----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Merdeka, 19 Maret 1999

Kasus Ambon Kelengahan Pakar dan Pemimpin

Seperti kita ketahui, kasus Ambon kini sudah menjadi kasus
nasional. Kasus yang semula hanya perkelahian/perselisihan preman-
preman biasa, kini telah berkembang sedemikian rupa sehingga
menjadi perselisihan antar umat beragama. Kota Ambon hancur luluh
lantak bagai diterjang badai yang sangat dahsyat. Mengapa rakyat
Ambon bisa kehilangan rasa persaudaraannya, kehilangan rasa
kebangsaannya dan kehilangan rasa nasionalismenya.

Mungkin rakyat kecil yang selama ini dianggap bodoh, telah
mencontoh para pemimpin di pusat. Mengapa begitu? Setelah mahasiswa
melengserkan Soeharto, Bapak-bapak, ahli-ahli, pakar-pakar yang
diatas sana, entah berebut apa, saling beradu argumentasi, saling
hujat. Mereka yang tadinya tidak terkenal bermunculan dan mengaku
dirinya paling reformis.

Mereka berlomba-lomba mendirikan partai-partai baru. Mereka tidak
mau bersatu walau beberapa mempunyai visi, misi dan platform yang
sama sekalipun. Umat Islam terpecah menjadi sangat banyak Partai NU
punya banyak partai demikian juga Muhammadiyah, Persis dan lain-
lain juga tidak mau bersatu.

Sekarang bangsa Indonesia telah "terkotak-kotak" menjadi 48 Partai.
Mengapa partai-partai yang bernaung di bawah bendera NU tidak
bersatu? demikian pula yang lain, yang bergambar Bulan Bintang,
Masyumi dan Masyumi Baru, juga PSII. Yang bergambar Banteng, Partai
Rakyat Marhaen, PNI Supeni, PDI dan semua yang Sukarnois cobalah
bersatu, dengan bersatu bukankah lebih banyak keuntungannya? Rakyat
Pemilih akan lebih terkumpul, suara akan lebih kuat, maksud-maksud
menjegal partai status quo lebih transparan. Pemerintahan Indonesia
baru rasanya akan lebih cepat terwujud. Amin.

Bagi Partai-partai yang tidak "terpilih" tak usah uring-uringan.
Bersipatlah ksatria, lapangkan dada, berfusilah dengan Partai yang
mempunyai platform sama, Pemilu '99' bukanlah satu-satunya tujuan,
jangan hanya mengejar kursi. Masih banyak cara mempersatukan
kembali Republik ini tanpa memikirkan Partai.

EDIE SULAMAN, Bandung.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 23 Mar 1999 jam 10:25:48 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke