----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Stockholm, 13 Januari 1999

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

APAKAH BENAR DENGAN MENERIMA TUHAN YESUS KRISTUS DAPAT KEPASTIAN MASUK
SORGA?.
Ahmad Sudirman
Modular Ink Technology Stockholm - SWEDIA.

Selamat melaksanakan ibadah puasa untuk kaum Muslimin dan salam damai
untuk kaum penganut agama lain.

Jawaban untuk Saudara Hareda Oya (Indonesia).

Pada tanggal 12 Januari 1999 Saudara Hareda Oya telah mengirimkan
kembali tulisannya dengan subject "KHILAFAH AHMAD SUDIRMAN - STOCKHOLM",
(tulisannya saya lampirkan di bawah). Dimana isi tulisannya itu bukan
berisikan jawaban terhadap ajakan saya untuk "bermubahalah" tentang Nabi
'Isa yang disampaikan kepada Saudara Hareda Oya dalam dua tulisan saya
yang lalu, melainkan berisikan tulisan untuk melupakan ajakan saya
tersebut.

Ajakan pertama untuk "bermubahalah" ini saya tulis dalam tulisan
"Pandangan non muslim terhadap undang undang Madinah yang dibuat dan
dikemukakan oleh Rasulullah dan pandangan terhadap Nabi 'Isa" (tulisan
ini bisa dibaca di kumpulan artikel di http://www.dataphone.se/~ahmad ),
yang dipublisir pada tanggal 16 Nopember 1998, merupakan tanggapan saya
kepada Saudara Hareda Oya yang menulis dengan subject "TANGGGAPAN
U/BPK.AHMAD SUDIRMAN-STOCKHOLM SWEDIA". Dimana bunyi ajakan itu adalah
"Inilah Saudara Hareda Oya jawaban-jawaban dan tanggapan-tanggapan saya.
Dan apabila Saudara Hareda Oya masih membantah tentang cerita Nabi 'Isa
yang telah saya sampaikan ini, maka saya mengajak Saudara Hareda Oya
yaitu seperti yang difirmankan Allah : "Siapa yang membantahmu tentang
cerita 'Isa sesudah datang ilmu, maka katakanlah : "Marilah kita
memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri-istri kami dan
istri-istri kamu, kemudian marilah kita bermubahalah (masing-masing
pihak diantara orang-orang yang berbeda pendapat mendo'a dengan
sungguh-sungguh) kepada Allah dan kita minta supaya la'nat Allah
ditimpakan kepada orang-orang yang dusta" (Ali 'Imran, 61)."

Karena ajakan saya yang pertama untuk "bermubahalah" ini tidak dijawab
oleh Saudara Hareda Oya, melainkan dia mengirim kembali tulisan dengan
diberi subject "UU Ahmad Sudirman - Swedia" pada tanggal 21 Desember
1998 yang berisikan pemikiran dan sikap negatif Saudara Hareda Oya
terhadap Islam dan Nabi Muhammad SAW, dimana Islam dianggap sebagai
agama yang bohong dan Nabi Muhammad SAW dianggap sebagai seorang
pembohong serta masyarakat muslim pada zaman Rasulullah dianggap
masyarakat yang jahil atau bodoh dan Nabi 'Isa merupakan YESUS yang 100%
TUHAN dan 100% MANUSIA, maka saya sampaikan ajakan kedua untuk
"bermubahalah" kepada Saudara Hareda Oya. Dimana ajakan kedua untuk
"bermubahalah" ini saya tulis dalam tulisan "Sekali lagi tentang
pandangan non muslim terhadap zaman jahiliyah dan pandangan terhadap
Nabi 'Isa" (tulisan ini bisa dibaca di kumpulan artikel di
http://www.dataphone.se/~ahmad ), yang dipublisir pada tanggal 22
Desember 1998.

Dimana bunyi ajakan kedua itu adalah "Karena perbedaan pendapat, pikiran
dan pandangan tentang Nabi 'Isa AS, Islam dan Nabi Muhammad SAW telah
berlangsung beribu tahun dan sampai sekarang belum bisa diselesaikan,
contohnya sebagaimana dalam tulisan Saudara Hareda Oya yang sudah
sanggup dan berani secara terbuka mengatakan bahwa Islam sebagai Agama
bohong dan Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul yang pembohong, maka
untuk membuktikan siapa diantara kita (antara Saudara Hareda Oya dan
saya, Ahmad Sudirman, yang benar-benar pembohong) melalui tulisan ini
untuk kedua kalinya saya mengajak Saudara Hareda Oya untuk melakukan
"mubahalah" artinya masing-masing pihak diantara orang-orang yang
berbeda pendapat mendo'a dengan sungguh-sungguh kepada Allah dan kita
minta supaya la'nat (kutukan) Allah ditimpakan kepada orang-orang yang
dusta. Dimana ajakan saya yang pertama untuk "mubahalah" tentang Nabi
'Isa AS yang saya tulis dalam tulisan "Pandangan non muslim terhadap
undang undang Madinah yang dibuat dan dikemukakan oleh Rasulullah dan
pandangan terhadap Nabi 'Isa" yang dipublisir pada tanggal 16 Nopember
1998, ternyata belum dijawab oleh Saudara Hareda Oya, melainkan hanya
membuat tulisan baru lagi dengan isi seperti yang saya sebutkan diatas.
Dalam "mubahalah" ini ada tiga hal yang besar yang perlu diselesaikan
dan dimintakan kepada Allah jawabannya, yaitu pertama, apakah benar
Islam Agama yang diturunkan oleh Allah, atau Agama bohong?. Kedua,
apakah benar Muhammad adalah Nabi dan Rasul Allah, atau seorang
pembohong?. Ketiga, apakah benar Al Masih 'Isa putra Maryam adalah Nabi,
atau merupakan YESUS yang 100% TUHAN dan 100% MANUSIA?. Inilah Jawaban
singkat saya dan ajakan untuk "ber-mubahalah" dengan Saudara Hareda Oya,
saya menunggu jawabannya dari Saudara".

Ternyata kedua ajakan saya untuk "bermubahalah" itu tidak dijawab oleh
Saudara Hareda Oya, melainkan untuk kesekian kalinya Saudara Hareda Oya
hanya menyampaikan tulisan yang mengambil subject "KHILAFAH AHMAD
SUDIRMAN - STOCKHOLM" yang dikirimkan pada tanggal 12 Januari 1999,
(tulisannya bisa dibaca di bawah).

Dengan tidak dijawabnya ajakan saya oleh Saudara Hareda Oya untuk
melakukan "mubahalah" yaitu masing-masing pihak diantara orang-orang
yang berbeda pendapat mendo'a dengan sungguh-sungguh kepada Allah dan
kita minta supaya la'nat (kutukan) Allah ditimpakan kepada orang-orang
yang dusta, maka saya mengambil kesimpulan bahwa Saudara Hareda Oya
hanya menuliskan angan-angan-nya yang kosong belaka dan apa yang
ditulisnya itu adalah tidak bisa dijadikan sebagai suatu pegangan
kebenaran yang bisa dipertanggung jawabkan dihadapan Allah, yaitu Tuhan
saya dan Tuhan Saudara Hareda Oya.

Sebagai tulisan yang terakhir untuk Saudara Hareda Oya, kalau Saudara
sudah percaya, mengaku dan menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan
dan Juruselamat Pribadi, sebagaimana yang ditulis oleh Saudara  Hareda
Oya yaitu "Kitab Suci tidak menjanjikan KEPASTIAN Masuk Sorga kepada
manusia. Agama juga tidak menjanjikan KEPASTIAN Masuk Sorga kepada
manusia. Nabi-Nabi juga tidak menjanjikan KEPASTIAN Masuk Sorga kepada
manusia. Hanya Tuhan Yesus Kristus yang memberikan janji KEPASTIAN Masuk
Sorga kepada manusia. Barangsiapa yang MAU percaya MAU mengaku MAU
menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat Pribadi, maka
orang itu memiliki KEPASTIAN MASUK SORGA", maka dengan ini Saudara telah
memiliki KEPASTIAN MASUK SORGA.

Nah, karena Saudara Hareda Oya sudah memiliki KEPASTIAN MASUK SORGA,
maka saya akan bertanya kepada Saudara, yaitu mengapa Saudara  Hareda
Oya masih tetap betah tinggal di atas bumi ini sehingga umur Saudara
makin tua dan makin berkurang, padahal Saudara telah dapat  KEPASTIAN
MASUK SORGA, tidakkah sebaiknya Saudara bersama-sama dengan mereka yang
sealiran dan sepemahaman dengan Saudara secepatnya angkat kaki dan
meninggalkan dunia ini untuk bertemu dengan Tuhan Saudara, Tuhan Yesus
Kristus Juruselamat Pribadi dan masuk sorga ?.

Inilah Jawaban singkat saya kepada tulisan dan tanggapan Saudara Hareda
Oya.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada
waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang
menyinggung tentang khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan
lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

-------------------------------
Saudara Hareda Oya wrote:

Yth. Bpk Ahmad Sudirman

Dengan hormat

Khilafah yang Bapak anjurkan sangat bagus bila disertai dengan KEPASTIAN
masuk Sorga dari para pelaksana dan pengikut Khilafah itu. Memiliki
KEPASTIAN masuk Sorga dan Khilafah itu adalah pasangan yang sangat tepat
dan serasi. Apa-lah gunanya bila para pelaksana dan pengikut Khilafah
itu hanya di dunia saja berjaya tapi tidak memiliki KEPASTIAN masuk
Sorga kelak kalau sudah mati. Memang mungkin kedengaran-nya agak ganjil,
tapi ini memang harus dipikirkan sematang-matang-nya. Apalah untung-nya
bila para pengikut dan pelaksana Khilafah itu sukses di dunia yang hanya
ber-usia tidak lebih 120 tahun dan kemudian harus mendekam di dalam
Neraka kekal seumur-umur.Untuk menjadi pelaksana dan pengikut Khilafah
yang baik, seharus-nya memiliki KEPASTIAN masuk Sorga ketika masih hidup
di dunia ini. Dengan memiliki KEPASTIAN masuk Sorga, maka itu berarti
bahwa para pengikut dan pelaksana Khilafah telah memiliki hubungan
dengan Kerajaan Sorga. Memiliki hubungan dengan Kerajaan Sorga, maka itu
ber-arti bahwa para pelaksana dan pengikut Khilafah itu telah sah
menjadi Warga Sorga. Jika para pengikut dan pelaksana Khilafah itu telah
menjadi Warga Sorga, maka tidak ada satu kuasa-pun yang dapat
mengeluarkan mereka dari KEPASTIAN masuk Sorga jika mati kelak.

Para pelaksana dan pengikut Khilafah itu tidaklah selama-lamanya tinggal
di dunia ini. Pada suatu saat mereka harus angkat kaki dari dunia ini.
Sangat kasihan dan amat menyedihkan bila para pengikut dan pelaksana
Khilafah itu tidak memiliki perhentian
di dalam Sorga. Mereka akan sangat sedih bila nanti ternyata mereka
ber-ada di Neraka karena Bapak sebagai penganjur Khilafah itu lupa atau
tidak menyatakan kepada mereka bahwa hidup setelah kematian itu adalah
penting dan KEPASTIAN
masuk Sorga adalah paling penting.

SETIAP ORANG DI DUNIA INI SELALU INGIN KEPASTIAN.

Seorang pelajar/ir atau mahasiswa/i ingin memiliki KEPASTIAN naik kelas
/ tingkat / lulus. Walaupun mereka sudah belajar sungguh-sungguh, maka
tetap saja mereka ingin memiliki KEPASTIAN naik kelas / tingkat / lulus.

Seseorang yang akan menikah ingin memiliki KEPASTIAN tentang jodoh yang
tepat baginya. Berbagai macam cara digunakan untuk memiliki KEPASTIAN
jodoh yang tepat. Hitung menghitung tanggal dan buku-buku primbon dibaca
hanya untuk memiliki KEPASTIAN jodoh yang tepat. Bahkan tidak jarang
mereka yang rela bertanya kepada dukun bahkan kepada arwah orang mati
hanya untuk mendapatkan KEPASTIAN tentang jodoh yang tepat.

Seseorang karyawan / pegawai ingin memiliki harta yang dapat memastikan
bahwa dikemudian hari mereka tidak kekurangan. Berbagai macam cara
ditempuh untuk memiliki banyak harta agar dikemudian hari memiliki
KEPASTIAN tidak berkekurangan. Tidak heran bila mereka yang memiliki
kesempatan korupsi, maka mereka bila tidak kuat-kuat akan menggunakan
kesempatan itu hanya agar memiliki KEPASTIAN agar tidak berkekurangan di
masa mendatang. Ketakutan akan ketidak PASTIAN di masa mendatang telah
mendorong setiap manusia untuk bekerja serajin mungkin.

Dalam bidang usaha juga orang ingin memiliki KEPASTIAN. Pasar yang
PASTI. Pembeli yang PASTI. Produk yang PASTI laku. Usaha yang PASTI
untung. Harga yang PASTI. Kwaliteit yang PASTI. Distribusi yang PASTI.
Perputaran uang yang PASTI. Moneter yang PASTI. Dan lain sebagai-nya
yang serba PASTI. Meskipun ini hanya suatu ke-inginan, tapi di dalam
hati manusia, maka manusia itu ingin KEPASTIAN.

Bila berbagai macam corak bentuk kehidupan di dunia ini, setiap manusia
ingin memiliki KEPASTIAN. Maka tidaklah berkelebihan bila manusia juga
ingin memiliki KEPASTIAN MASUK SORGA bila mati kelak. Dikarenakan oleh
kesibukan atau rasa malu untuk meng-utarakan-nya, maka manusia
seolah-olah acuh tak acuh mengenai KEPASTIAN MASUK SORGA. Atau mungkin
juga karena kesombongan dan gengsi yang begitu tinggi sehigga manusia
ber-usaha acuh tak acuh mengenai KEPASTIAN MASUK SORGA. Manusia merasa
diri-nya kurang berharga bila membicarakan tentang KEPASTIAN MASUK
SORGA. Berbagai alasan dikemukan untuk menutupi ke-enggan-an manusia
untuk berbicara tentang
KEPASTIAN MASUK SORGA. Mungkin nanti ketika kelak ajal sudah di ujung
hidung, maka manusia tergopoh-gopoh untuk memiliki KEPASTIAN MASUK
SORGA.

Kitab Suci tidak menjanjikan KEPASTIAN Masuk Sorga kepada manusia. Agama
juga tidak menjanjikan KEPASTIAN Masuk Sorga kepada manusia. Nabi-Nabi
juga tidak menjanjikan KEPASTIAN Masuk Sorga kepada manusia. Hanya Tuhan
Yesus Kristus yang memberikan janji KEPASTIAN Masuk Sorga kepada
manusia. Barangsiapa yang MAU percaya MAU mengaku MAU menerima Tuhan
Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat Pribadi, maka orang itu
memiliki KEPASTIAN MASUK SORGA.

Mengapa harus TUHAN YESUS KRISTUS?  Karena Kitab Suci, Agama, Para Nabi
Tidak Pernah NAIK TINGGAL SELAMA-NYA DI SORGA. Tetapi TUHAN YESUS KRITUS
telah NAIK DAN TINGGAL SELAMA-NYA DI DALAM SORGA. Tgl 21 Mei hari kamis
1998 atau tgl. 13 Mei hari kamis 1999 adalah peringatan  kepada manusia
bahwa TUHAN YESUS KRITUS telah NAIK DAN TINGGAL SELAMA-NYA DI DALAM
SORGA.  Dan barangsiapa yang telah menjadi PENGIKUT Yesus akan memiliki
KEPASTIAN tinggal bersama-sama dimana YESUS tinggal yaitu di
DALAM SORGA.

Manusia harus bergegas untuk percaya mengaku menerima Tuhan Yesus
Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat Pribadi. Mengapa mesti
menunda-nunda lagi jika manusia tidak memiliki pilihan lain untuk
KEPASTIAN Masuk Sorga? Segeralah Percaya Mengaku Menerima Yesus, dan
KEPASTIAN Masuk Sorga sudah ber-ada di tangan. Jangan tunda kesempatan
ini. Para Pelaksana dan pengikut Khilafah akan sangat bahagia bila telah
percaya mengaku menerima Yesus guna memiliki KEPASTIAN MASUK
SORGA.Sekian Terima Kasih.
----------------------

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 14 Jan 1999 jam 11:14:55 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke