----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------
KOLOM SUPANGKAT:
MAKIN DIPANTANGKAN MAKIN BERJADI JADI: SARA
Siapa yang bikin peraturan Sara? Makin dipantangkan semakin berjadi jadi. Di
seluruh Indonesia kerusuhan antar suku, antar agama, ras, antargolongan se-
makin marak ditambah lagi dengan kejahatan kejam campur aduk hampir sukar
dibedakan.
Kita sudah kebiasaan bikin peraturan yang kalau dikaji secara mendalam tidak
akan bisa dijalankan, tidak mempunyai feasibility tapi dipaksakan terus.
Sekarang sara seolah olah menjadi pemicu kerusuhan namun kita masih juga
membabi buta berteriak sara, sara, sara!
Waktu Menlu AS Madeleine Albright berkunjung ke Indonesia dan kebetulan me-
ledak kerusuhan di Timtim antara suku Bugis dengan suku Timtim, ia menanya-
kan kepada pembesar kita - apakah Alatas, atau Suharto, lupa lagi - mengenai
masalah pelanggaran HAM dan didjawab bahwa itu bukan pelanggaran HAM,
yang terjadi adalah sara.........
Tentu saja All Bright yang memang sangat bright itu celingukan tidak mengerti
explanation sara.
Pembakaran lk 500 gereja gereja di seluruh Indonesia adalah sara.
Di Timtim sara, di Aceh sara, di Gelodok, Senen, dan pusat pusat pertokoan
adalah sara mengganyang Cina, pemerkosaan perempuan Cina adalah sara
yang tersebar keseluruh dunia. Di stasiun stasiun subway New York gambar
gambar perempuan Cina korban pemerkosaan disebar luaskan, terutama di
daerah yang banyak berpenduduk Cina.
Dengan defisinis sara maka semakin terkuak pelanggaran sara walaupun bu-
kan sengaja sara.
Istilah sara sebaiknya jangan dipakai lagi karena cuma memarakkan sara
saja.
Sara adalah pelanggaran HAM, oleh sebab itu ganti istilah terkutuk ini dengan
pelanggaran HAM.
H.S. Supangkat
New York
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 21 Jan 1999 jam 04:03:21 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++