----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Stockholm, 13 Januari 1999

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

SIAPA ITU PARTAI-PARTAI POLITIK YANG BERNAFASKAN ISLAM ?.
Ahmad Sudirman
Modular Ink Technology Stockholm - SWEDIA.

Selamat Hari Raya 'Idil Fitri 1 Syawal 1419 H. Minal aidin wal faizin
kullu 'am wa antum bi khair untuk kaum muslimin dan salam damai untuk
kaum penganut agama lain.

Dibawah ini saya berusaha untuk menjawab beberapa tanggapan dan
pertanyaan dari Saudara Derry Dusturi (Indonesia). Dimana tanggapan dan
pertanyaan Saudara Derry Dusturi yang disampaikan kepada saya pada
tanggal 12 Januari 1999 yaitu "Saya ingin menegaskan mengenai beberapa
hal. Yang saya tahu Partai politik Islam itu harus berazaskan Islam,
(karena) PKB dan PAN tidak berazaskan Islam berarti ia bukan partai
Islam walaupun mayoritas bahkan pemimpinnya orang2 Islam. Lalu bagaimana
dengan yang lainnya apakah otomatis termasuk ke dalam partai politik
Islam, walaupun belum jelas memperjuangkan Islam ?".

Jawaban saya adalah untuk membedakan partai politik yang mendasarkan
perjuangan politiknya kepada aqidah Islam dari partai-partai politik
lainnya adalah dengan melihat kepada apakah azas, tujuan, misi, visi,
filosfi, program, politik dan usaha partainya itu berdasarkan kepada
aqidah Islam atau tidak, dan apakah para pemimpinnya adalah muslim atau
bukan, dan apakah seluruh anggotanya adalah muslim atau bukan?.

Jadi dari dasar kriteria diatas, dapatlah kita melihat dan menyaring
partai-partai politik mana yang disebut partai politik Islam dan partai
politik mana yang disebut partai politik non Islam.

Selanjutnya Saudara Derry Dusturi mempertanyakan lagi "Partai politik
Islam yang bapak maksudkan adalah partai politik Islam yang sesuai
dengan undang-undang madinah dan menggunakan manhaj nabawi dalam
menegakkan uu madinah, pemerintahan Islam dan daulah islam. Apakah
partai yang seperti itu ada sekarang ini di indonesia atau bahkan di
seluruh wilayah Islam ?".

Jawaban saya adalah sepengetahuan saya, di Indonesia sekarang, partai
politik Islam yang secara jelas dan gamblang dalam perjuangan politiknya
yang mengarah kepada berdirinya daulah Islam, pemerintahan Islam, hukum
Islam dan undang undang Madinah dengan mencari ridha Allah adalah tidak
ada atau belum ada, yang telah ada adalah partai politik Islam yang
menjadikan Islam sebagai azasnya, berusaha menerapkan nilai-nilai Islam
dan hukum-hukum dari sumber Pancasila dalam perjuangan politiknya,
menjadikan sistem, struktur dan model kenegaraan dan pemerintahan yang
ada sekarang sebagai tempat pencapaian tujuan politik dan kekuasaannya.

Seterusnya Saudara Derry Dusturi menanyakan "menurut bapak bukan
pekerjaan yang mudah dan sebentar dalam mewujudkan uu madinah,
pemerintahan Islam dan daulah Islam seperti apa yang dicontohkan dan
diterapkan oleh rasululloh, padahal kaum muslimin khususnya di Indonesia
harus segera menentukan sikap, siapa yang akan menjadi pemimpinnya lewat
pemilu yang akan segera dilakukan beberapa bulan lagi, tentunya dengan
format yang ada sekarang yaitu berlandaskan Pancasila, UUD'45 dan negara
Muslim terbesar di dunia yang sekuler. Lalu apa yang harus dilakukan
oleh kita apakah mencontoh perjalanan Rasul, walaupun itu akan memakan
waktu lama ataukah kita memakai jalan lain seperti yang sekarang ini
dilakukan oleh partai2 Islam (yang menurut bapak belum sesuai dan tidak
mencontoh perjalan rasul). Ataukah kita membiarkannya orang2 yang
membenci Islam ataupun kader2 sekuler yang akan segera mengisinya
?(apakah ini juga sesuai dengan Islam sehingga dapat dikatakan ijtihad
politik kaum muslimin indonesia ?)".

Jawaban saya adalah memang untuk membangun daulah Islam, pemerintahan
Islam, hukum Islam dan undang undang Madinah sebagaimana yang telah
dicontohkan dan dilakukan oleh Rasulullah memerlukan waktu yang panjang
dan tidak mudah. Tetapi kalau kaum muslimin yang ada di Indonesia
sekarang yang akan diwakili oleh beberapa gelintir partai politik Islam
mau berusaha lewat partai-partai politik Islam-nya untuk membangun
nilai-nilai Islam dan sekaligus menegakkan hukum-hukum yang bersumberkan
dari pancasila serta siap untuk mempertahankan UUD'45-nya melalui
pemilihan umum yang akan datang, maka bisa saja usaha tersebut berhasil
dan mungkin sampai kepada penguasaan badan legistalif, eksekutif dan
yudikatif. Kemudian dalam waktu yang bersamaan kemungkinan besar akan
timbul perbedaan yang cukup besar diantara partai-partai politik Islam
yang berhasil masuk kedalam  badan legistalif tersebut dikarenakan
adanya perbedaan dalam tujuan, misi, visi, filosfi, program, politik dan
usaha dari masing-masing partainya, yang mana perbedaan ini akan
menyulitkan bagi pencapaian tujuan politik dan kekuasaannya dari
partai-partai politik Islam ini, kecuali kalau partai-partai politik
Islam tersebut mengadakan koalisi diantara mereka.

Seandainya partai-partai politik Islam tersebut berhasil berkoalisi,
masih juga akan mendapat tantangan dari pihak partai-partai lainnya yang
mendasarkan perjuangannya kepada kebangsaan dan nasionalisme yang
beranggotakan sebagian besar kaum muslimin juga. Keadaan inilah yang
akan terjadi sehabis pemilihan umum yang akan datang yang sudah
terbayang dalam pikiran saya sekarang. Akhirnya, yang terjadi adalah
kaum muslimin Indonesia menjadi makin bercerai-berai, dimana bukan hukum
Islam, pemerintahan Islam dan undang undang Madinah yang timbul,
melainkan hukum-hukum yang bersumberkan dari Pancasila dengan UUD'45-nya
yang akan tetap menjadi anutan bagi kaum muslimin Indonesia khususnya
dan kaum Indonesia pada umumnya.

Terakhir Saudara Derry Dusturi menanyakan "apakah penerapan Islam yang
bapak maksudkan adalah penerapan Islam secara formal ataukah hanya
sebatas nilai2 Islam saja?. Karena beberapa partai Islam yang saya tahu
dari aktifisnya bahkan ada yang dari ketuanya menyatakan bahwa yang
diperjuangkannya adalah nilai2 Islam. Karena yang terpenting adalah
nilai2 Islamnya bukan hukum islamnya itu sendiri. Sehingga mereka
mengatakan untuk tidak lagi memperdebatkan antara Islam dengan
Pancasila, karena sebenarnya adalah sama tidak berbeda".

Jawaban saya adalah mencontoh apa yang telah dicontohkan dan dilakukan
oleh Rasulullah dalam membangun Islam, pemerintahan Islam, daulah Islam
dan undang undang Madinah. Jadi bukan hanya sekedar penerapan
nilai-nilai yang ada dalam Islam saja, melainkan secara keseluruhan,
yaitu membangun tempat pelaksanaan nilai Islam, membentuk pelaksana
nilai Islam dan menerapkan nilai Islam. Artinya membangun daulah Islam,
membentuk pemerintah Islam dan menegakkan hukum Islam.

Jadi kesimpulannya adalah bagi sebagian kaum muslimin yang mempunyai
cita-cita untuk menegakkan Islam, pemerintahan Islam, daulah Islam dan
undang undang Madinah silahkan jalan terus dengan melakukan usaha
memasyarakatkan hukum Islam, pemerintahan Islam, khilafah Islam dan
undang undang Madinah sebagai langkah awalnya. Sedangkan bagi sebagian
lagi dari kaum muslimin yang diwakili oleh beberapa gelintir
partai-partai politik Islam yang akan berusaha mencapai cita-cita
perjuangan politiknya dengan melalui sistem yang sedang dipakai saat
sekarang dengan pancasila dan UUD'45-nya saya tidak bisa menyetopnya.

Inilah Jawaban singkat saya kepada Saudara Derry Dusturi, semoga Saudara
menjadi puas hendaknya.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada
waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang
menyinggung tentang khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan
lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 14 Jan 1999 jam 11:34:59 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke