---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- KRONIKEL BUREK BULAN PUASA 99 Bulan ramadhan ini adalah bulan yang terbaik untuk mengharapkan tindakan2 terbaik. Dari semua pihak. Dan benar, dari pihak masyarakat umum ada perubahan sikap dengan menurunnya kegiatan2 penghujatan dan demonstrasi. Saat2 untuk mengharap yang terbaik. Harapan tidak terpenuhi juga biasa. Tetapi dari pihak penguasa, bulan ini justru menunjukkan dasar dari niat mereka. Pandita tidak dapat mempercayai habibi, (walau berharap untuk itu, demi mempermudah transisi) karena itikad yang jelek, dan sikap yang tidak serius, jalur pemikiran yang keliru terus, serta watak dasar pemimpin yang picik dan licik sisa orbaniyah. Pada saat ekonomi booming, seperti sering Pandita sebutkan, mempunyai presiden seperti si cebol ini sekedar amusing, dipimpin wong gendheng, tetapi di jaman seperti sekarang, catastrophic, londo bilang, atau bencana besar. Pemimpin yang out-of-touch, lembek, korup dan wishful thinking. Benar. Dimulai dengan amok ratih dari militer. Pandita tidak ingin berdebat dengan Perwira yang mestinya baek itu, tetapi militer Indonesia , ABRI, adalah institusi dengan moralita yang paling hancur. Dimanjakan oleh soe, sambil ditempilingi, uang saku sangat tipis kudu ngemis, perbedaan perlakuan antara troop soldiers and their generals yang sangat jauh. Kekuasaan2 yang tidak dikontrol sebagai gubernur, menteri, bupati sampai camat. Telah menghancurkan moralita kaum militer ini. Mestinya tidak semuanya, para taruna seharusnya bisa lebih baik. Tetapi karena kultur monolitik militer (yang biasa2 saja) menggaransi infeksi virus kejahatan ini merasuk. Impian dari semua trooper adalah jabatan basah, rumah dinas jeger dan duit gampang, buat cari cewek gampang. Beberapa dari mereka memperolehnya, seperti undian gila, dengan cara kolusi dan sogok. Rusak semua. Tentu saja adanya sang Perwira dan konco2nya masih ada harapan perubahan di kemudian hari. Tetapi sekarang kita pastikan perubahan ini selain akan sangat lambat juga penuh dengan khianat dari dalam. Militer Indonesia memang tembre moral. Wiranto adalah tokoh yang awalnya penuh harapan. Tetapi when push-come-to-shove, kondisi memepet, tidak ada sekali watak negarawan. Selalu mubat mubet mencari keuntungan pribadi dan kelompok secara awut2an. Memang benar kita tidak menilai pangab hanya dari ratih. Memang tidak, ratih itu sendiri hanya contoh luar dari keimanan wiranto yang sangat tipis. Seluruhnya bagi dia adalah tindakan2 menyelamatkan nama pribadi. Menunggangi korps. Kemudian pemerintahan. jaksa agung dengan masalah BMW nya. Sebenarnya, secara faktual, masalah ini memang bukan masalah besar karena apa ? Karena semua pihak di semua departemen2 melakukan hal yang sama. Bahkan dalam kelompok sasono yang kerakyatan pribadi itupun mercy dan bmw bertebaran. Satu2nya perubahan selama reformasi ini adalah jatuhnya mobil2 mewah ke tangan kroni yang dulunya kere. Tentu saja jagung sebagai sumber hukum Indonesia, mendapat hadiah mobil mewah dari probo sungguh tidak menjamin penegakan hukum. Yah, tetapi begitulah manusia Indonesia versi habibi. Lalu gegeran RUU politik, suatu sport baru yang sangat mendasar dalam negara demokrasi. Golkar sebagai pihak yang push-come-to-shove (pcts) alias kefefet (gateel..). Akbar bercongor anjing sih bukan berita baru, seperti umumnya pelacur. Tetapi bahwa Kikik si marzuki yang darusman ini, dipaksa ikut bayar fee anggota golkar dengan membacot logro soal HAM agak bikin ngelu. Memang tidak ada jabatan tanpa bayaran, Kikik jadi ketua golkar tapi " nyantai" soal macem2 itu jelas2 bikin panas banyak bajingan golkar yang terpaksa berlumpur ria demi tujuan slewo golkar sejak dulu. Kasus kik ini membuktikan ramalan Pandita tentang maling legalitas memakai efek OJ di Indonesia. Bantahan PBHI soal ini sangat baik adanya. Karena kita akan semakin sering berurusan dengan perkara2 seperti ini, tidak terlalu jelas byar-pet item-putih jahat-baiknya. Tidak kaya dongeng cinderella atau alibaba, jahat tidaknya blak2an gampang. Ini perlu uteg untuk menyaring, bukan emosi. Pada Era Blawur seperti samkok (oya, terimakasih untuk pihak yang menawarkan Romance of three kingdom, Pandita menggunakan resource yang sama. Thanks anyway, keep in touch) semua pihak adalah nuansa dari jahat baik. Perlu pemikir2 lurus, semacam tulisan PBHI diatas. Yang sekarang, alhamdulilah, jumlahnya lebih banyak dari puasa tahun lalu. Jaman semono sangat sepi, saiki ana macem2. Lalu Operasi wibawa logro sang pangab. Ini operasi dengan semangat orbaniyah tulen, tujuannya bales dendem memamer kekuatan ditengah gombal2an. Secara militeristik pun pilihan operasi (yang kaya londo dulu, pura2 didepannya operasi polisi ! maling idea londo!) yang sangat di pertanyakan. Pencetusnya sebenarnya harus diadili dengan tuduhan memperjelek nama abri. Hasilnya ternyata jauh melebihi rencana, ada gerombolan pengacau rakyat (gpr) menggebuki tahanan selama 2 jam sampai mati , sementara penjaganya sedang menunaikan kewajiban agama sholat secara tepat waktu bagi teman2nya menunaikan kewajiban agama simpanse, gebukin orang yang bisa digebug. Jelas oknum. Seperti halnya peran antara TNI AD dan brimob dengan panser dulu. Oknum wiranto itulah penyebab prima, karena tidak membentuk kedisiplinan wajar bagi abri. Walau pelaksananya para kamikaze TNI AD - ABG. Terus ada penjarahan Karawang, gladi-demo kelompok soeharto. Menekankan kepada semua pihak di Indonesia, betapa perlunya pengobokan untuk membentuk kebijakan negara. Bahwa soehartois ini bersekongkol dengan Abri - TNI AD adalah jelas. Banyak oknum. Termasuk wiranto dapat dipastikan adalah oknum dalam konfigurasi ini. Belakangan , dengan perlunya mengadakan arisan ex-ajudan, wiranto bergerak mengangkat konco2 di Abri. Tidak ada soal benar atau salah baik atau buruk, wiranto kan butuh konco. Sampeyan ndak bisa nyegah buat apa komentar. Paling akhir, untuk tidak terlalu panjang cerita2 soal yang depressing ini, kasus bersusulan dengan orang2 kefefet di pemerintahan. Menarik melihat si ramelan, si korup pendiam ini mengamuk sama Jepang yang membongkar bisnisnya di beras Jepang. Tentu saja, dia dengan semangat soeharto di diponegoro dulu, jual beras mahal dihargain murah, agar bisa beli beras murah buat makanan kere. Sambil ngantongin komisi. Si sissy ini berani ngamuk, nuduh2 Jepang, tentu saja karena dia sadar bahwa yang dirugikan adalah raknyat negara ini, mempersulit memperoleh bantuan lagi, pribadi marem bisa ngamuk. Tindakan2 ini, pemerintah mempersulit bantuan asing untuk kepentingan pribadi, adalah policy dari saddam dan korea-utara yang layak disimak. Terutama oleh manusia2 Kultur Kahyangan di pemerintahan kita ini. ANALISA. Mengapa sebenarnya, manusia2 yang tembre2 seperti wiranto, habibi, ramelan, sasono, baramuli dan practically semua tokoh teras, bertindak aneh dan jahat bagi rakyat, untuk alasan yang ringan2 seperti diatas ? Oke... oke.. mereka goblog. Benar. Apa lagi ? Mereka edan, oke boleh untuk kasus baramuli. Apa lagi ? Tidak pancasilais ? Bukan bukan.. Ya, Kultur Kahyangan. Mereka merasa lain. Lihat saja dirjen2 baru nya sasono, tanri, KLH, bagaimana perubahan mereka sebelum - sesudah ? Bukan, bukan hanya mobilnya yang berubah mewah. Oke ada juga yang jasnya berubah. Apa ? Mereka merasa telah masuk executive club. Membership of swargaloka. Sebagai dewa, naik bmw 318 kaya jam2an itu masih enteng. Dewa lain naik seri S ! Jadi dewa kaya ini masih banyak yang dendem. Kurang jeger. Inilah selip antara persepsi rakyat dan persepsi dewa. Ke-dewa-an adalah konsep kultur soeharto yang sangat kuat mencengkram karena enak jatuhnya. Yang dia berikan pada kroni2nya adalah status dewa, tidak lebih. Duit disuruh cari sendiri dengan korupsi kolusi, kekuasaan harus diperoleh sendiri dengan berpolitik sikut menyikut. Soeharto bahkan pasang loop (lingkaran2 api) yang dia suruh kroni2nya jumpalitan bagi hiburan dia. Hiburan raja adalah melihat pendekar2 lelalang di sodomi didepannya. Melihat anak buahnya mengalami humiliation. Ini akan berterus kebawah. Sang dewa yang ter-mehek2 didepan capo akan melakukan yang sama di tanah perdikannya, demi kesehatan jiwanya. Dan berbasis dendem, ini akan sangat dalem adanya. Jalan terus sampe sekarang, walau agak terkekang . Habibi memang tidak cukup male-hormon untuk bermain kejam seperti soe. Bahkan biasanya dulu dia ada di receiving end, yang ngubek berusaha menyenangkan boss capo sebagai court-jester versi teknologi. Profil psikologi nya jadi agak lain, dia adalah spoiled son berusaha jadi capo. Yang tidak dipercaya. Di anak2 buahnya lain lagi. Kultur Kahyangan tetap berjalan mulus sampai sekarang. Di abri, yang memang selalu ada porsi buat ini, pasti akan seterusnya. Ini sebabnya kepemimpinan abri di sipil harus dihentikan. Selama bupati2 tetap abri, seperti Banyuwangi itu, dan Karawang pula, pastilah kultur kahyangan edan ini akan tetap merembes ke sipil (kalau di militer, diberakin atasan adalah kewajiban yang mereka pilih sendiri, sipil tidak). Kultur Khayangan ini bahkan sudah merembes ke partai2 baru. Ada yang merembesnya lewat pendanaan, ya jelas sangat berat. Tetapi Kultur Kahyangan dalam versi lain, juga hidup subur di kalangan Islam militan (tentu saja, siapa yang paling mirip mafioso kalau bukan regim2 Islam radikal). Dengan segala cara, machiavelian. Penyusupan, jual cewek, tipuan, bantaian. Pokoke menang. Apakah ini salah ? Tidak. Manusia pada dasarnya memang demikian. Politikus Jerman dan Amerika adalah samkok modern. Maling adalah cara menang terbaik Yang masalah adalah soal lapangan NBA itu lagi. Disaat belum ada hukum netral, free-for-all seperti samkok dulu, ya rakyat paling amblas. Di-obok kiri kanan, seperti di Aceh. Ngikut Kandang juga kaga, tetapi di owok2 kedua pihak. Seperti bosni, kosovo, sudan dan mblgedes lainnya. Fairness bule hanya bisa diterapkan setelah lapangan jadi. Padahal di jaman Kedaulatan rakyat ini yang paling penting. Pemerintahan sebenarnya boleh saja sosialis atau federalis atau republikan, asal menghargai HAM dan Kedaulatan Rakyat. Dan menjaminnya. Tidak ada manusia lebih bernilai dari manusia lain sehingga boleh memutuskan sepihak bahwa rakyat butuh ratih untuk mengadu domba antara sesamanya (memang penginnya begitu koq ? logika indah dewa edan) Jaminan pelaksanaan juga tidak bisa sekedar gue janji nih . Apalagi janji nya spesifik menguntungkan diri sendiri! Janji PNS netral kok ! Manusia Indonesia bertaqwa dan beriman, jadi kalau kerusuhan pastilah mereka yang kurang iman ! Bukan gue. Janji satpam adalah janji pengamanan, Tidak aman berarti cedera janji. KEPEMIMPINAN Setiap periode membutuhkan jenis pemimpin yang berbeda. Di kalangan simpanse kita tidak bisa mengadakan negara demokrasi . Ndak nyampe. Baikan model machiaveli saja, bunuh tokoh2 di depan umum, si pembunuh seperti highlander macleod, menyerap enerji korbannya. Sebenarnya enerji itu dalam bentuk rasa giris pihak ketiga. Soeharto dulu sukses sekali soal ini. Sasono sedang mulai, ngancam2 pake Islam. Militer dari dulu sampai kini. Betapa ngegirisi berurusan dengan militer dialami rakyat sampai kini. Membuat tugas preman berseragam jadi gampangan. Simpanse. Pada periode kita saat ini, pergerakan menuju Kedaulatan Rakyat sejati. Kesetaraan Manusia. HAM. Kita memang perlu pemimpin yang khas. Negarawan. Seorang Mandela. Seorang dhuafa yang tidak minder, dan tidak dendem. Tetapi ber kharisma, jangan bodo2 amat, pantat kapalan anti-jilat. Mampu menahan sogokan kekayaan maupun sogokan politis, mampu menolak dijadikan Staff Dewa. Nyatanya jauh harapan, para mandela disikat, simpanse dijilat. Biar begitu tokh kita jangan ngotot, terutama yang tinggal di Indonesia, bukan kaya jusfiq yang teriak2 toh tidak bakalan mati dan semakin keras malah makin beken. Juga jangan ndaftar jadi jihat2an model pamswakarsa, kamikaze koplo balung kompor neroko. Kita harus mampu count our blessing (mentalita jowo Pandita menyeruak, harap difahami). Blessing memang in short-supply recently. Ada lah dikit2. Disini ada warning lagi, jangan terbuai kampanye soeharto yang menyatakan bahwa dia masih tetap berkuasa. Jika mindset kita memang demikian, semakin mudah baginya untuk benar2 berkuasa. Habibi banyak pura2 sekarang, pura2 rakyat kecil, merendah. Yang tidak masalah baginya memang. Tetapi yang kita butuhkan dari dia bukanlah cebol-mendheleb. Tetapi berani menggunakan kekuasaan yang sementara ini dikuasainya untuk perbaikan. Kebencian Pandita pada habibi berbeda dari soeharto. Soe, hartono, prabowo dan gang ginanjar adalah manusia2 rakus kejam. Habibi adalah manusia tidak capable. Wrong man in the wrong place. Dengan situasi seperti sekarang, monyet bingung seperti habibi ini bisa sangat berbahaya. Karena dia kirim message ke-sana sini secara sembarangan. Mecat beberapa menteri secara sembarangan saja mungkin lumayan buat gibi ini. Paling safe adalah si panangian dan durin. Rada kendhel anggota gang ginanjar, atawa gie nya sekalian. Paling kendhel sasono apa wiranto. Bak gerakan kungfu si Buta, message nya bisa indah. Yeh, ora wani. Apa bisa diharap dari cebol. PETA PARA SETAN LAGI. Sebelum gus Dur bergerak ke dialog batalnya, habibi memang drifted kearah yang sangat berbahaya, yaitu negosiasi dengan soeharto. Gerakan gus yang kontroversial ini bak airing-operation, membedah abses (bengkak bernanah) agar kena udara dan kering. Sehingga memang tidak penting apakah dialognya jalan, yang penting semua membicarakannya, sehingga suatu koalisi gelap2an habibi-soe jadi batal, kemaluan semua. Koalisi terbuka pun lebih baik daripada koalisi gelap. Bagusan lagi non-koalisi. Sekarang ini dunia politik lebih menarik. Karena para Dewa-setan itu tidak segampang dulu untuk koalisi2 bedundhukan. (bayangkan, dulu idiot ekonomi kaya tomy bisa dapat apa saja tanpa impunity. BPPC, lapangan terbang , pelni, mobnas. Sekarang ini kalau tariq mau minta lapangan terbang bisa kita pelinteng pelirnya dengan katapel mahasiswa). Peta para setan yang Pandita tulis dulu, ex-soe, abri-hitam gila ABG, sasono GPI dan thole bingung habibi. Masih jalan. Koalisi saling silang antara mereka masih tetap in-the-works . Si thole mau koalisi soe tapi dia mau didudukan kembali jadi thole-gembengan (mending sih daripada tidak jadi presiden lagi, fikirnya). Eh, digembosin si Buta. Padahal sudah kadung negosiasi ABG-soe. Rada kabut. Apalagi si GPI jadi sadar ada selingkuh ini. Januari ini GPI tersinggung, mereka nggembor bahwa janganlah kita kaum hitam terpecah-belah, lawan kita sesungguhnya adalah rakyat banyak (ini implied message, bukan verbatim). GPI cari stok isu, dapet juga si theo syafei, stok sebelum nopember. Kebetulan syafei ini bukan malaikat punya, berbau soe. Spin doctor bergerak, wes-ewes. Beri ruang buat para setan untuk nafas. ABG yang sudah mulai bercampur ke mainstream abri (nila seember di kolam susu) tarik nafas. Gimana nih isu abri-pestol-gombyok makar ? Thole menggencet dengan ancam2 soeharto : loe tra bisa tinggalin kita ! ABG pasti akan meningkatkan tekanan dengan obok2 rakyat, kirim kamikaze2 edan ex-ninja banyuwangi ke Karawang. Bikin bom. Bleduss.... hehe geger sampeyan (gampang yah ?). Kita lihat gendang gendut para setan ini tetap saja. Semua rahasia2an dari rakyat, sumber kekuatan mereka. Eh, partai kere ginanjar malah mau main lagi, ancam2 ekonomi makro. Rekapitalisasi bendundhuk. Gue masih ada lho !! Ujreg2an di kahyangan ini sebenarnya urusan tai. Ginanjar gank ini bikin ngelu setiap kali, kaya wudunen di pantat. Makelar asli saben ada sabetan gak peduli kerusuhan, nyolong terus. Kekacoan tetap akan terjadi. Mengapa ? Apa karena Gusti Allah ora adil ? Bukan. Tetapi karena memenuhi Hukum Kejadian. Cukup alasan terjadilah. Dan Gusti Allah belum mau mencabut Hukum Kejadian. Repot nanti seluruh universe. Dan sesungguhnya itulah yang akan terjadi. Udreg2an para setan di kahyangan, dan kerusuhan2 sosial pastilah terjadi. Kecil2an di berbagai kota kecil. Latihan buat Tebas nya tutut belum full-scale nih. Belum ninja ABG, Ratih kamra nya wiranto. Lalu pasukan jihad-jahat nya GPI. Semua pihak pake topeng partai politik baru. Persona2 baru ini makin rame, ada yang ngaku Islam fanatik sebenarnya ABG, ngaku thole-gibi sebenarnya soe. Dan pasti banyak oportunis yang ngikut kiri kanan, supaya bayaran dobel2 sambil menggali data intel buat dijual. Ning-nong-ning-gung. Ning-nong-ning ! Adanya PAN PKB PDI mega, merupakan kantong2 enerji yang bisa digunakan para setan untuk bikin bom gedean dengan biaya purah. Cukup dengan ninggalin intel melayu didalem ngebom. Abri dan pemerintah sebagai pemegang corong resmi akan bergencar : jangan mengobok dong ! Sambil mengobok dan mencebok. Wis wis. Belajar dari sejarah, Amerika juga mengalami hal2 seperti ini selama ber-tahun2 di 1850an. Ya wis, Gusti Allah boten sare, cuman lagi main video-game. Wong jowo sedunia : jalani saja ! Aja melu2, wis pokoke asal mangan, sadulur ana sing ngedan ditinggal, nengna bae ! Stay on your own turf ! Terakhir, gila2an begini oleh penguasa bisa saja dituduhkan ke arah setan soe dan ABG, tetapi asas manajemen menyatakan dalam terjadinya kekacauan maka pemegang otoritas tempat bucks stop here, dirut ceo presiden adalah yang paling bertanggung jawab, dan satpamnya untuk urusan keamanan. Bisa dimaafkan jika dia telah berusaha keras. Tetapi CEO cebol kita bukannya tidak berusaha keras, malahan tidak serius, dan coba2 mengail di air keruh. Jelas habibi tidak perlu kita dukung. Jelas ? Pesan Pandita ? Jangka pendek, semuanya akan terjadi. Kaco2an para kroco kacoak. Tapi ndak usah ke ge-er an pastor modar spanyol segala. Paling2 kerusuhan2 usaha2 jarah, serbu2 kantor polisi. Meningkat pengeboman kantor2 dan mal2. Provokasi setan. Dibedilin wiranto. Yang mati ya bangsa sekitar 3 rebuan, nyawa murah. Kalo masup betawi atawa suroboyo ya rada gedean, sakgebrakan bisa modar serebu. Takkan tercegah, skalanya aja naik turun. Kalo ini diujungnya ada pemerintahan yang lepas dari orbaniyah (gang ginanjar minggat dari kabinet, abri santun pestol-gombyok style, Islam menengah yang menang, bukan kere2 fanatik) maka kita akan balik jadi negara mediocre. Mencret2 ngelesot menuju milenium ketiga. Taon 2002 kita kemplang semua utang luar negeri, mulai lagi kaco. That s life. Jelas investasi asing yang mau masuk cuman dari para mafioso saja yang telah terbiasa dengan rampog2an. -- Oya, buat netters yang titip nanya2 trus soal CIA factor, tidak akan dibahas karena itu cuma isu logro di kalangan militer, shit saja. Semuanya adalah karya bangsa dewek, made in Indonesia. Komponennya ada yang ngimpor itu saja. Ini bukannya Pandita pro-barat atawa antek CIA. Kayata Pandita selalu ngomong, rakusnya bule lebih gede timbang cino, dan akal pedagang2 mereka (MNC barat ala Freeport Arco etc) juga bulus-jimbung. Tapi efeknya sekarang kecuali pada bebrapa abri melayu ter-kentut2 bule pengin ngenger londo, bisa dibilang nol besar. Entah apa maksude gus dur me-logro-kan diri soal unilever. Pandita malah pengin isu ini dijadikan kambing hitam sama2 , biar marem kenapa kita tidak sikat saja itu tambang Freeport, lalu dibagi2 sesama rahayat lewat abri dan gibi ? Moffetnya kita ikat di es balok seminggu lalu dilepas di bagdad, titip si wowok sebagai tugas negara. Abri katimbang fitnah2 mahasiswa kangelan ora hasil, fitnah aja londo2 ini terus sikat hartanya, malah hasil, tukokna sembako gawe bintara kere. Wis wis.. Pandita sendiri akan meneruskan jadi pencatat chronicles of the damned. Bureklah negeri ku. Asal ora diserbu sri rama lan wadyabala monyet, aku tetep turu terus. Pesan lesu Kumbokarno. Sang Pandita. 14/1/1999 ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 14 Jan 1999 jam 11:05:39 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
