----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

From: ibnu fajar

Kasus yang selama ini terjadi di Indonesia dan bangsa Tim Tim adalah
karena adanya gerakan komunis baru yang berkedok pembela. Masalah ini
telah tumbuh dalam regim penguasa sejak jaman Suharto yang pada akhirnya
semakin brutal dan kejam.

Kasus Tim Tim merupakan suatu kasus penjajahan yang diprakarsai oleh
pemimpin Tertinggi Komunis Suharto dan perwira-perwiranya di lapangan.
Kekejaman yang dilakukan secara terorganisir merupakan suatu bukti
betapa brutalnya ABRI dan penguasa komunis ini.

Setelah bangsa Tim Tim semakin bersatu menentang penjajah, pemerintah
dan ABRI yang komunis berusaha memecahbelah dengan menciptakan
kelompok-kelompok pengacau dukungan Jakarta.

Peristiwa pemusnahan bangsa Tim Tim sudah lama berjalan. Sekarang dan
sudah terjadi pula pada masyarakat Aceh  dan masyarakat Indonesia pada
umumnya yang sudah sejak jaman penjajahan berjuang bersama. Sungguh
tragis akhirnya rakyat Indonesia sendiri harus menghadapi kenyataan
dijajah sendiri oleh penguasa dan ABRInya. Sungguh sangat menyedihkan
situasi seperti ini.

Kekomunisan ABRI dan penguasa semakin nyata dengan tindakan para
jenderal dan perwira tinggi lainnya. Kasus Tri Sutrisno dan Edi Sudrajat
memperebutkan seorang janda mantan istri anggota ABRI yang tewas di Tim
Tim.
Bayangkan, para anggota dikirim ke medan pertempuran agar terbunuh
supaya istrinya yang cantik dapat diperebutkan para jenderal berbintang.
Kasihan sekali dan memalukan mental para perwira tinggi dan penguasa
Indonesia. Taktik perang tak pernah dimiliki tapi taktik menjerat wanita
sangatlah ampuh dan tangkas dikuasai para perwira dan penguasa.

Alangkah sedihnya sebagai bangsa Indonesia memiliki para penguasa dan
ABRI dengan jiwa bajingan dan hanya memiliki perikebinatangan. Para
perwira ABRI tentu akan mendapatkan lencana bukan karena prestasi
membela negara tapi karena prestasi membunuh bangsa dan rakyatnya
sendiri.

Sebaiknya ABRI dan penguasa mawas diri supaya tak terjadi lagi korban di
manapun di Indonesia.  Sebaiknya pula ABRI dan penguasa mawas diri
dengan mengakui hak dan martabat rakyat Tim Tim menentukan masa depannya
sendiri karena bagaimanapun Tim Tim bukan merupakan bagian dari
Indonesia baik secara budaya, sejarah, etnis, bahasa, dan kepercayaan.

ABRI dan penguasa sebaiknya sejarah jantan mengakui bahwa  kalian telah
gagal menghadapi para pejuang gunung Tim Tim yang berjiwa besar dalam
mengusir penjajah. Janganlah mengadudomba masyarakat Tim Tim untuk
saling membunuh kemudian menguasainya karena hal ini hanya akan semakin
menunjukkan kepada dunia bahwa penguasa dan ABRInya benar-benar binatang
manusia terbuas yang pernah lahir.

Bagaimanapun, diplomasi kita akan semakin mundur karena kebodohan dan
ketololan kita dalam masalah Tim Tim. Penguasa dan ABRI hanya memiliki
visi menjajah, mengadudomba dan mengusai dan tidak memiliki
perikemanusiaan. Dunia semakin maju jadi berusahalah untuk lebih
bersikap wajar dan waras.

Habibie seharusnya membuka mata dan belajar lebih banyak dari segala
dosa yang telah ditanamkan oleh Suharto di daerah-daerah yang dijajahnya
seperti Tim Tim. Ali Alatas haruslah lebih dewasa dan jantan untuk duduk
berembuk dengan pihak penentang  penjajahan. Jangan lagi menunjukkan
sikap sombong seolah Tim Tim merupakan milik Indonesia. Sejarah telah
membohongi rakyat Indonesia dan sekarang merupakan tanggung jawab
pengusa dan ABRI untuk menjelaskan tentang penjajah atas wilayah Tim
Tim. Semoga anak cucu bangsa Indonesia dapat tenang karena tindakan
brutal para penguasa dan ABRInya di masa lalu di wilayah itu. Jangan
pula jadikan para pemuda Indonesia tewas di Tim Tim hanya karena
kebodohan dan keserakahan kaum penguasa. Sudah banyak orang Indonesia
yang kehilangan sanak keluarganya karena penjajahan tak
berperikemanusiaan ini. Jangan pula orang Tim Tim dijadikan korban dari
ambisi kebinatangan kaum penguasa dan ABRI.

Semoga para penguasa dan ABRI sadar dan tak serakah dan menyelesaikan
masalah Tim Tim.

Wong Solider perjuangan Timor.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 14 Jan 1999 jam 11:14:44 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke