---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- KOLOM SUPANGKAT: SISTEM PEMILU "KUCING DLM KARUNG" TIPU RAKYAT INDONESIA! Kandidat presiden, si Malakamo Sistem pemilu Indonesia tampaknya mau jadi "unik" lagi dalam artikata yang nega- tif, sekalipun itikad kita para reformis baik semua. Pertama, para parpol hanya menonjolkan kandidat presidennya saja, tidak pernah menonjolkan platform politik justru dalam krismon dahsyat yang sudah menjadi krisis ekonosospol yang udzubillah, yang sudah menjadi hampir "humanly im- possible" untuk ditanggulangi. Dalam artikelnya, Kwik Kian Gie, ekonom muda yang brilyan itu, situasi ekonomi kita sudah serbasalah, seolah olah buah si Ma- lakamo. Jumlah kemelaratan belum bisa dikurangi dari 130 juta, demikian pula jumlah pengangguran masih sekitar 40 juta, idem ditto busunglapar sekitar 10 juta, tiada modus untuk rehabilitasi ekonomi yang sudah hancur. Konsep umum kanak kanak ingusan Kedua, para kandidat presiden yang ditonjolkan itu tidak ada yang mempu- nyai konsep ekonosospol yang konkret yang telah dijabarkan menjadi "Plaform" politik dalam kampanye, semuanya masih menggemborkan konsep umum yang sudah diketahui kanak kanak ingusan. Jangan bicara tentang Program Politik yang harus jadi pegangan para wakil Rakyat dan Kabinet yang masih nun jauh di sana di awang awang mungkin sekitar planet kemujuran Jupiter. Bom asap berledakan Sementara itu fenomena baru mulai marak: bunuh bunuhan yang berkepanja- ngan tak dapat dihentikan, dalam skala "mass murder" kalau bukan "genocide". Tuntutan kemerdekaan Aceh, Timtim, ditindas dengan kekejaman tiada taranya, Irja, Riau, yang kaya sumber alamiah tapi rakyatnya diterlantarkan sepanjang masa, kini mulai menuntut kemerdekaan (separatisme) bukan lagi Federalisme. Kesemuanya itu menjadi bom asap berledakan yang telah berhasil mengalih- kan perhatian kita dari tujuan yang baik (diversion tactics). Mana calon wakil rakyat? Dalam pemilu 1955 yang saya ikuti dan alami, yang ditonjolkan pertama, Plat- form Politik, kedua, calon wakil rakyat. Kita bukan memilih asal parpol asal platform yang tidak hidup, kita memilih wakil rakyat yang hidup yang kita teliti identitas dan reputasinya. Saya ingat PKI dengan liciknya mencalonkan Witarsa, kananluar tim sepak- bola Indonesia yang populer sekali dan berhasil menggaet banyak suara kon- stituensi. Sekarang ini kita disuruh milih "kucing dalam karung", para calon wakil rakyat yang tidak kita ketahui identitas dan latar belakang, reputasinya. Sistem ini adalah sistem pemilu Golkar Ali Moertopo yang telah mengakibatkan neraka jahanam sekarang ini. Kandidat tak langsung Yang kita tonjol tonjolkan sekarang ini hanya para kandidat presiden yang nota- bene harus dipilih secara tak langsung pula. Presiden akan dipilih oleh MPR yang terdiri atas para anggota DPR plus 200 Wakil yang ditunjuk oleh Peme- tintah. Para calon anggota DPR tidak pernah ditonjolkan dalam kampanye. Lagi lagi kita beli kucing dalam karung. Siapa para calon wakil itu kita tidak tahu! Demokrasi apa ini? Tidak ada di dunia lain, kecuali mungkin di RRC, Vietnam, Kuba, Kamboja, Laos, Korut di mana rakyat hanya disodori apa yang sudah disetujui oleh partai yang berkuasa dan oleh (Intel) pemerintahnya.......... Rakyat di fait accompli Sistem pemilu tertutup a la kucing dalam karung ini jelas merupakan peluang terbaik bagi orang orang Suharto, orang orang statuskuo. Kita tidak berhak meneliti siapa mereka itu, tahu tahu sudah terpilih dan kita menghadapi "fait accompli". Menentang hasil pemilu 1999 akan dikutuk! Terpaksalah "nrimo". Golkar licik terus: democrazy Dengan liciknya Gokar dan ABRI meledakkan bom bom asapnya sehingga bangsa Indonesia tidak mempunyai kesempatan untuk berpikir "nuchter" (waras dan canggih) dan inilah hasilnya! Hasil minim yang digembor gembor- kan sebagai hasil maksimal.......... Saya sendiri tidak ada di Indonesia dan baru sadar sekarang ini, mungkin su- dah terlambat, tidak mungkin daftar calon anggota DPR tiba tiba diumumkan sedangkan pemilu tinggal 2 bulan 2minggu lagi. Terpaksa kita memilih "kucing dalam karung" dalam "democrazy" . Adakah jalan lain yang bisa menggagalkan hasil pemikiran cerdik buruk ini? H.S. Hidayat Supangkat New York ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 24 Mar 1999 jam 00:28:42 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
