----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Adalah sangat manusiawi bila kita kadang merasa
begitu alim, tapi terkadang berpikiran buruk bagai
bandit.Ya kadang kita merasa begitu suci mirip
nabi nabi, tapi tidak jarang kita merasa kotor seperti
para penganut Bidah,atau para penyembah setan.

Manusia itu adalah mahluk yang dinamis.
Selalu ada perubahan sepanjang kehidupan.
Detik bergerak, sel sel bertambah tua..
Seperti juga jasad, Iman seseorang tidaklah
bisa statis selamanya. Dia bisa naik turun,maju mundur
seperti mood atau emosi bawah sadar. Dia juga bisa
berkurang atau bertambah tergantung komprehensi,
apresiasi dan kemauan menambah wawasan.

Waktu smp dan sma, ketika saya masih hobby
sembahyang taraweh di Mesjid Mujahidin lantaran
ingin nampang dan sekaligus mengamati Nurul&Rini.
kembang kampung Karet Tengsin yang selalu duduk
di saf terdepan bagian perempuan yang cuma
dibatasi kain pendek panjang dibelakang saf laki laki.
.Saya mengakui, dalam setiap sholat dan ruku, bukan
Allah yang mendominasi ini pikiran, tapi merekalah,
ya cewek cakep yang sangat aduhai lebih sering mampir diotak,
Entah saya lupa dimana waktu itu Tuhan berada, yang jelas
setiap kali saya  selalu berusaha untuk nampak khusuk
walaupun setiap kali bilang Amin, bunyi bunyian yang
keluar dari mulut saya rasanya cuma  manggil Riniiii...

Itu duluuuu... Tapi apakah karena dilanda cinta monyet
macam begitu saya lalu dianggap tidak beriman?

Bahwa Iman itu berproses adalah sangat wajar.
Yang tidak wajar ialah bahwa orang yang mengaku
beriman itu cepat tersinggungan.Gampang terluka
dan marah pada pemikiran orang.Karena yang saya
tahu Iman artinya percaya pada sang khalik, percaya
pada destinasi, menjauhkan diri dari yang haram,
mendekatkan diri pada kebenaran.

Ciri ciri orang beriman adalah ketenangan.
Karena beriman artinya penuh optimisme,
selalu berpikiran baik, tidak cepat menuduh
apalagi mencap orang lain semudah meludah.

Hari ini saya menerima email dari
seorang beriman, isi paragraf paragraf itu:

>>Hi again Mr Malin Kundang,

I decided not to respond to your offensive writings on
pork and women. In your posting yesterday.
----
Not only do I think you are big headed, but you are also
prejudiced, racist and a chauvinistic.
--
I know if your wife is not fake,
you have to give your fare share. I don't think she
would wait on you.
---
In one of your articles you write about how you generalize that
all people from the Karo ethnic group are non-moslem. How dare you!
 I know for sure I am a moslem and so are many people from the Karo
Highland.
--
P.S  Please don't stop writing but take the above points into a
consideration.<<end

Surat semacam ini sudah banyak sekali saya terima.
Herannya yang mengirim surat seperti ini justru
yang mengaku beragama dan beriman.
Satu lagi email dari Canada:

>>dear proletar,dengan ini borjuis ingin memberi sedikit komentar atas
tulisannya itu,anda seorang penulis dan pengarang yang berbakat
sekali,saya setuju dengan mimbar bebas dan saya menghormati
freedom of speech and freedom of expression,tapi saya tidak setuju kalau
freedom of  expression and freedom of speech ini anda gunakan untuk menghina
dan  mencemoohkan agama hususnya agama islam.
---
kalau anda terus menerus
begitu,anda betul betul seorang SOB,seorang MF anf AH who dont have
nothingelse todo.terima kasih,sekian komentar dari borjuis.<<end

Saya tidak menyangkal bahwa saya sering menulis liar.
Tapi saya harus jelaskan, yang saya hujat dalam tulisan
adalah pemberhalaan, pengkultusan terhadap agama.
bukan agama itu sendiri. Pada orang jawa, saya menghujat
feodalisme, pada orang Arab, aroganisme. Pada orang
Muslim, Muhammadnisme.

Tanpa bermaksud merendahkan, akhirnya dengan
timbunan email itu saya bisa belajar banyak.
Pengetahuan juga makin padat.

Tragisnya, seluruh email yang mengganyang
saya adalah dari orang seiman, Ada yang
menyangka saya ini Islam pemakan babi,
ada yang menyangka saya bekas Islam,
Penghina perempuan,dan pendendam.

Orang Nasrani, yang juga sering saya ledeki,
malah banyak yang mengerti...

Cuma di Riska, ya di milis Islam ini saya melihat
ada semacam kecerahan, biar se amburadul
apapun mutu dan isi tulisan saya diposting, manusia di milis
sana masih bisa menahan sabar, bahkan saya
tes dengan tulisan yg sedikit vulgar, mereka
tidak nampak goyah, dan saya percaya, orang
macam beginilah yang sebenarnya orang Beriman.
Tidak gampang main fitnah dan menuding orang.

So, dari itu saya akhirnya membagi orang beragama
dalam dua sisi ekstrim, satu yang menyembah simbol,
satu yang menyembah lurus ke Tuhan.

Islam jumpalitan yang gampang terbakar saya posisikan
sederajat dengan Kristen idiot yang gampang tersinggungan.

Dalam Islam jumpalitan, yg krasak krusuk seperti
babi hutan bila sakit hati, adalah ektremis agama
yang tidak kalah berbahayanya dari ektemis kristen
ortodok di Serbia yang sedang membantai orang Albania
di Kasovo sana.

Dalam Iman Jumpalitan, Tuhan adalah kisas,
haus darah dan Jihad tidak berkesudahan,
seakan dunia ini cuma terbagi dari Aku atau Dia.
Surga atau neraka, agamaku dan selalu agamaku.

Dari Aljazair, Mesir, Bosnia, Afhagnistan,
Sudan, Iran,India,semua yang berkubangan
darah adalah semua yang mengaku berTuhan.

Sayangnya, jika saya banding bandingkan antar
penganut beragama, diantara Tuhan satu dengan
Tuhan versi lainnya, konsep Tuhan yang paling
menarik justru ada di kepala orang Cina yang
beragama Budha.

Cuma Budha yang saya ketahui agamanya
menyebar dari India, keasia belakang, lalu
masuk Jepang, dianut oleh manusia tanpa kekerasan.

Dan di Cina, Sidarta sang Budha yang seharusnya
adalah orang India berbadan sedang, secara kreatif
menjadi Smiling Budha bertampang cina.
sang Amithaba yang berperut  buncit, botak dan selalu
nampak  ramah riang.

Tuhan yang baik, dan tidak bersusah susah dan
dendam serta mengancam ancam ini sebenarnya
adalah Tuhan yang paling menarik.

Itulah sebabnya di Cina tidak ada pembantaian
umat dari agama lain atau etnis lain, jika ada
pembantaian, itu dilakukan bukan oleh penganut
Budhist tapi serdadu komunis.

Begitu juga di India dan Nepal.

Jadi , tanpa bermaksud merendahkan,
bila dibagi bagi agama mana yang  juara
dalam soal kekerasan, dengan pahit saya
harus memberi urutan,

Islam, Hindu, Kristen,dan jauh dibelakang adalah Budha.

Nah disini, saya ingin orang Islam
memberi koreksi, memperbaiki diri,
dan lebih banyak membuka diri .

Jangan takut untuk merasa bodoh dan ketinggalan.
Jangan gampang lekas percaya  pada konsep
" Agama yang disempurnakan " Jangan juga
gampang membanggakan diri sebagai penganut
Agama langit yang merendahkan agama bumi
seperti Hindu ,Budha ,atau Zoroaster sekalipun.

Jangan cepat mengumpat Yahudi.
Ingat Islam dan Nasrani itu adalah agama
yang bernenek moyang ajaran Judaism.

Dan satu lagi, Jika anda beriman,
masuklah dalam Iman yang utuh, ingat anda
bisa saja berpikiran kotor sewaktu sholat,
sedikit bergunjing, atau kleptomanik kecil
kecilan,dia bisa pasang surut bagai air laut,
dia bisa sedikit berubah bentuk,Tapi Iman
tetaplah Iman, seperti air, dia tidak bisa habis
menghilang, cuma berubah bentuk dan manifestasi.

Iman tetap Iman,
Ciri cirinya adalah dia tidak Jumpalitan
seperti pemain akrobat, Yang  gampang
menkafiri orang, mencap orang yang berbeda
pandangan semudah mengganti celana dalam..


Hasan Basri

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 25 Mar 1999 jam 03:51:35 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke