---------------------------------------------------------- Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED] with body mail: "signoff indonews" need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED] with body mail: "info refcard" ---------------------------------------------------------- From: prihatin sekali Salam Reformasi Logika Menyongsong Persatuan dan Kesatuan Bangsa YTH Bung Wisemen dimanapun anda berada, Kalau memang anda seorang muslimin yg taat, haruslah anda bersiap utk bertnaggung jawab dgn perbuatan anda. Disini, saya menantang anda utk berdebat secara logika utk menjawab kritikan-kritikan thd tulisan sesat anda. Janganlah jadi seorang pengecut oportunis yg menggunakan agama sbg alat mencapai cita-cita pribadi anda. Samahalnya seperti tantangan Pak Faisal Basri yg menantang Adi Sasono utk berdebat atas ide ekonomi kerakyatannya, maka saya pun menantang anda utk berdebat melalui internet atas isi-isi tulisan dan pemikiran (picik) anda. Saya melihat kesamaan antara anda dgn Adi Sasono, Ahmad sumargononya Islam, Eggy Sujana dan Islam-Islam reaksioner lainnya. Anda semua menghalalkan penggunaan agama utk menyudutkan sesama manusia yg nyata-nyata warga negara indonesia, pri ataupun non-pri. Saat anda terkepung dan diminta pertanggung jawaban thd ulah dan sikap tsb, dgn cepat isu agama ataupun isu lainnya muali anda kumandangkan. Contoh, Adi Sasono dan ide ekonomi kerakyatannya. Ketika banyak pengamat ekonomi yg mempertanyakan konsep ini, apa yg Adi lakukan? Teriak isu bahwa para kritik adalah orang-orang yg anti rakyat. Padahal yg namanya rakyat itu termasuk semua orang termasuk para kritik tsb. Kita sbg warga negara indonesia berhak utk meminta adi menjabarkan secara detail konsep ekonomi kerakyatan tsb karena ini bukan hal yg sepele dan murah. Uang Triliunan rupiah telah di berikan utk konsep ini, tetapi sampai skrg tidak ada penjelasan transparan yg diberikan bagaimana program ini dapat membantu, melalui siapa dan apakah benar dana tsb digunakan sebagaimana mestinya. Karena terutama dalam krisis ekonomi demikian pemakaian uang negara yg begitu besar sepatutnya di jabarkan secara transparen. Tetapi adi cs lebih bersikap reaksioner dan defensif, mengapa harus demikian? Kalau memang konsep anda akan membantu rakyat, jelaskan jgn bersembunyi. Sukses tentunya akan membawa bangsa ini ke pintu kesehjahteraan bagi semua bangsa, kalau ada yg menentang baru kita boleh mengecap semua tuduhan tsb. Tetapi kalau tidak ada penjelasan, apa saya sebagai warga negara Indonesia tidak berhak utk menanyakan kemana akan dipakai dana tsb. Maka dari itu saya himbau adi sasono utk secara jantan menerima tantangan Faisal Basri tsb utk menjabarkan lebih lanjut konsep ekonomi kerkayatan tersebut. Jangan main asal tuduh saja, ini akan menimbulkan kecurigaan yg lebih lanjut di masyarakat termasuk dunia internasional. Dulu, Malayasia pun ikut mencanangkan program kerdit murah seperti yg dijalankan oleh ide adi tsb. Lantas apa yg terjadi. Tidak adanya transparansi menyebabkan kegagalan atas program tsb yg berakibat dana macet dan timbulnya konglomerasi bumiputera. Tetapi tidak semua rakyat ikut mengecap tingkatnya kesehjahteraan negara. Akibat pemberian kredit murah, para petani dan pedagang kecil yg mengambil uang pinjaman, tetapi bukannya buat berdagang ataupun pelaksanaan ekonomi, tetapi malah dipakai utk membeli barang-barang keperluan, seperti, mobil, memperbaiki rumah, memebeli barang mewah dll. Lantas bagaiman pengembalian uang dapat dilaksanakan kalau dana dipakai buat konsumsi bukannya utk berekonomi. Akhirnya, banyak kredit acet dan itu sama saja dgn pemberian uang sosial yg tidak merata. Mana keadilan disini? Dari sisi mana kita melihat keadilan tsb? Tentunya hanya adi saja yg tau. Bung Wisemen dan para penyebar isu SARA lainnya, sebaiknya anda semua bercermin lagi, lihatlah bagaimana Indonesia akan menjadi dalam tahun-tahun mendatang kalau cara pemikiran anda yg kurang jernih ini diteruskan. Apa anda akan senang kalau Negara ini hancur, pecah dan terjadi perang saudara. Indonesia pecahkan tujuan akhir anda? Ingatlah bahwa Indonesia ini terbentuk atas dasar Bhinneka Tunggal Ika, jadi jgn memaksakan kehehndak thd sesama manusia apalagi dgn mengunakan isu SARA. Barulah negara ini bisa maju. Ingatlah bahwa perbuatan anda walau tak dihukum di dunia ini, tetapi jgnlah begitu yakin bahwa Tuhan YME akan menutup mata saat anda menerima panggilan-NYA. Bertobatlah .HIDUP INDONESIAKU. Mari kiat melihat segala masalah tanpa emosi dan dari sudut SARA tapi gunakan akal sehat, Logika dan penuh rasa tenggang rasa. salam ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 21 Jan 1999 jam 04:35:00 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
