----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Pernahkah anda memikirkan mengapa si Slamet
tukang ojek  itu begitu miskinnya sampai membeli
kolorpun dia harus berjuang mengayuh sepedanya
berkilo kilo? Dan mengapa keluarga Pak Mustafa
begitu kayanya sampai untuk merayakan ulang tahun
anaknya yang masih TK, mereka rame rame ke
Disneyland?

Anda boleh bilang, Slamet pemalas, kurang pendidikan
kurang kreativitas, kurang bergaul .Lihat bacaannya
saja lembaran bergambar pos kota.Omongannya medok.
Isinya melulu mengenai anak bini. Mainannya gaple bukan
internet.Jadi kalau Slamet Miskin, memang itu sudah takdir
Slamet untuk miskin. Orang macam dia tidak mempunyai
jalan untuk sukses. Iya nggak?

Sedang buat Pak Mustafa bagi sebagian tetangga dianggap
keluarga elit yang berpendidikan tinggi( Prof, Ir, Doktor Mustafa
MA, MSD atau apalah..) Lihat saja tamu yang berdatangan ke
rumahnya. Mobil berjejer jejer seperti orang antrian beras gratis.
dipingiran jalan. Pak Mustafa juga kemana mana
memakai jas dan dasi mirip menteri.Anaknya yang kedua les
piano. Musik Klasik sering memantul dari ruang tamu bergulat
memerangi musik dangdut yang sedang di dinikmati oleh para
tukang becak yang mangkal diperepatan jalan dekat rumahnya,
sampai mereka akhirnya komplen " itu musik ngak ngek ngok apa
enaknya sih?bikin pala pusing dan ngantuk aja ,dasar wong edan"

Manusia memang mahluk yang gampang dikemudikan bias.
Mayoritas dari kita jelas lebih hormat terhadap Pak Mustafa ketimbang
Mas Slamet. Sebab selain mustafa terkenal sering menyumbang buat
acara tujuh belas agustusan di kelurahannya, dia dekat sekali dengan
Pak lurah dan Camat.Bahkan konon Gubernur sendiri adalah teman
dekatnya. Jadi tidak heran ketika dia meninggal, rombongan pengantarnya
memacetkan jalan . Selain memacetkan mesjid yang sesak oleh manusia
wangi yang setelah sholat jenazah, mendengarkan khutbah penceramah
yang mengiringi jenazah Mustafa dengan memoar " Dia adalah manusia
yang  dicintai banyak orang, dia dermawan dan santun terhadap manusia
miskin.Manusia macam Mustafa tempatnya cuma di Surga "

Sedang ketika mas Slamet mati ketika ojeknya tersambar metromini.
Cuma 10 orang yang datang berduka di tempat kostnya. 3 Orang adalah
Bini dan 2 anaknya sendiri. 5 orang teman seprofesi, dan 2 orang
pemilik warteg yang dua kali berduka, satu karena Slamet telah pergi,
kedua Slamet pergi beserta bon utang utangnya tidak kembali.

Tidak , kawan. Saya tidak akan membiarkan tulisan ini menjadi
semacam wejangan seolah olah saya adalah manusia arif pembela
manusia tertindas. Sebab bila saya berada dikampung anda itu,
saya mungkin akan berprilaku sama dengan manusia lainnya.
Saya akan datang kepenguburan pak Mustafa, sebab selain lebih
meriah, makanan gratis juga disediakan, apalagi banyak cewek
cantik dan artis yang bakalan datang.

Ya anda dan saya terkena bias karena hidup itu sendiri sebenarnya
adalah bias. Diskriminasi opini dan treatment sudah kita alami
sejak kecil. Di SD saya di pejompongan, Arif selalu dimanjakan para
guru karena bapaknya anggota DPR, dan Katma dicuekin karena
bayar spp saja orang tuanya masih minta dispensasi. Di SMP
Pak Arif, guru olah raga selalu memanjakan Desy,Nina dan murid
sexy dan bahenol lainnya. Tapi pada suryani yang gendut, pada
Martinah yang pendek dekil,Guru ganjen satu ini jarang menoleh.
Seolah mereka tidak exist.

Mengapa itu terjadi ? jangan bertanya pada saya.
Saya bukanlah seorang sufi. Tapi yang jelas saya
memang tahu bahwa manusia itu butuh simbol.
mahluk homosapien ini sejak pertama kali mengenal
property dan harga diri di padang savanah di Afrika
sana dulu sekali sampai sekarang ini tidak pernah berhenti
untuk minta dihargai dan di hormati.

Dulu dengan power mereka menjadi kepala suku dan raja.
Sekarang dengan power mereka menjadi pengusaha
atau kepala negara.Yang kurang power mengumpulkan
harta dan menaruh titel didepan dan belakang nama.
Yang elit berpakaian mahal dan selalu mencoba ngobrol
dengan bahasa kelas tinggi. Lawyer menggantungkan
diploma di ruang kerja.Dan militer berseragam dengan
segala atributnya berlalu lalang bagai yang punya negara.

Semua simbol adalah intimidasi. Dan intimidasi inilah
yang melahirkan bias. Bila anda seorang petani  kampung
yang tanahnya baru saja dirampas oleh sebuah konglomerasi
tamak, anda mencoba melaporkannya pada wakil anda
di DPR, pertama anda harus melapor pada penjaga
diluar gerbang. kedua anda harus menunggu sekian jam
diruangan yang ac nya dingin dan memiliki hiasan Garuda
besar di dinding. dan akhirnya ketika anda berhasil juga menemui
orang satu ini ( sebuah keajaiban ) anda akan melihat manusia
wakil rakyat berjas mahal dan wangi, bicara dgn bahasa yg susah
anda mengerti, tiba tiba saja anda merasa dia begitu pintar
dan anda begitu goblok. inilah yang namanya intimidasi
Dan dari sinilah bias biasanya muncul.

Kembali , kenapa Slamet penguburannya sepi?
Karena dia miskin, tidak berpendidikan dan tidak wangi.
jadinya tidak dicintai.

Kenapa Mustafa dicintai?
karena dia pintar, kaya banyak teman dan banyak berderma.

Kenapa kita selalu menganggap Arab adalah
negara Islam? Karena bahasa mereka dipakai AlQuran
dan sholat. Nabi juga berasal dari sana.

Kenapa ekonomi Indonesia karam?
( pengangguran diatas 30 persen?inflasi 80 persen?
130 juta manusia jatuh  miskin, hutang negara 200 milyar
dollar lebih) karena bangsa melayu pemalas, dan Cina tukang
rampas.

Kenapa ekonomi Amerika justru tambah membaik?
(pengangguran 4.3 persen, tingkat inflasi 1.6 persen,
morgate rate 6.8 persen. Federal Budget kelebihan
70 billion dollar ) Karena Amerika adalah negara Kristen
Kapitalis anti Islam dan menjajah negara negara kecil.

Kenapa?kenapa?
Karena opini kita selama ini dipengaruhi oleh simbol
simbol yang sesungguhnya tidak mewakili apa apa.
pidato kepresidenan di TV, ceramah jumaat Kyai,
Gelar bangsawan raja Jawa,titel haji dan kyai,
titel didepan nama anda. nama belakang anda yang bisa
anda jual untuk usaha lantaran bapak anda adalah Jendral
atau menteri.Mobil mewah yang anda kendarai,semuanya
adalah alat intimidasi. Dan semuanya alat bias.

So.Siapa sih manusia yang tidak bermain di padang bias?
Ada, yaitu para sufi, orang gila atau orang yang sedang
sekarat.Selain dari itu, kita semua adalah para fauna yang
yang sering merasa arif dan bijaksana, tapi tidak segan
kita juga menyemplungkan diri pada kubangan bias dan
intimidasi sambil  merayakannya sepenuh hati....




Hasan Basri

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 20 Jan 1999 jam 19:30:39 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke