---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- ----------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. ----------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Tuesday 19 January 1999 15:30 UTC ** NATO SIAP UNTUK BERAKSI DI KOSOVO ** MAHKAMAH AGUNG FILIPINA MENGIJINKAN PELAKSANAAN HUKUMAN MATI ** ECOMOG TIDAK MENGACUHKAN GENCATAN SENJATA SEPIHAK ** RIBUAN BURUH TAMBANG BERTIKAI DENGAN POLISI DI RUMANIA ** TOPIK GEMA WARTA: POLA MUTASI ABRI TERNYATA TETAP SAMA DENGAN MUTASI JAMAN SOEHARTO * NATO SIAP UNTUK BERAKSI DI KOSOVO Panglima Pakta Pertahanan NATO, Jenderal Amerika Wesley Clark menyatakan, NATO siap ikut campur tangan dalam konflik di Propinsi Kosovo, Serbia. Selasa ini, bersama seorang jenderal NATO lainnya, Clark bertemu dengan Presiden Yugoslavia, Slobodan Milosevic di ibukota Beograd. Kepada Milosevic dijelaskan, NATO tidak ragu-ragu menggunakan kekuatan militer, apabila Yugoslavia tidak mematuhi perjanjian mengenai Kosovo. Senin kemarin, Yugoslavia tidak memperdulikan kritik masyarakat internasional, dengan memerintahkan pemimpin pengamat internasional, William Walker, untuk keluar dari Kosovo. Selain itu pemerintah di Beograd juga menghalangi penyidikan internasional mengenai pembunuhan 45 warga keturunan Albania di Kosovo. Walker menuduh Yugoslavia menjadi dalang pembunuhan. Sementara ini, Dewan Keamanan PBB; Organisasi untuk Keamanan dan Kerja sama di Eropa, OSCE; dan Uni Eropa menuntut Milosevic mencabut kembali perintah pengusiran William Walker. * MAHKAMAH AGUNG FILIPINA MENGIJINKAN PELAKSANAAN HUKUMAN MATI Mahkamah Agung Filipina menetapkan bahwa hukuman mati yang dijatuhkan kepada seorang pemerkosa anak-anak, harus dilaksanakan. Ini akan merupakan eksekusi pertama di Filipina sejak tahun 1976. Awal bulan Januari Mahkamah Agung Filipina memutuskan untuk menunda pelaksanaan hukuman, dan menanti keputusan debat parlemen mengenai kemungkinan pencabutan undang-undang hukuman mati. Sementara ini jelas, bahwa parlemen Filipina ingin mempertahankan undang-undang yang kembali diberlakukan sejak 1994 ini. Masih harus ditentukan tanggal pelaksanaan hukuman bagi sang pemerkosa. Di Filipina, saat ini sekitar 850 orang dijatuhi hukuman mati. * ECOMOG TIDAK MENGACUHKAN GENCATAN SENJATA SEPIHAK Tetap diberitakan pertempuran sengit di Sierra Leone. Tentara kekuatan perdamaian Afrika Barat, ECOMOG, menurut pernyataan sepihak berhasil mendesak mundur para pemberontak dari ibu kota Freetown. Serangan tentara ECOMOG dimulai Senin kemarin, dengan tembakan-tembakan artileri berat, walaupun ada pernyataan gencatan senjata dari pihak Front Persatuan Revolusioner. PBB kembali memperingatkan kemungkinan pecah wabah kelaparan baru, karena tidak ada lagi pasokan bahan pangan ke wilayah tersebut. Pertempuran di Freetown dimulai awal tahun ini, dan telah menewaskan lebih dari 2000 orang. Puluhan ribu penduduk lain terpaksa melarikan diri. * RIBUAN BURUH TAMBANG BERTIKAI DENGAN POLISI DI RUMANIA Menteri Pertahanan Rumania, Viktor Babiuc mengancam akan mengerahkan angkatan bersenjata, apabila aksi mogok kerja para buruh tambang semakin bertambah gawat. Polisi anti huru-hara kelihatannya tidak berhasil menahan ribuan buruh tambang yang mencoba melanjutkan protes ke ibukota Bukarest. Selasa ini polisi Rumania terpaksa ditarik mundur setelah para buruh berhasil melampaui barikade polisi di kota Petrosani, dan melanjutkan aksi ke desa berikutnya. Aksi mogok para buruh tambang dimulai dua minggu lalu dengan tuntutan kenaikan upah sebesar 35%, dan pembatalan rencana pemerintah untuk menutup sejumlah tambang yang terus merugi. Perdana Menteri Radu Vasile bersedia berbicara dengan para buruh, dengan syarat mereka terlebih dulu harus bekerja kembali. * JEPANG BERSEDIA BERDIALOG DENGAN KOREA UTARA Jepang bersedia kembali berdialog dengan Korea Utara, apabila negara tersebut lebih terbuka dalam menjelaskan program senjata nuklir mereka. Bulan Agustus tahun lalu, hubungan kedua negara memburuk, setelah Korea Utara melakukan uji coba nuklir tanpa terlebih dahulu mengumumankannya. Rudal ini jatuh di wilayah udara Jepang, yang kemudian langsung menghentikan bantuan pangan kepada Korea Utara. Selain itu hubungan diplomatik antara kedua negara, yang sudah berjalan dengan susah payah, ikut dihentikan. Selasa ini dimulai perundingan mengenai ketegangan antara Korea Utara dan Selatan, yang antara lain akan membicarakan program senjata nuklir Korea Utara. Perundingan yang juga dihadiri Cina dan Amerika Serikat akan berlangsung selama empat hari. * JEPANG HARUS MEMATUHI PERATURAN PERIKANAN DI LAUTAN TEDUH Upaya Jepang untuk menghalangi sistem pengawasan penangkapan ikan internasional di Lautan Teduh kelihatannya akan sia-sia belaka. Pemerintah Papua Nugini memutuskan untuk mewajibkan pengawasan satelit bagi semua penangkapan ikan di wilayah perairannya. Minggu lalu perundingan mengenai hal ini tiba-tiba dihentikan, setelah Jepang menolak menerima peraturan pengawasan. Kebijakan ini diberlakukan terutama untuk meregulasi hasil penangkapan ikan tuna. Setiap tahunnya lebih dari satu juta ton ikan tuna ditangkap di Samudera Pasifik. * RAJA HUSSEIN KEMBALI KE YORDANIA Selasa ini, Raja Hussein kembali ke Yordania, setelah dirawat selama enam bulan di Amerika Serikat. Para dokter menyatakan Raja Yordania telah sembuh dari penyakit kanker kelenjar getah bening. Raja Hussein yang berusia 63 tahun, sembuh setelah menjalani enam terapi kimia. Sewaktu masa perawatan timbul diskusi baru di Yordania mengenai kemungkinan pengganti Hussain. Selama enam bulan terakhir, saudara laki-lakinya, Putra Mahkota Pangeran Hassan, mengambil alih tugas-tugas Raja Yordania ini. Tetapi Hassan tidak populer di kalangan rakyat Yordania, dan angkatan bersenjata Yordania lebih menyukai putra mahkota lainnya. * PELAKSANAAN PERSETUJUAN PERDAMAIAN PERU-EKUADOR Peru dan Ekuador secara simbolis memulai pelaksanaan persetujuan perdamaian bulan Oktober tahun lalu. Di wilayah perbatasan yang diperebutkan, Presiden Peru Alberto Fujimori dan rekannya Presiden Ekuador Jamil Mahuad bersama-sama menancapkan sebuah tiang perbatasan pertama, setelah menandatangani persetujuan. Persetujuan perdamaian kedua negara dicapai tahun lalu, dengan perantaraan Argentina, Chili, Brasilia dan Amerika Serikat. Apabila perdamaian dapat berjalan langgeng, maka para investor internasional berencana menanamkan modal sebesar tiga milyar dolar untuk membangun proyek penambangan minyak dan sarana listrik bagi wilayah-wilayah terbelakang. Bulan depan, Fujimori dan Mahuad akan berkunjung ke Amerika Serikat untuk berunding lebih lanjut. * POLA MUTASI ABRI TERNYATA TETAP SAMA DENGAN MUTASI JAMAN SOEHARTO Jajaran tinggi ABRI tertolong dengan kepergian Soeharto ke Solo, karena dengan begitu, dalam menyambut lebaran, para petinggi ABRI hanya perlu berkunjung ke seorang Jenderal Besar saja, itulah Jenderal Besar Purnawirawan Abdul Harris Nasution. Nah, kalau ABRI kini berusaha menjauhi Soeharto, sudah lainkah ABRI di jaman reformasi dari ABRI di jaman Orde Baru dulu? Laporan rekan Syahrir dari Jakarta: Para pemirsa televisi Indonesia kemarin dapat melihat bagaimana dalam rangka bersilaturahmi, seluruh jajaran tertinggi ABRI yang dipimpin oleh Pangab Jenderal Wiranto datang ke rumah Jenderal Besar Nasution. Rombongan perwira tinggi yang datang dengan bis, lengkap dengan istri- istri mereka, tidak perlu pergi ke Jalan Cendana yang letaknya tidak jauh dari rumah Abdul Harris Nasution. Jenderal Besar yang tinggal di situ sedang berada di Solo. Pemancar-pemancar televisi juga menayangkan adegan-adegan di Solo, bagaimana Soeharto bersolat Ied di Dalem Kalitan, dan bagaimana putra- putri serta cucu-cucunya melakukan sungkem sebagaimana biasa mereka lakukan setiap tahun di Cendana, selama puluhan tahun. Televisi juga menyorot kunjungan para pejabat ke rumah Presiden Habibie di Kuningan, serta kedatangan para perwira dan tokoh penting ke rumah Pangab Jenderal Wiranto. Selain itu, kegiatan Gus Dur, tokoh kharismatik Nahdatul Ulama juga diberitakan oleh pelbagai pemancar televisi. Untuk sementara ini memang nampak bahwa pusat-pusat kekuasaan di Indonesia berkisar di seputar empat tokoh yang disorot televisi itu: Soeharto, Habibie, Wiranto dan Gus Dur. Dua dari ABRI dan dua dari sipil. Dan dari keempat orang ini memang tidak banyak yang diharapkan untuk melakukan reformasi dengan cepat pada tahun ini, yang belum tentu akan menelorkan pemilu yang jujur, kata seorang pengamat. Yang jelas, setelah mutasi ABRI baru-baru ini yang mendapat restu Habibie, yang mengatakan bahwa Indonesia tidak mungkin akan menjadi suatu negara Islam, maka ABRI lagi-lagi muncul kokoh setelah membersihkan unsur-unsur Sara dalam tubuhnya. Tapi menurut seorang tokoh Petisi 50, ABRI sekarang berada di tangan orang-orang merah putih yang tetap berbau fasis. Pilihannya memang, demikian pengamat tadi, ABRI yang pecah, ABRI yang merah putih fasis, atau ABRI yang hijau fasis. Harian Singapura The Straits Times edisi Sabtu lalu menulis bagaimana para kolonel yang merupakan mayoritas di kalangan perwira ABRI, sekarang cuma menjadi penonton diam. Mereka melihat melihat bagaimana Wiranto bergerak melakukan reformasi, tetapi dengan gaya "alon-alon waton kelakon" atau perlahan-lahan asal terwujud. Ini kurang cepat bagi kalangan perwira reformis. Mereka menginginkan reformasi cepat. Wiranto berusaha mempertahankan dwifungsi dan kemudahan-kemudahan lain yang selama ini dinikmati ABRI, tetapi juga dinilai kurang cepat. Keberlangsungan politik Wiranto banyak tergantung pada kegiatannya pada bidang ini, tulis The Straits Times. Analisa mutasi ABRI akhir-akhir ini juga dilakukan oleh pers nasional. Menurut pers Indonesia, dalam mutasi belakangan ini terlihat bagaimana Wiranto selain menggeser orang-orang Prabowo, juga mengenyampingkan perwira-perwira yang dekat dengan Kaster Susilo Bambang Yudhoyono yang pro perubahan mendasar, seperti Agus Wijaya dan Agus Wirahadikusumah. Paling tidak mereka tidak mendapat posisi pemimpin pasukan. Wiranto juga menggeser orang-orang Sintong Panjaitan, penasehat militer Habibie. Di antaranya ialah Luhut Panjaitan. Kenyataan bahwa jabatan Sugiono sebagai Kasum ABRI lebih tinggi dari Johny Lumintang yang hanya menjabat WaKSAD kurang dimengerti orang. Apalagi Sugiono termasuk pendukung Prabowo pada bulan Mei lalu, ketika mahasiswa melakukan aksi reformasi. Sedangkan Johny Lumintang dikerahkan Wiranto untuk menghadapi Prabowo di Kostrad. Tanpa Johny yang populer di Kostrad nampaknya sulit bagi Wiranto untuk menguasai pasukan Kostrad di Jakarta, saat itu. Selain itu, Letjen Sugiono sesungguhnya juga lebih yunior daripada Lumintang. Sugiono tamatan tahun 1971 sedangkan Lumintang tamatan 1970. Kenyataan inilah yang menyebabkan banyak kalangan menyatakan bahwa Wiranto tetap menggunakan pola Soeharto. Dahulupun Hartono yang lebih senior menggantikan Wismoyo yang merupakan yuniornya sebagai KSAD. Cara-cara Soeharto, Benny Moerdani dan Feisal Tanjung nampaknya dilanjutkan Wiranto, kata pengamat tersebut. Di samping itu, meski rakyat mulai memprotes pengangkatan anggota DPR dan bupati dari kalangan ABRI, namun ternyata Mabes ABRI tetap melanjutkan kursus-kursus kekaryaan bagi para anggota ABRI. Kursus ini juga disebut sebagai kursus sospol. Meskipun sekarang ini Kassospol sudah diganti menjadi Kaster, namun belum jelas apakah posisi Asisten Teritorial sudah keluar dari Kasum. Demikian pula posisi Assospol dan Asyawan yang membidangi karyawan ABRI yang ditugaskan keluar. Selama ini orang-orang ABRI disiapkan Asyawan, tetapi materi disusun Assospol. Jadi biarpun sering digembar-gemborkan bahwa ABRI akan bersikap netral, namun kenyataannya partai ABRI tetap masih ada, bahkan lengkap dengan Babincar, yaitu badan pelaksananya yang ditunjang oleh Assospol dan Asyawan pada pelbagai Kodam. Tidaklah mengherankan kalau banyak kalangan berpendapat dengan mutasi ini ABRI masih belum mengikuti pendapat rakyat yang menghendaki reformasi yang cepat. ----------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ----------------------------------- ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 19 Jan 1999 jam 16:37:39 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
