----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Saya mendapat beberapa informasi untuk melengkapi tulisan saya tentang
ada apa di balik isu dimajukan perayaan Imlek. Salah satu sumber yang
mengatakan perayaan Imlek dimajukan sebenarnya datang dari salah satu
vihara di Jakarta. Sayang sumber tadi tidak mau menyebutkan vihara mana
dan kenapa pihak vihara tadi menganjurkan umatnya agar cepat-cepat
merayakan Imlek pada tanggal 16 Januari nanti. Mungkin salah satu
pertimbangannya adalah ketakutan terhadap kerusuhan apabila dilakukan
setelah Lebaran sebagaimana saya sebutkan dalam tulisan saya tadi.

Satu lagi isu yang sangat mengada-ada adalah orang Cina memajukan Imlek
agar berdekatan dengan hari Lebaran itu, memang disengaja untuk
berbenturan dengan perayaan Idul Fitri umat Islam itu. Untuk apa?
Katanya memang untuk "cari gara-gara." Isu tersebut kira-kira begini:
Orang-orang Cina yang selama ini disakiti oleh orang Islam, akan
merayakan Imlek menjelang Lebaran, supaya harga barang-barang akan naik
tajam, dan membuat orang Islam setengah mati untuk memenuhi kebutuhan
Lebarannya. Isu seperti ini tentu saja amat sangat absurd, omong kosong,
mengada-ada, dan kekanak-kanakan. Yang menyebarkan isu demikian ukuran
otaknya mungkin tidak lebih besar dari ukuran otak ikan teri. Sama
halnya dengan isu sewaktu beberapa gereja dibakar di Bekasi. Alasannya
untuk membalas dendam Irak, yang dibom Amerika Serikat!

Sumber lain mengatakan bahwa sebenarnya isu dimajukan perayaan Imlek
tadi didasarkan pada kepercayaan orang Cina dalam menghitung tahun  barunya.

Setiap tahun Imlek biasanya akan berakhir sebelum musim semi tiba (Lik
Juen). Jarang terjadi tahun baru Imlek jatuh setelah musim semi tiba.
Imlek jatuh pada masa setelah musim semi terjadi pada tahun yang disebut
tahun Lun. Tahun 1998-1999 yang termasuk tahun Macan ini merupakan tahun
Lun. Maka tahun Macan ini akan berakhir setelah musim semi tiba. Menurut
perhitungan kalender Cina (Cap Ji Shio), tahun Macan kali ini akan
berakhir pada tanggal 15 Februari 1999 (Ju Si). Maka tahun berikutnya
yang merupakan tahun Kelinci (tahun baru, Imlek) akan dimulai tepat
setelah pukul 24.00, tanggal 16 Februari 1999, atau 1 Cia Gwee 2550.

Perayaan Imlek yang bertepatan pula dengan dimulainya musim semi di
Cina, dikatakan juga sebagai perayaan musim semi, atau Chun Jie. Masa
ini dipakai untuk berkumpul dengan keluarga dan melakukan refleksi dan
pembaruan jiwa. Kebiasaan berkunjung satu dengan yang lain (Bai Nian,
Zou Chun, atau Tan Chun) sebagai bagian dari perayaan Imlek,  konon
dimulai sejak masa Dinasti Ming dan Dinasti Qing (abad ke-14 Masehi).
Sedangkan kebiasaan merayakan Chun Jie secara nasional dimulai pada masa
Dinasti Han (abad kedua sebelum masehi)

Lalu kenapa sekarang harus dimajukan perayaannya? Ada yang bilang, kalau
dimajukan perayaan tersebut akan mengacau sistem perhitungan kalender
Imlek. Jadi hal tersebut tidak mungkin dilakukan. Tetapi sebenarnya yang
dimaksud dengan dimajukan adalah perayaannya, bukan penentuan jatuhnya
hari Imlek itu sendiri. Jadi kalau perayaan tersebut dimajukan tidak
merupakan masalah dalam sistem perhitungan kalender Imlek. Alasan
tersebut tidak bisa diterima.

Beberapa orang mengatakan perayaan Imlek boleh-boleh saja dilakukan pada
tanggal 16 Januari (lebih cepat daripada seharusnya). Alasannya adalah
bahwa menurut kebiasaan -- seperti yang saya sebutkan di atas --
perayaan Imlek memang dilakukan sebelum musim semi (di Cina) tiba. Hanya
dalam kurun waktu sekitar seratus tahun, Imlek dirayakan setelah musim
semi tiba, yakni pada tahun Lun. Dari dasar ini, katanya, tidak mengapa
merayakan Imlek pada tanggal 16 Januari itu. Tetapi tentu saja jauh
lebih baik jika perayaan itu dilakukan bersama-sama dengan seluruh orang
Cina di seluruh dunia.

Alasan dimajukan perayaan Imlek ke tanggal 16 Januari, juga didasarkan
pada kepercayaan orang Cina terhadap apa yang disebut ciong (kesialan).
Alasannya, nanti pada tanggal 16 Februari kita memasuki tahun baru Imlek
yang disebut tahun Kelinci. Tepatnya Tahun Kelinci Tanah. Padahal
sebelumnya adalah tahun Macan Tanah.  Tahun Kelinci Tanah ini masih
masuk dalam lingkaran "ekor Macan Tanah." Karena itu akan selalu membaca
ciong (kesialan), karena "macan akan memangsa kelinci." Untuk
menghindarinya dilakukan siswak ("membebaskan"). Caranya dengan
merayakan Imlek tersebut satu bulan sebelum Imlek itu tiba. Perhitungan
seperti ini dilakukan beberapa paranormal di Hongkong, tetapi suara
mayoritas tidak menyetujuinya. Pemerintah RRT dan Taiwan sendiri
menyatakan tetap merayakan Imlek sesuai dengan harinya (16 Februari 1999).

Apakah perayaan Imlek itu harus tanggal 16 Januari, atau 16 Februari?
Jawabannya saya kira sudah cukup jelas. Tetapi yang jauh lebih penting
daripada waktu perayaannya adalah makna hakiki dari perayaan Imlek itu
sendiri. Tentu saja. ***

Salam
Lion

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 14 Jan 1999 jam 11:04:59 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke