---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- ----------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. ----------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Thursday 25 March 1999 15:00 UTC ** PRESIDEN HABIBIE AKAN BERKUNJUNG KE ACEH ** MENHANKAM PANGAB BERKUNJUNG KE KALIMANTAN BARAT ** INDONESIA MENDAPAT BANTUAN DARI ADB ** GELOMBANG KEDUA SERANGAN UDARA NATO DI YUGOSLAVIA ** TOPIK GEMA WARTA: PEMBEBASAN TAPOL DINILAI CUMA UNTUK PERBAIKI CITRA PEMERINTAH * PRESIDEN HABIBIE AKAN BERKUNJUNG KE ACEH Presiden B.J. Habibie Jumat besok akan melakukan kunjungan sesatu hari ke Daerah Istimewa Aceh. Menurut Menteri Sekretaris Negara, Akbar Tandjung, ada kemungkinan Presiden akan meminta maaf secara resmi atas berbagai kesalahan yang dibuat pemerintah di masa lalu. Selain itu Presiden akan bersembahyang Jumat bersama di mesjid di Banda Aceh dan berdialog dengan sejumlah warga Aceh, dengan harapan dapat membantu memecahkan masalah yang sedang melanda propinsi ini. * MENHANKAM PANGAB BERKUNJUNG KE KALIMANTAN BARAT Menhankam Pangab Jendral Wiranto, Kamis ini berkunjung ke Propinsi Kalimantan Barat. Menurut keterangan yang diberikan, Wiranto ingin menyelidiki sendiri sebab-sebab kerusuhan etnis di propinsi tersebut, di mana sampai sekarang sekitar 170 orang tewas menjadi korban. Pangab antara lain akan berbicara dengan para tetua dan pemimpin berbagai suku etnis. Sebelumnya Wiranto menyatakan, krisis ekonomi di Indonesia merupakan penyebab utama berbagai kerusuhan. * INDONESIA MENDAPAT BANTUAN DARI ADB Indonesia mendapat bantuan sejumlah 620 juta dolar dari Bank Pembangunan Asia, ADB, untuk memberantas kemiskinan dan kekurangan gizi. Kamis ini di Manila, ADB menyerahkan bantuan pertama sebesar 300 juta dolar untuk mengatasi masalah kesehatan dan kekurangan gizi bagi wanita dan anak- anak. Proyek ini terutama akan membantu berbagai Puskesmas di Indonesia dengan obat-obatan dan suntikan vaksin bagi ibu-ibu hamil dan balita. Dana kedua sebesar 320 juta dolar akan diberikan kepada pemerintah daerah untuk mendukung program reformasi dan desentralisasi, serta membangun sistem irigasi dan air minum bersih. * GELOMBANG KEDUA SERANGAN UDARA NATO DI YUGOSLAVIA Kamis pagi ini dimulai gelombang kedua serangan udara NATO di Yugoslavia, ke pusat-pusat pertahanan di sekitar ibu kota Beograd. Pemerintah Yugoslavia menyatakan, sedikitnya 10 orang tewas. Puluhan orang lainnya cedera, baik militer maupun penduduk sipil. Menurut angkatan bersenjata Yugoslavia, 50 sasaran strategis, seperti pabrik senjata, bandara udara dan instalasi radar, diserang dengan bom dan peluru kendali. Operasi militer dengan nama Allied Force, atau Kekuatan Sekutu, dimulai Rabu malam. Puluhan pesawat pembom dan pesawat tempur diterbangkan dari pangkalan militer di Italia dan Inggris Selatan. Juga ditembakkan peluru-peluru kendali dari berbagai kapal perang yang ditugaskan di Laut Adriatik. Sementara itu Rusia mengecam keras serangan udara ini dan memanggil pulang wakil militernya di NATO. Rusia dan Cina menuntut agar Dewan Keamanan PBB mengadakan sidang darurat. Selanjutnya Rusia mengancam akan membatalkan sebagian perjanjian pelucutan senjata nuklir, dan menghentikan untuk sementara proyek perdamaian bersama dengan NATO. Presiden Boris Yeltsin juga ingin secepat mungkin berunding dengan para anggota Grup Kontak Yugoslavia. Menteri Luar Negeri Inggris Robin Cook menyatakan, NATO akan menghentikan serangan apabila Presiden Yugoslavia, Slobodan Milosevic bersedia berbicara serius mengenai perdamaian di Kosovo. * UNI EROPA BELUM MENYETUJUI REFORMASI KEUANGAN Para pemimpin Uni Eropa masih belum menyepakati reformasi drastis di bidang ekonomi, yang diberi nama Agenda 2000. Pembicaraan mengenai agenda ini terpaksa dihentikan setelah berlangsung selama beberapa jam. Saat ini di bawah pimpinan Kanselir Jerman Gerhard Schroder, diminta secara terpisah pendapat setiap pemimpin Eropa, sebelum dimulai kembali perundingan bersama. Diskusi terutama berpusat pada jumlah iuran masing-masing anggota dan pembatasan subsidi pertanian. Rabu kemarin pada hari pertama KTT, semua negara anggota Uni Eropa menyetujui pengangkatan mantan Perdana Menteri Italia, Romano Prodi sebagai ketua baru Komisi Eropa. Dengan pengangkatan Prodi para pemimpin Eropa berharap dapat mengakhiri krisis di Brussel yang berawal minggu lalu, ketika seluruh anggota Komisi mengundurkan diri secara kolektif. * WARTAWAN RADIO NEDERLAND DITAHAN DI YUGOSLAVIA Wartawan Belanda Harald Doornbos, yang antara lain bekerja untuk Radio Nederland, Kamis ini dibawa polisi Serbia dari hotel tempatnya menginap di ibukota Beograd. Polisi Serbia juga menyita seluruh peralatannya. Doornbos sudah beberapa tahun bekerja di Yugoslavia, dan sekarang diusir dari Serbia. Kamis ini juga Harald Doornbos akan dikeluarkan dari Yugoslavia lewat perbatasan dengan Kroasia. Kementerian Luar Negeri Belanda meminta wakil sementara pemerintah Belanda di Yugoslavia menjelaskan penahanan wartawan ini. Rabu kemarin ketika NATO memulai serangan udara, pemerintah Serbia menahan 29 wartawan asing. Sementara ini ke-29 wartawan tersebut telah dibebaskan, dan seorang wartawan Belgia diusir dari Yugoslavia. * IRAK MEMINTA PBB MEMECAT VAN DER STOEL Pemerintah Irak meminta PBB memecat Komisaris Hak Asasi Manusia, mantan Menteri Luar Negeri Belanda, Max van der Stoel. Demikian reaksi Bagdad atas laporan Van der Stoel, bahwa pemerintah Irak melanggar hak-hak asasi manusia secara sistematis. Selan itu Irak juga mengancam keamanan dan perdamaian di Timur Tengah. Menurut Irak, politikus Belanda ini tidak dapat menjalan tugasnya, karena mendasarkan informasi pada pernyataan para pengkhianat dan agen-agen asing. * PEMBEBASAN TAPOL DINILAI CUMA UNTUK PERBAIKI CITRA PEMERINTAH INTRO: Kembali pemerintahan Habibie membebaskan tahanan politik, kali ini giliran mereka yang dituduh terlibat G30S/PKI. Jumlahnya 10 orang dan kebanyakan sudah berusia di atas 70 tahun. Apakah ini berarti pemerintah memang benar-benar memperhatikan hak-hak asasi manusia? Johnson Panjaitan, pengacara Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia PBHI, berpendapat bukan masalah hak asasi manusialah yang dituju pemerintah: JOHNSON PANJAITAN [JP]: Sekarang ini kondisinya jauh lebih tenang, tidak seperti yang lalu-lalu, terburu-buru bahkan kesannya ada yang seperti disembunyi-sembunyikan, bahkan dikeluarkannya tengah malam. RADIO NEDERLAND [RN]: Ada yang mengatakan bahwa keempat tapol ini dibebaskan atas desakan pihak Jerman, benarkah demikian? JP: Desakan itu sebenarnya ada dua, desakan dari dalam negeri, begitu banyak aksi-aksi, demonstrasi-demonstrasi untuk menuntut pemerintah melakukan pembebasan tapol dan napol. Yang secara kongkrit melakukan tekanan dan saya dengar sendiri adalah Jerman dan Amerika, untuk melakukan pembebasan tapol-napol ini. Jadi itu ada dua tekanan. RN: Amerika maksudnya Albright, begitu? JP: Ya! RN: Anda waktu itu juga sempat bersama-sama dengan Albright? JP: Ya, saya menghadiri pertemuan Pak Xanana dengan Albright. RN: Apakah waktu itu juga dibicarakan masalah tahanan politik yang belum dibebaskan? JP: Pak Xanana dengan Albright tidak membicarakan secara spesifik soal pembebasan tapol-napol, tapi mereka membicarakan perkembangan demokratisasi di Indonesia. Ada arah juga bahwa para korban juga harus diperhatikan. RN: Jadi bagaimana Anda menilai pemerintahan Habibie saat ini dalam menghadapi masalah-masalah tapol, sehubungan dengan hak-hak asasi manusia? JP: Saya belum melihat ketulusan hati yang sungguh-sungguh dari pemerintahan Habibie bahwa dia membebaskan tapol-napol ini karena pertimbangan-pertimbangan keadilan dan 'human rights', (hak-hak asasi manusia, Red). Mereka masih lebih mempertimbangkan pelepasan ini dari segi politik, kampanye politik dan nilai politik yang dia dapatkan. Itu yang pertama. Yang kedua juga pertimbangannya karena banyak tekanan, dan sekarang tekanannya sudah kongkrit, apalgi nilainya jadi sangat kuat karena Indonesia sekarang suasana ekonomi-politiknya sangat tergantung pada luar negeri. RN: Soal pertentangan di dalam pemerintahan, bagaimana anda melihatnya, apakah antara sipil dan militer atau antara yang sekuler dengan yang agama? JP: Untuk soal pembebasan tapol ini secara jelas ada pertentangan. Yang jelas-jelas itu melakukan pertentangan baik waktu kasus Xanana ataupun kasus pembebasan tapol-napol yang sekarang itu, itu dilakukan antara kubunya Pak Muladi dari jajaran kemasyarakatan sampai menteri kehakiman dengan pihak-pihak di kabinet yang berada di posisi militer dan polkam. Itu jelas melakukan tentangan-tentangan. Misalnya yang saya dengar, kenapa sampai soal Dita itu ditolak? Yang keberatan itu Badan Intelijen ABRI. Waktu soal Xanana juga misalnya, itu yang keberatan Polkam dan Badan Intelijen ABRI. RN: Sementara ini dari sekitar 230 tahanan politik atau narapidana politik, sekitar 100 orang sudah akan dibebaskan, artinya dengan empat orang ini, seluruhnya menjadi 100. Ini berarti sudah 40% yang bebas. Bagaimana 'trend'nya hingga saat ini? JP: Tidak bisa, kita tidak bisa menilai ketulusan pemerintahan sekarang ini dalam pembebasan tapol-napol lewat angka. Karena kalau kita lihat dokumen-dokumen sebelumnya, yang diberikan grasi dan abolisi itu justru orang-orang yang sudah menjalani hukumannya dan berada di luar. Jadi itu jelas sekali mereka dijadikan komoditi dan 'point'politik. Kalau ditanya trend ke depan, lagi-lagi mereka tetap mempertimbangkan point politik apa yang mereka dapat pada waktu mereka melepaskan secara pilihan, untuk mendapatkan nilai politik. Itu yang sekarang ini terjadi. RN: Demikian Johnson Panjaitan dari PBHI. ----------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ----------------------------------- ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 25 Mar 1999 jam 16:06:53 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
