----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


MAKIKIT SERANG PENDUDUK SIPIL, 2 ORANG LUKA PARAH

        VIQUEQUE (MateBEAN, 23/3/99), Organisasi paramiliter bentukan
Prabowo Subianto, Makikit, yang bermarkas di Viqueque, Sabtu (20/3) lalu
menyerang penduduk sipil di Kecamatan Lacluta (sekitar 46 km, arah timur
ibukota Viqueque). Serangan tersebut mengakibatkan 2 warga sipil menderita
luka parah akibat rentetan tembakan yang dilancarkan oleh Makikit dan
anggota Koramil Lacluta.

        Para saksi mata mengatakan bahwa kejadian itu, bermula dari adanya
provokasi (selebaran gelap) sengaja dilakukan beberapa anggota Makikit
dengan Koramil Lacluta --isinya antara lain berupa, pada 30 April mendatang
akan terjadi pembantaian terhadap warga sipil di daerah itu. Pembantaian
itu, berupa warga sipil akan diracuni dengan racun tikus yang dicampur
dengan kopi.

        "Setelah itu, mereka membuang selebaran gelap itu di depan rumah Kepala
Sekolah SDN 01 Lacluta, yaitu Filomeno. Namun hal itu diketahui oleh
Filomeno sehingga provokator itu juga langsung dipanggil oleh Filomeno. Dan
Filomeno menyanyakan kepada dia bahwa siapa yang menyuruhnya untuk membuat
selebaran gelap yang hanya menresahkan masyarakat itu. Tapi dia lolos dan
melaporkan hal itu pada Danrmil Sersan Mayor Nicodemus. Danramil itu
kemudian ke rumah Filomeno dan menuduh Filomeno jadi dalang selebaran gelap
itu," kata Cesario Pinto seorang saksi mata.

        Tanpa alasan yang pasti, menurut Cesario, setelah Danramil itu kembali ke
kantornya, sekitar pk 21.00 Wita, serombongan Makikit bersama beberapa
anggota Koramil datang untuk menangkap Filomeno. Tapi yang bersangkutan
menolak, karena dirinya merasa tidak bersalah. Penolakan itu, membuat
beberapa anggota Koramil melepaskan tembakan membabi buta, sehingga
mengakibatkan Jeronimo Siswa SMP I Lacluta menderita luka tembak serta Jose
Andrade seorang PNS di Kecamatan Lacluta juga terkena timah panas itu.

        Sekitar 30 menit paramiliter bersama anggota Koramil Lacluta terus
menembakan senjata kerumah-rumah penduduk. Setelah tembakan berhenti baru
pihak keluarga bisa membawa Jeronimo dan Jose ke rumah sakit untuk
mendapatkan pertolongan perawatan. Hingga saat ini kedua korban masih
dirawat di Klinik Susteran Viqueque. Sedangkan 63 orang saat ini masih
ditahan di Koramil Lacluta dengan berbagai macam siksaan.***


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 24 Mar 1999 jam 18:21:59 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke