---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk 300 PEMUDA MALIANA MENGUNGSI KE GEREJA MALIANA (MateBEAN, 25/3/99), Akibat operasi gabungan aparat keamanan di Maliana, saat ini sekitar 300 pemuda terpaksa mengungsi ke Gereja untuk menghindari aksi penangkapan secara membabi buta dari aparat gabungan Kodim 1636/Bobonaro, satuan paramiliter Halilintar serta satuan dari polisi. Hingga saat ini aparat sudah menangkap 10 pemuda untuk dimintai keterangan. Dugaan bahwa mereka terlibat dari aksi penembakan terhadap 4 orang tewas di Desa Maubun beberapa waktu lalu. Jose de Andrade salah seorang yang ditangkap pada saat sedang berada di pasar Malianan, membuat sebagian masyarakat yang kebetulan di pasar itu menjadi panik. Bahkan sebagian warga harus lari untuk menyelamatkan diri. "Jose ketika ditangkap dihadapan masyarakat aparat menganiayainya hingga babak belur. Sehingga membuat masyarakat panik lari. Karena situasinya begitu tegang," kata salah seorang saksi mata Sejak Senin (22/3) lalu aparat keamanan melakukan pengamanan ketat di Maliana. Operasi pengamanan Kota Malianan itu dipimpin langsung oleh Dandim Bobonari Letkol (Kav) Burhanuddin Siagian, akibatnya aktivitas masyarakat serta roda perekonomian lumpuh total. Transportasi antara kota dan antar propinsi juga lumpuh total. "Kami melihat sejumlah pemuda ditangkap aparat keamanan di Kota Maliana. Aparat keamanan melakukan penjagaan ketat, didukung Halilintar," kata seorang warga masyarakat. Koordinator Kontras Dili, Isabel Fereira SH mengatakan bahwa pihaknya telah mengirimkan tim ke Maliana. Tim Kontras melaporkan bahwa keadaan Kota Maliana mencekam. Bahkan keluarga korban diduga telah melarikan diri ke hutan dan bergabung dengan Falintil. "Ini menjadi tanda tanya kenapa keluarga korban melarikan diri ke hutan dan bergabung dengan Falintil? Ini bisa memperkuat dugaan bahwa pelaku penembakan bukan dari Falintil," kata Isabel. Menurut Isabel, secara logika yang bisa membawa senjata di Timtim ini hanya aparat keamanan, paramiliter yang diberi senjata ABRI serta Falintil. Kalau keluarga korban melarikan diri ke hutan dan bergabung dengan Falintil, lantas menjadi pelaku pembunuhan itu apakah masih tetap Falintil. "Masyarakat sudah bisa menduga bahwa siapa menjadi pelaku penembakan empat warga sipil itu. Tak perlu kita jelaskan," katanya. Ke-300 orang yang mengungsi ke Gereja Maliana, sampai saat ini tetap mengharapkan agar ICRC, Komnas HAM dan Yayasan HAK segera kirim tim ke Maliana untuk melakukan investigasi serta melihat melangsung perkembangan di lapangan, hingga jangan membuat masyarakat makin panik.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 25 Mar 1999 jam 18:52:11 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
