----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

PARPOL BERAZAS ISLAM untuk APA & SIAPA ?

Di tengah ramainya kemunculan partai-partai baru
muncul juga parpol-parpol baru yang mengklaim di-
rinya sebagai parpol Islam dan bersyariah Islam.
Parpol-parpol berazas Islam ini seringkali MENG-
HUJAT Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Amanat
Nasional dan PDI Perjuangan sebagai partai "sekuler",
bukan partai Islam. Parpol-parpol berazas Islam ini-
lah yang mengklaim bahwa partai merekalah yang
paling sesuai bagi umat Islam dan "demokratis",
tapi benarkah demikian ?

SEANDAINYA SAYA MUSLIM, sebelum saya memutuskan
untuk memilih Parpol SEKULER atau berazas Islam,
maka saya menetapkan berbagai kriteria ideal sbb:

1. Apakah PARPOL ini memperjuangkan Islam yang
   rahmatan lil alamin, yakni Islam yang menye-
   jukkan, toleran terhadap kemajemukan, Islam
   yang MAWAS DIRI, Islam yang menghargai HAM
   golongan non-Islam secara setara sebagaimana
   Islam menghargai HAM sesama Islam atau Islam
   mengharapkan agar kelompok non-Islam menghar-
   gai HAM umat Islam ?

   Bagaimanapun saya MENYADARI bahwa tidak akan
   ada PERDAMAIAN ABADI antar umat manusia selama
   ada kemunafikan, egoisme, arogansi dan diskri-
   minasi antar manusia. Kunci hidup dalam keru-
   kunan sejati sepanjang zaman tidak lain adalah

   "Perlakukanlah SESAMAMU MANUSIA, seperti engkau
   mengharapkan SESAMU MANUSIA, memperlakukan diri-
   mu"

   "Jangan perbuat kepada SESAMU MANUSIA, apa yang
   KAMU SENDIRI TIDAK INGIN SESAMU MANUSIA perbuat
   kepadamu"

   Kalau anda memperbolehkan diri anda untuk mengin-
   jak-injak dan MERAMPAS HAM orang atau kelompok
   lain tapi anda TIDAK RELA dan PROTES KERAS bila
   HAM ANDA dirampas dan diinjak-injak orang lain
   maka anda JELAS ADALAH ORANG-ORANG EGOIS YANG
   HIPOKRIT alias curang dan mau menang sendiri.

   Anda benci, muak, marah dan protes keras melihat
   kezaliman dan kebiadaban yang menimpa etnis Bosnia,
   etnis Albania di Kosovo, penderitaan rakyat Pales-
   tina, nasib tragis sebagian rakyat Ambon, penderi-
   taan rakyat Chechnya, bersimpati terhadap perjuang-
   an kemerdekaan rakyat Moro di Filipina dan Kasmir
   di India karena mereka adalah MAYORITAS MUSLIM
   di daerah mereka sendiri tapi MINORITAS di tengah-
   tengah wilayah NON-MUSLIM dan mereka dizalimi oleh
   penguasa PUSAT yang mayoritas dikendalikan oleh
   non-muslim. Bagi sesama saudara SEIMAN, anda memi-
   liki empati dan emosi yang sangat erat berkaitan,
   tapi bagaimana dengan pelanggaran HAM yang dilaku-
   kan oleh saudara seiman anda atau anda sendiri
   terhadap orang yang berbeda SARA-nya dengan anda
   di tempat atau negara lain ?

   Pernahkah anda memikirkan, memperjuangkan bah-
   kan bersimpati terhadap perjuangan rakyat Timor-
   Timur, Irian Jaya, perusakan gereja-gereja Kristen
   dan Katolik, penganiayaan dan kebiadaban yang menim-
   pa umat Kristen di Ambon, pembatasan kebebasan bera-
   gama, diskriminasi, pelanggaran HAM dan penganiayaan
   terhadap umat minoritas non muslim di negara-negara
   mayoritas muslim (ini fakta bukan rekayasa saya
   dengan maksud mendiskreditkan agama Islam) ?

   Masalahnya di sini bukan apa agama atau etnis suatu
   kelompok, tapi apakah kita memiliki sikap dan EMPATI
   yang sama untuk memahami, merasakan dan turut pri-
   hatin atas pelanggaran HAM yang juga dialami oleh
   orang lain yang berada di luar kelompok SARA kita
   sendiri. Apakah kita memiliki keberanian dan hati
   nurani yang jernih untuk menyuarakan KEBENARAN dan
   membela kelompok-kelompok yang tertindas khususnya
   mereka yang bukan sama SARA-nya dengan diri kita ?
   Seorang muslim apalagi politisi dan negarawan yang
   baik harus berani menyuarakan KEBENARAN ini dan
   membela yang lemah dan dizalimi bukan hanya kepada
   SESAMA MUSLIM tapi juga bagi umat NON-MUSLIM.
   Adakah sikap luhur ini dicerminkan oleh PARPOL-PAR-
   POL BERAZAS ISLAM ?

   Kebutuhan HAM itu SIFATNYA UNIVERSAL BUKAN RELATIF,
   yang membutuhkan kebebasan beragama dan HAM-nya di-
   hargai itu bukan MONOPOLI untuk MUSLIM saja, tapi
   juga yang NON-MUSLIM. Umat muslim menginginkan
   untuk bebas dari rasa takut dan diskriminasi, bebas
   untuk memeluk, beribadah, mendirikan tempat ibadah-
   nya dan MELAKUKAN SYIAR DAKWAH, bebas untuk memili-
   ki harta benda dan ingin perlindungan hukum atas
   harta miliknya dari penjarahan dan perusakan, umat
   muslim mendambakan hidup dengan layak, hak-hak yang
   sama JUGA DIBUTUHKAN SECARA SAMA DAN SETARA OLEH
   NON-MUSLIM. Apakah konsep ini diterima dan disadari
   oleh PARPOL-PARPOL BERAZAS ISLAM dan umat Islam se-
   cara umum ?

   Bisakah PARPOL BERAZAS ISLAM menerima KEBEBASAN
   BERAGAMA dan PRINSIP HAM SECARA UNIVERSAL ?
   Bisakah SYARIAH ISLAM itu menghargai dan mengakui
   bahwa memeluk suatu agama, PINDAH AGAMA atau tidak
   memeluk agama manapun itu adalah bagian dari
   hak-hak asasi yang PALING ASASI yang juga termasuk hak
   pribadi seseorang (privacy right) yang tidak boleh
   dilarang, dipaksakan dan diteror oleh orang lain ?

   Bisakah PARPOL BERAZAS ISLAM membiarkan umat mus-
   lim yang memutuskan untuk PINDAH AGAMA atas ke-
   sadaran dirinya sendiri tanpa ada sanksi dan teror
   apapun atas pilihannya tsb. sebagaimana umat Islam
   mengharapkan agar umat non-muslim yang masuk Islam
   agar dihargai pilihan dan HAM-nya dan dijaga dari
   teror dari orang lain. Jika Islam menerima dengan
   senang hati dan melindungi HAM MUALAF, maka seharus-
   nya sebaliknya Islam juga HARUS MENGHORMATI HAM
   muslim yang murtad dan masuk ke agama lainnya tanpa
   teror, ancaman pidana, diskriminasi apalagi ancaman
   PEMBUNUHAN. Buktikan bahwa Islam itu agama  yang
   FAIR PLAY dan berperi KEMANUSIAAN.

   Jika di negara-negara mayoritas non-muslim yang me-
   nganut demokrasi sekuler seperti USA dan Eropa Barat
   umat Islam diberikan kebebasan penuh untuk menjalan-
   kan ibadah, mendirikan tempat ibadah bahkan melakukan
   SYIAR DAKWAH ISLAM, bisakah parpol-parpol BERAZAS IS-
   LAM juga memberikan hak-hak dan kebebasan serupa ke-
   pada umat minoritas NON-MUSLIM di negeri ini ?

   Kadang-kadang SAYA TERTAWA GELI setiap kali membaca
   atau mendengar ada seorang muslim/ulama/tokoh politik
   Islam khususnya dari kalangan FUNDAMENTALIS garis ke-
   ras yang MENCACI MAKI AMERIKA SERIKAT sebagai musuh
   terbesar DUNIA ISLAM dan umat Islam. Alangkah bodoh,
   picik dan MUNAFIKNYA orang ini. Tidak tahukah dia,
   bahwa di Amerika Serikat itu hak-hak asasi setiap in-
   dividu begitu dihargai tanpa membedakan SARA-nya ?
   Pusat dakwah Islam yang terbesar di dunia justru ter-
   letak di Chigago, Illonois, USA di Jantung Amerika.
   Di Amerika anda boleh melakukan DAKWAH secara terang-
   terangan bahkan PROVOKATIF melalui media cetak maupun
   elektronik (radio/TV/Internet). Voice of America juga
   menyiarkan rangkaian KULIAH SUBUH ISLAM dan Pelajaran
   / SYIAR DAKWAH agama Islam untuk dipancarkan ke selu-
   ruh Amerika Serikat DAN dunia. Presiden USA, Mr. Bill
   Clinton pun setiap hari raya Idul Fitri selalu mengu-
   capkan selamat hari raya Idul Fitri bagi umat Islam
   Amerika dan global. Di USA umat minoritas muslim juga
   BEBAS MEMBANGUN MASJID, ISLAMIC CENTER dan pusat-pusat
   kajian Islam di kota manapun tanpa hambatan dan rekayasa
   apapun dari pemerintah setempat.

   INIKAH GAMBARAN NEGARA YANG MENJADI "MUSUH" ISLAM TER-
   BESAR ? Jika benar demikian, alangkah baik hatinya
   "musuh Islam" ini terhadap dunia dan agama Islam !!!

   Sementara di negara-negara mayoritas muslim apalagi
   yang MENERAPKAN SYARIAH ISLAM secara MURNI DAN KONSE-
   KUEN jangan HARAP anda bisa menemukan kebebasan bera-
   gama yang SANGAT LIBERAL bagi minoritas NON-MUSLIM
   sebagaimana yang diberikan oleh pemerintah USA dan
   masyarakatnya kepada umat muslim minoritas di USA.

   Di sini PARPOL BERAZAS ISLAM dan umat muslim secara
   umum diuji TOLERANSINYA, apakah sekedar basa-basi
   atau sungguh-sungguh. Tunjukkan bahwa SYARIAH ISLAM
   itu TIDAK MUNAFIK dan DISKRIMINATIF.

2. Apakah PARPOL ini memperjuangkan KEBENARAN,
   KEADILAN dan KEMASLAHATAN seluruh rakyat ne-
   geri ini tanpa membedakan atau mengistimewa-
   kan golongan etnis, agama, ras dan status so-
   sial ekonomi tertentu ?

3. Apakah PARPOL ini memperjuangkan konsep MERIT-
   OKRASI yakni kebijakan yang memberikan peng-
   hargaan dan fasilitas kepada warganegara yang
   telah membuktikan dirinya secara obyektif la-
   yak untuk mendapatkannya daripada konsep
   PROPORSIONALISME berdasar KUOTA etnis dan agama
   dalam menentukan jabatan, fasilitas dan perlaku-
   an terhadap rakyat negeri ini ? Konsep PROPOR-
   SIONALISME membuka peluang praktek apartheid,
   rasialisme dan diskriminasi terhadap para peme-
   luk agama atau etnis minoritas yang sebenarnya
   lebih layak dan berhak menurut PARAMETER OBYEK-
   TIF untuk mendapatkan hak-hak, fasilitas, bea-
   siswa, penghargaan, jabatan dll, tapi harus me-
   relakan hak-hak tersebut dirampok akibat kuota
   etnis dan agama untuk diberikan kepada etnis
   dan agama mayoritas.

4. Apakah PARPOL ini memperjuangkan DEMOKRASI SE-
   JATI ? Demokrasi tanpa PRINSIP KESETARAAN HAK
   DAN KEWAJIBAN ANTAR WARGANEGARA tanpa DISKRI-
   MINASI SARA adalah basa-basi. Kerukunan antar
   etnis dan agama hanya mimpi jika masih ada ke-
   tidakadilan dan diskriminasi berdasarkan SARA
   di negeri ini.

Keempat tolok ukur inilah yang seharusnya menjadi-
kan dasar bagi kita untuk memilih PARPOL yang paling
benar agar negeri kita dapat menjadi negeri yang
benar-benar DEMOKRATIS & HARMONIS meski berbeda SARA.

Salah satu penyebab mengapa agama Islam banyak di-
hujat oleh MASYARAKAT (NON-MUSLIM) GLOBAL sebagai
agama yang picik, egois, MUNAFIK, barbar, intoleran,
penganjur terorisme, diskriminatif, EKSLUSIF dan
zalim terhadap minoritas non-muslim, dikarenakan ada
banyak oknum dan PENGUASA muslim yang SADAR ATAU TIDAK
memposisikan Islam sesuai dengan CIRI-CIRI NEGATIF
di atas, bukannya Islam yang toleran, kasih dan rah-
matan lil alamin.

Melalui artikel ini saya mengajak anda para netters
semua, agar tidak terjebak pada FORMALISASI AGAMA.
Formalisasi dan fanatisme agama tanpa upaya untuk
senantiasa MAWAS DIRI akan menyebabkan HIPOKRISI
dan AROGANSI, membuat seseorang merasa PALING BE-
NAR DAN SUCI SENDIRI padahal dirinya masih penuh
dengan dosa, kemunafikan dan kezaliman.

Partai yang menggunakan AZAS AGAMA, tapi tidak me-
negakkan keadilan, kebenaran dan kemaslahatan se-
luruh UMAT MANUSIA (bukan cuma UMATNYA THOK) jus-
tru menjadi BUMERANG bagi agama itu sendiri. Aga-
ma itu akan dilecehkan dan dicemooh oleh pemeluk
agama lain sebagai agama YANG EGOIS dan HIPOKRIT.
Agama tanpa cinta kasih, kebenaran dan keadilan
kepada sesama manusia secara universal dan luas
adalah sia-sia. Percuma anda BERISLAM, menjadi
seorang Kristen, Hindu, Budha dll. semua itu
SIA-SIA bila anda mempergunakan agama anda seba-
TOPENG KEMUNAFIKAN, alat kezaliman dan pembenar
pelanggaran HAM bagi sesama manusia.

Anda BERAGAMA (ISLAM) untuk apa ? Memuliakan agama
anda sebagai berkat dan rahmat bagi segala makhluk,
penuntun anda dan umat manusia kepada cinta kasih,
pencerahan, mawas diri, keadilan, kebenaran, kearif-
an dan penguasaan diri atau justru sebaliknya.

Awas jangan salah PILIH PARPOL dalam PEMILU NANTI,
pilihlah PARPOL yang

**************************************************
Mempanglimakan AKHLAK dan MORAL berlandaskan
demokrasi, meritokrasi dan pengakuan serta
penghargaan terhadap DEKLARASI HAM UNIVERSAL,
berlandaskan PERI KEMANUSIAAN dan KEADILAN
bagi semua umat manusia tanpa membedakan SARA

>>> Bukan MEREKA YANG >>>

MEMPANGLIMAKAN SYARIAH AGAMA DAN MEMFORMALISASIKAN
AGAMA, tapi mengabaikan prinsip NON-DISKRIMINASI,
PERI KEMANUSIAAN dan KEADILAN, yang akibatnya jus-
tru anti reformasi, demokrasi, meritokrasi dan
pluralisme yang menyebabkan agama semakin dicap
negatif oleh pemeluk agama lain dan masyarakat
global yang beradab dan demokratis.
**************************************************

Selamat mengikuti PEMILU 1999, Pilihan Anda semua
menentukan nasib BANGSA INI.

Salam reformasi total,

Pro Yang WARAS dan BENAR

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 24 Mar 1999 jam 10:32:32 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke