----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

KOLOM SUPANGKAT:

        KITA KEHABISAN RASIONALISME, EXTRA-NATURAL FORCES?

Ada lagi kabar buruk dari Jakarta:

1. Rakyat melarat sudah mencapai 130 juta.
2. Rupiah terpuruk jadi Rp 9300.-
3. Menteri Ginanjar minta tambah pinjaman luar negeri US$ 5 milyar untuk me-
        nutup defisit AB.
4. Social Safety Net dibiayai dengan apa?
5. Amien Rais ulur setahun lagi ultimatumnya terhadap Habibie.

Kelima berita buruk itu merupakan potensi badai ekonomi, sosial, politik di
masa dekat ini karena:

1. Ratusan juta rakyat melarat yang mayoritasnya tinggal di Jawa yang sudah
        "overcrowded" merupakan ancaman keamanan dan ketertiban yang paling
        berbahaya. Letupan letupan penjarahan, pembantaian massal, penyerbuan
        markas polisi, vandalisme di masa lalu merupakan fenomena yang serius
        sekali tapi masih tetap dianggap fenomena sporadis yang tidak akan ber-
        ulang dengan eskalasi. Anarkisme oleh ribuan massa akan jauh berbeda
        kalau sudah dilakukan oleh puluhan ribu, ratusan ribu apalagi oleh jutaan
        massa yang sudah gelap mata karena kelaparan.

2.  Tiba tiba Rupiah terpuruk kembali menjadi Rp 9300.- konon karena krisis
        ekonomi Brazil. Dengan demikian terbukti bahwa peran stabilisasi BI de-
        ngan modal pinjaman IMF sudah semakin kurang pengaruhnya sedang-
        kan dana dari IMF sudah semakin menciut tidak mungkin dijadikan sum-
        ber abadi untuk menolong Rupiah.

3.      Dalam situasi demikian, tiba tiba menteri Ekuin Ginanjar mengumumkan
        bahwa pemerintah akan minta pinjaman US$ 5 milyar dari Bank Dunia, wa-
        laupun Bank Dunia sudah memutuskan untuk menangguhkan rencana pin-
        jaman itu. Ini berarti kita sudah "memaksa maksa" untuk pinjam, suatu
        tindakan yang mencerminkan keputus asaan justru dalam krisis.

4.      Social safety net yang direncanakan oleh pemerintah untuk mengatasi
        130 rakyat melarat adalah kabar paling buruk lagi karena bagaimana pe-
        merintah mau mengeluarkan dana sosial kalau AB saja sudah defisit? Di-
        sini tampak pemerintah semakin kalang kabut, sudah mengeluarkan per-
        nyataan yang penuh kontradiksi dan semakin menghilangkan kepercayaan
        pasar, masyarakat di dalam dan di luar negeri yang menyorot terus situasi
        dan kondisi di Indonesia.

5.      Disamping kesemuanya itu rejim Habibie boleh menarik napas lega dari per-
        nyataan Amien Rais bahwa ia "akan menuntut digantikannya rejim Habibie
        'kalau tahun depan tidak mampu mengatasi krisis' ". Amien memang punya
        massa yang bisa menjatuhkan Habibie, namun bukan satu satunya massa
        di Indonesia, masih ada massa mahasiswa, Barnas, dll. sehingga tidak me-
        rupakan jaminan tidak akan meletus unjuk rasa menuntut pembubarannya.

Akhirulkalam, agaknya kita bisa sependapat bahwa krisis Indonesia sudah ber-
tambah buruk berdasarkan fenomena baru di atas, namun para pemimpin kita
terbukti bersikeras, bersiteguh untuk menjalankan tugasnya secara "konvensi-
onal" padahal krisis segawat ini atas nama segala rasionalisme mustahil dapat
diatasi sedangkan kita tidak berhak mengharapkan mujizat, pertolongan "extra-
natural forces yang baik" karena para pemimpin  kita sudah bergelimang dosa,
di antaranya dosa tak berampun.

H.S. Supangkat
New York.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 16 Jan 1999 jam 15:54:29 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke