---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk KaBAR dari POSKO PCC (Rabu, 13/1) Pukul 21.26 Wib "KAMI di DATANGI ORANG TAK DIKENAL DAN DITAWARI BUKU GAM" Rabu (13/1) POSKO KEMANUSIAAN MAHASISWA di desa Pusong, Lhokseumawe didatangi oleh orang misterius berpakaian sipil yang secara provokatif menawarkan buku tentang Gerakan Aceh Merdeka. Demikian salah satu butir laporan Kautsar, aktivis mahasiswa juru bicara PCC lewat telepon inerlokal. Diterima pula laporan bahwa pihak keamanan sudah menarik serdadu-serdadunya dari desa Pusong. Perkembangan baru ini karena adanya musyawarah yang melibatkan warga sekitar dengan pihak militer. Rapat yang diadakan di mesjid Pusong --usai shalat Ashar--, diikuti oleh Camat setempat, pihak militer, Kades, Keplor, dan wakil dari warga Pusong sendiri. Warga meminta agar aparat ditarik dari desa Pusong. Tuntutan warga terpaksa dituruti karena keinginan mereka telah didukung oleh opini publik lewat media massa. Serdadu-serdadu yang telah bercokol sejak 3 Januari 1999 ditarik kelar dari desa Pusong. Ia melaporkan bahwa usai pasukan ditarik dari Pusong, mereka didatangi oleh seseorang yang berpakaian sipil. Mula-mula ia hanya duduk-duduk di Posko dan membaca majalah FORUM KEADILAN edisi terbaru milik salah seorang mahasiswa. Secara provokatif orang tersebut membaca keras-keras wawancara Forum Keadilan dengan Zaki Mubarak (Staf Hasan Tiro di Swedia). sehingga menarik perhatian penduduk di sekitar POSKO yang kemudian mulai berdatangan. Ia juga mengajak para mahasiswa berdiskusi sambil sekali-kali bertanya. Mengapa di sini? Apa target utama kalian? Apa keuntungan yang kalian cari atau memang sengaja kemari hanya untuk sekedar bersimpati terhadap masyarakat Pusong? Begitu kira-kira pertanyaan yang diajukannya. Karena ngotot bertanya, para mahasiswa terpaksa meladeni dengan menjelasakan bahwa kedatangan mereka karena diorong oleh panggilan kemanusiaan semata. Karena mereka, baik mahasiswa maupun penduduk setempat tidak mengenal orang misterius ini, mereka menjawabnya juga sekenanya saja. Orang itu bertanya pula soal Aceh Merdeka. Bahkan ia menawarkan buku-buku Gerakan Aceh Merdeka. Menduga bahwa tawaran itu berupa pancingan bahkan mungkin provokasi, para mahasiswa menolak secara halus. Mulai kemarin juga, posko kesehatan telah mulai didatangi penduduk yang ingin mendapat perawatan. Sebelumnya, para relawan PCC yang mendatangi warga ke rumah. Mula-mula banyak warga yang berniat datang ke posko untuk mendapatkan perawatan (cuma-cuma). Namun karena di depan Mesjid Pusong (tepat di depan POSKO) masih bertengger mobil patroli pasukan, banyak warga mengurungkan niatnya karena ketakutan. Menurut laporan Kautsar, ada 6 orang pasien yang sudah datang. Salah satu pasien tadi harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum untuk mendapat perawatan intensif karena parahnya luka. Warga tersebut bernama Sairiyah, seorang nenek yang berusia 65 tahun, yang mengalami luka tembak dilengannya. "Pecahan peluru masih ada di lengannya, sehingga hari ini harus di Operasi," kata Kaustsar. Tenaga posko pun sudah bertambah dengan hadirnya 5 orang dari Palang Merah Indonesia. Tercatat kini 6 orang tenaga medis yang menyatakan membantu Posko mahasiswa, setelah sebelumnya 1 orang perawat dari Puskesmas setempat menggabungkan diri. Perkembangan baru juga disampaikan, adanya musyawarah yang melibatkan warga sekitar dengan pihak militer. Rapat yang diadakan di mesjid Pusong --usai shalat Ashar--, diikuti oleh Camat setempat, pihak militer, Kades, Keplor, dan wakil dari warga Pusong sendiri. Warga meminta agar aparat ditarik dari desa Pusong. Tuntutan warga terpaksa dituruti karena keinginan mereka telah didukung oleh opini publik lewat media massa. Serdadu-serdadu yang telah bercokol sejak 3 Januari 1999 ditarik kelar dari desa Pusong.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 15 Jan 1999 jam 01:42:44 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
