan status akhir
Timor Timur. Sebaliknya Indonesia justru sangat menyesalkan perubahan
sikap politik Australia itu.


* @ABRI TANGKAP 16 TENTARA SEHUBUNGAN DENGAN PENYIKSAAN DAN PEMBUNUHAN
DI ACEH
ABRI menangkap 16 tentaranya atas tuduhan menyiksa sampai mati empat
warga desa propinsi Aceh. Ke-16 tentara diduga tergolong kelompok
militer yang menyerbu 40 warga sipil yang sebelumnya dimasukkan penjara
militer, oleh aparat keamanan. 40 warga sipil itu ditangkap sehubungan
dengan pemburuan Ahmad Kandang, pemimpin Gerakan Aceh Merdeka. Danrem
011/ Lilawangsa, Kolonel Infanteri Johny Wahab, mengatakan, bahwasanya
empat warga desa disiksa sampai mati serta 20 lainnya dicederai,
merupakan ulah yang biadab. Ketua YLBHI Lhokseumawe Yakob Hamzah
mengatakan sekitar 50 tentara terlibat penyerbuan berdarah warga sipil
tersebut.


* BANK ADB CAIRKAN PINJAMAN TAHAP KEDUA UNTUK INDONESIA
Bank Pembangunan Asia, ADB, hari ini menyetujui pencairan pinjaman
senilai 500 juta dolar kepada Indonesia untuk mendukung program
reformasi keuangan. Pinjaman ini merupakan bagian kedua dari ketiga
tahap pinjaman senilai 1,4 milyar dolar untuk Indonesia yang telah
disetujui ADB Juni tahun lalu. ADB selanjutnya menyetujui dana bantuan
teknik senilai 2,47 juta dolar untuk membantu pemerintah Indonesia
melaksanakan reformasi BUMN, Badan Usaha Milik Negara.


* KOREA UTARA AKAN PUTUSKAN PERJANJIAN DENGAN AMERIKA SERIKAT
Korea Utara mengancam akan memutuskan perjanjian penting dengan Amerika
Serikat. Dalam perjanjian yang tertanggal tahun 1994 itu, Korea Utara
berjanji akan mengakhiri perkembangan senjata nuklir, dengan imbalan
pemasokan reaktor nuklir Barat dan minyak, agar roda perekonomian Korea
Utara tetap bergulir. Menurut pemerintah di Pyongyang, Amerika melanggar
perjanjian yang disepakati dan menggunakan perjanjian tersebut sebagai
sanksi. Ancaman Korea Utara memutuskan perjanjian diumumkan menjelang
perundingan baru Amerika Serikat-Korea Utara di Jenewa, Swiss, Sabtu
mendatang. Pada perundingan itu Amerika akan menyampaikan
keprihatinannya terhadap program senjata nuklir Korea Utara yang
kemungkinan akan dilanjutkan lagi. Korea Selatan mencap ancaman negara
jiran di sebelah Utara itu sebagai retorik yang biasanya digunakan Korea
Utara menjelang sebuah perundingan diplomatik.


* DK-PBB BELUM SEPAKAT MENGENAI RESOLUSI YANG MENGUTUK ULAH UCK
Seusai pembicaraan persiapan, DK-PBB masih belum sepakat mengenai sebuah
resolusi yang mengutuk penculikan delapan tentara Yugoslavia di propinsi
Serbia Kosovo. Dalam resolusi yang diajukan oleh Rusia itu, UCK, pasukan
pembebasan Kosovo, diminta agar segera membebaskan ke delapan sandera
itu. Pembicaraan DK-PBB dilanjutkan di New York hari ini. UCK mengatakan
bersedia membebaskan sejumlah tahanan, kalau Serbia juga membebaskan
sejumlah pasukan UCK.


* SANTER TANGGAPI KECAMAN PARLEMEN EROPA DENGAN BERBAGAI USULAN
Ketua Komisi Eropa Jacques Santer di depan Parlemen Eropa menyampaikan
berbagai usulan untuk mencegah terjadinya penipuan dan mismanagement
atau salah urus. Santer mengusulkan penerapan kode etik bagi para
komisaris Eropa serta staf mereka. Selanjutnya, para anggota Parlemen
Eropa akan lebih banyak dilibatkan dalam pembicaraan mengenai
pengeluaran Uni Eropa. Dengan usulan-usulan tersebut ketua Komisi Eropa
Jacques Santer menanggapi kecaman Parlemen Eropa terhadap beberapa
masalah penipuan. Penipuan, terutama terjadi di berbagai program yang
dipimpin oleh komisaris Edith Cresson dan Manuel Marin. Anggota Parlemen
Eropa asal Belanda yang mewakili berbagai faksi politik mengatakan,
upaya kedua komisaris membela diri serta usulan-usulan Santer itu, tidak
memadai. Faksi sosial demokrat dan kristen demokrat masih terpecah belah
mengenai pemungutan suara mengenai dua mosi tidak percaya yang akan
dilaksanakan Kamis mendatang. Dengan tidak adanya kesepakatan, maka
kecil kemungkinan kedua mosi tersebut akan diterima.


* PEMANTAUAN PBB DI IRAK SEMENTARA INI DITANGGUHKAN
Pemantauan para inspektur senjata PBB dengan pesawat mata-mata Amerika
yang sangat canggih, sementara ini ditangguhkan sampai DK-PBB mengambil
keputusan mengenai masa depan inspeksi senjata. Hal ini diumumkan oleh
Richard Butler, pemimpin tim inspeksi senjata. Ia selanjutnya
menyinggung modernisasi misi PBB di Irak. Tetapi Butler tidak memberikan
rincian. Kelanjutan tugas tim inspeksi senjata PBB di Irak masih kabur,
setelah para inspektur tim dituduh bekerjasama dengan badan intelijen
Amerika, CIA. Pemerintah Amerika di Washington mengumumkan akan mengirim
lebih banyak pesawat tempur F-16 ke Irak, untuk menjaga wilayah yang
disebut no-fly-zone, dimana diberlakukan larangan terbang. Senin kemarin
pesawat tempur Amerika menembaki dua instalasi Irak. Hal itu merupakan
insiden yang kedua dalam kurun waktu dua minggu.


* PRESIDEN AMERIKA BILL CLINTON RESMI SANGKAL SEMUA TUDUHAN
Presiden Amerika Bill Clinton resmi menyangkal semua tuduhan terhadap
dirinya, yang tengah dibahas Senat Amerika sehubungan dengan prosedur
pemecatan terhadap Clinton. Dalam sebuah dokumen setebal 13 halaman,
Clinton, untuk pertama kalinya dalam prosedur pemecatan ini, resmi
menyangkal melakukan kejahatan ataupun pelanggaran yang membenarkan
pemecatan. Clinton kembali menyangkal tuduhan bersumpah palsu ketika
bersaksi di depan juri. Ia juga menyangkal tuduhan menghalang-halangi
proses peradilan.


* JAKARTA  DISERUDUK  KANGGURU  DARI  BELAKANG
Pemerintah Indonesia dalam pernyataan resminya menyatakan sangat
menyesalkan perubahan sikap Australia terhadap soal Timor Timur. Kami
prihatin dan khawatir perubahan itu akan mempengaruhi perundingan
segitiga tentang Timor Timur yang sedang berjalan. Demikian Direktur
Penerangan Departemen Luar Negeri RI Ghaffar Fadyl. Pemerintah
konservatif Australia yang dulu mengakui integrasi Timor Timur ke dalam
RI, sekarang mendukung perlunya referendum untuk penentuan nasib
sendiri. Suatu perubahan yang mengejutkan, dan dapat membantu
penyelesaian konflik Timor Timur, apabila skenario Jamsheed Marker dapat
terlaksana. Tapi bagi Jakarta, Negara Kangguru itu seolah menusuk dari
belakang. Lebih jauh ulasan redaksi di Hilversum...

Reaksi Jakarta itu cukup mengejutkan. Australia yang merupakan satu
satunya negara Barat dan negara terpenting yang mengakui aneksasi dan
integrasi Timor TImur ke dalam RI, selama ini sangat dekat dengan
Indonesia, baik di zaman Soeharto maupun sejak Mei lalu. Oleh karena itu
banyak pengamat menduga perubahan sikap Canberra itu paling tidak sudah
diisyaratkan atau bahkan dirembug lebih dulu dengan Jakarta, tetapi ini
pun ternyata tidak. Hal itu tampak dari reaksi Deplu yang
mengkahawtirkan dampak perubahan itu bagi perundingan segitiga tentag
Timor Timur. Bahkan mensesneg Akbar Tanjung yang tidak pernah berbicara
mengenai Timor Timur, mendadak menunjuk bahwa usulan Indonesia memberi
otonomi luas kepada Timor Timur itu tidak dimaksud agar disusul dengan
kemerdekaan. Baru beberapa hari lalu Menteri Luar Negeri Ali Alatas
menegaskan hal itu, sambil melancarkan kritik terhadap Portugal sebagai
penguasa kolonial paling buruk, dan mengkritik secara keras wakil
perlawanan Timor Timur Jose Ramos Horta.

Sekarang tanpa diduga Jakarta seolah ditusuk dari belakang oleh pihak
ketiga yang selama ini loyal kepada Indonesia, yaitu tetangga Kangguru.
Sejak menang pemilu dua tahun lalu pemerintah konservatif Australia di
bawah PM John Howard melanjutkan persahabatan dengan Jakarta yang
dirintis oleh PM Paul Keating yang sering disebut sebagai sahabat
Soeharto. Sejak jatuhnya Soeharto, para pengritik dalam negeri Australia
melancarkan tekanan kuat kepada Canberra agar mengubah
kebijaksannaannya, tetapi Canberra tidak bergerak. Pemerintah bayangan
yang disiapkan Kim Beasley dari oposisi Partai Buruh sementara itu sudah
menegaskan akan merombak politik luar negeri Kangguru, terhadap
Indonesia berkenaan dengan soal Timor Timur, jika menang pemilu nanti.

Sekarang pemerintahan konservatif menggembosi desakan dan kritik dari
oposisi dalam negeri maupun kritik kritik internasional terhadaap
Australia. Dengan menyatakan mendukung hak hak penentuan ansib sendiri
bagi Timor Timur melalui referendum, maka Menteri Luar negeri Australia
Alexander Downer kini menempatkan negaranya dalam jajaran terhormat
dunia internasional terhadap soal Timor Timur. Selama ini baru Afrika
Selatan sejak Presiden Nelson Mandela bertemu Xanana Gusmao dan PBB di
bawah Sekjen Kofi Annan yang mendukung penyelesaian soal Timor Timur
dengan menekan Indonesia dengan kuat agar membebaskan pemimpin
perlawanan tsb.

Dengan masuknya Australia dalam kancah kelompok penekan Indonesia dalam
soal Timor Timur, maka apa yang dikhawatirkan Jakarta bisa terjadi,
yaitu tekanan makin meningkat untuk mengarahkan penyelesaian soal Timor
Timur ke arah referendum. Ini berarti dukungan akan bertambah kuat bagi
Utusan Sekjen PBB Jamsheed Marker yang mengupayakan otonomi luas,
melalui suatu pemilihan umum bebas untuk membentuk pemerintah daerah dan
parlemen daerah Timor Timur, sebagai tahap panjang menuju solusi jangka
panjang. Dengan bantuan kehadiran dan pengawasan PBB, pemerintah daerah
Timor Timur, harus menyiapkan Timor Timur yang mandiri, dengan polisi
lokal yang menggantikan ABRI, dan membuka pintu bagi partai partai
politik Timor Timur untuk ikut serta dalam suatu pemilihan umum
tersendiri bagi Timor Timur. Apakah skenario Jamsheed Marker yang
didukung Xanana Gusmao itu akan terlaksana, masih banyak hambatannya,
terutama situasi keamanan di dalam Timor Timur sendiri.

Situasi kacau balau pro-kontra referendum di Timor Timur makin
mencurigakan, seolah-olah memberi kesan ada kalangan Indonesia dan elite
Timor yang pro Jakarta, yang ingin membela status quo sekuat tenaga
dengan jalan apapun. Jadi, di satu pihak, usulan otonomi luas dari
Indonesia yang dikembangkan Jamsheed Marker bisa membuka pintu bagi
persiapan kemandirian, demokratisasi dan pelaksanaan referendum bagi
Timor Timur pada jangka panjang. Tetapi, di lain pihak, tampaknya ada
usaha usaha untuk menjegal proses itu dengan membiarkan keadaan kacau
balau terus, sampai Uskup Dili Carlos Belo baru baru ini merasa perlu
untuk bertemu dengan seluruh danrem di Timor Timur. Tidak jelas apa saja
skenario yang dikembangkan dari Jakarta, tetapi jika ada usaha menjegal
usulan PBB yang pada jangka panjang dapat membuahkan referendum itu,
maka bahaya masih terus mengintip Timor Timur.

Walhasil, apapun hasil perundingan segitiga Indonesia dan Portugal bulan
bulan mendatang, jika pemilu Indonesia Juni nanti jujur dan adil, maka
pemerintah baru Indonesia yang demokratis, harus memulihkan jalan
demokratis pula bagi Timor Timur, yaitu jalan referendum. Untuk itu,
tetangga Kangguru sekarang sudah bisa ikut memperkuat tekanan masyarakat
internasional agar Indonesia menuju ke arah itu.


* MAHASISWA TETAP AKAN BOIKOT PEMILU
Jika kerusuhan terus terjadi, maka pemilu bisa diambil alih Perserikatan
Bangsa Bangsa (PBB). Jika hal itu terjadi, maka ini akan merupakan
penghinaan bagi pemerintahan Habibie. Laporan Syahrir dari Jakarta.

Mahasiswa yang tergabung dalam Forum Salemba menyerukan kepada seluruh
Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk menanggalkan sekaligus mengembalikan
seragam Korprinya. Seruan tersebut merupakan sikap mahasiswa terhadap
Golkar yang ngotot untuk dapat mengikutsertakan secara aktif PNS dalam
partai politik. Golkar nampaknya tak memilii iktikad baik untuk
mempersiapkan sebuah pemilu yang demokratis. Dan itu berarti sebuah
panggilan bagi kami untuk terus menyuarakan semangat demokratisasi bagi
negeri ini, kata Agus Haryadi, koordinator Forum Salemba kepada pers di
Jakarta kemarin.
Sebagai awal dari seruan tersebut, sebanyak 50 dosen Universitas
Indonesia Rabu ini di halaman Kampus FK UI Salemba bersama sejumlah
pegawai negeri sipil lain akan melepaskan baju seragam Korpri mereka.
Baju-baju tersebut selanjutnya dikumpulkan secara massal oleh mahasiswa
dan diberikan kepada rakyat.
Sementara itu pengamat politik UI, Arbi Sanit, mengatakan tak tertutup
kemungkinan pemilu 1999 akan diambil alih PBB, jika terlahir kelompok-
kelompok baru anti pemilu sebagaimana yang dilakukan mahasiswa
belakangan ini. Meski demikian pemilu harus tetap dilaksanakan, karena
tak ada cara lain untuk memberikan pembaruan kepada bangsa Indonesia
yang sedang tercabik-cabik di semua lini kehidupannya. Arbi Santi
menunjuk cara-cara yang dilakukan mahasiswa dengan berbagai kelompoknya
seperti Forkot untuk menentang pelaksanaan pemilu atau penciptaan
pembaruan bagi kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.
Sebelumnya Sekretaris Balitbang PDI Perjuangan Wijanarko Puspoyo
memberikan peringatan kepada DPR agar hasil pembahasan RUU Politik tidak
hanya menguntungkan Golkar. Sebab, dengan demikian menimbulkan kerusuhan
yang berkepanjangan. Kekhawatiran serupa juga dikemukakan Komite
Independen Pemantau Pemilu.
Ancaman para mahasiswa untuk memboikot pemilu 1999 tampaknya bukan
sekedar gertak sambal. Sembilan organ mahasiswa yang tergabung dalam
Komite Mahasiswa Bersatu menyatakan menolak pelaksanaan pemilu 7 Juni
mendatang, karena mereka anggap tidak sah dan tidak aspiratif. Pemilu
mendatang dirancang oleh pemerintah yang tidak punya legimitasi di mata
masyarakat. Karena itu kami anggap tidak sah dan tidak aspiratif. Kami
juga melihat masyarakat belum siap menghadapi pemilu tersebut, kata
Sumamiharja, wakil mahasiswa Keluarga Besar Mahasiswa Universitas
Indonesia.
Walaupn baru disahkan 28 Januari mendatang, tapi mahasiswa melihat RUU
Pemilu tidak akan merekomendasikan penyelanggaraan pemilu yang
demokratis dan akomodatif terhadap setiap keinginan masyarakat. Karena
RUU ini juga rancangan dari orang yang itu-itu juga.


-----------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
-----------------------------------

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 12 Jan 1999 jam 16:13:33 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke