----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

Ya, lebaran disini, di Missouri.
Saya terduduk di subuh hari.
Tidak ada bedug yang terdengar,tidak ada
suara petasan dan orang hilir mudik diluar.
Juga tidak ada terdengar suara anak kampung
yang  serak takbiran  menggema sumbang di
speaker mesjid  dan langgar yang menghangatkan
jiwa kaum muslimin tapi membuat geram non muslim yang
ingin istirahat dalam tidur nyenyak.

Ya , sepi disini.
Satu dua terdengar suara mobil yang lewat.
Kadang kadang suara kereta barang sayup
sayup terdengar melolong di pagi bening..

Ya, tidak ada mesjid disini.
Jadi saya tidak punya alasan untuk
sholat ied dipekarangan mesjid.
Saya sudah lupa apakah ini lebaran yang
ke sembilan atau kesepuluh.
Begitu cepat waktu melesat.
Setiap kali menulis tanggal saya masih
selalu salah menulis, tahun tetap saya
buat 98.

Ya Waktu lebaran di New York, saya memang
ikut sholat Ied di Konsulat. Berkumpul bersama
sekitar 150 manusia setanah air yang berbahasa
sama. Suasana religi memang terasa. Kangen
keluarga dan rindu kampung cukup terobati.
Tetapi sedetik setelah keluar pintu konsulat
di 68 th street , Suasana lebaran hilang dalam
sekejab. Saya ingat waktu itu berjalan kaki ke
Central Park.Suara Azan dan doa sholat pudar
digantikan oleh riuh klakson taxi, ribuan manusia
pejalan kaki yang berjalan tergesa gesa. Segerom
bolan manusia elit di depan Trump Plaza, dokar
dan limousine berjejeran.Beberapa gembel nampak
tertidur di bangku taman. Lebaranpun hilang...


Ketika saya di Los Angeles, saya sholat Ied
di Konsulat. Kali ini manusia Indonesianya lebih
banyak memang. Walaupun penceramah sholat
selalu bikin ngantuk dan membosankan, saya rela
duduk seolah mendengarkan. Padahal pikiran ini
biasanya malah giat bekerja mencari ide rumah
siapa yang biasanya selalu open house dengan
menyajikan makanan terlezat. Oh ya jelas rumah
Pak Konjen dan kepala Garuda. Juga dulu rumah dinas
kepala Pertamina di Beverly Hills. Tidak lupa mbak Supri
dan Herunas yang istrinya pintar membuat sate padang.

Setelah mengorganisir bagaimana caranya makan
5 kali di 5 tempat dalam satu hari, setelah tidak
ada lagi tangan yang belum tersalami,biasanya saya
lalu pulang. Lebaranpun hilang......

Itu adalah lebaran  yang telah berlalu.
Kali ini saya lebaran akan sendirian.

Lebaran yang ke 10 ini acara saya adalah:

1.Tidur setelah menulis ini.
2. Bangun siang kelaparan. Vicky telah berangkat kerja.
3. Masak mie instant lagi (again and again )
4.Atau makan Piza beku yang teronggok dalam kulkas?
5. Menamatkan buku " From Here to Economy" di wc
6.Duduk didepan TV menikmati Travel Channel.
7.Pergi ke Git and GO beli 2 helai lotto.
8. Mengkhayal jadi jutawan dan membantu keluarga&teman.
9.Buka internet dan mual setiap kali membaca omongan pejabat.
10. Masak mie instant lagi.
11. Berangkat kerja
12. Kerja ,kerja, dan kerja..
13.Pulang tengah malam.
14 Vicky menyediakan Steaks dan French Fries ( thanks God
no more mie instant for me )
15.Buka internet dan mual lagi.
16 Masuk selimut dan hijrah ke dimensi mimpi.

So, apa bedanya lebaran dengan hari biasa disini?
Jelas beda. Lebaran di Missouri memang tidak saya jumpai
teman satu iman. Tapi saya tetap bisa merayakan minal aidin
dengan diri sendiri . Kegiatan saya memang sama. tapi di
otak saya selama satu harian suara cempreng anak anak
Betawi terdengar bertakbiran mengiringi kemanapun saya pergi.

Allahkuakbar..alllahukabar ..alahuakbar..
Lailahalilahah wualalahhuAkbar..



Hasan Basri

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 19 Jan 1999 jam 12:46:53 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke