---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk APARAT KEAMANAN TELANJANGI IBU RUMAH TANGGA VIQUEQUE (MateBEAN, 25/3/99), Aparat keamanan setempat melepaskan serentetan tembakan yang terjadi di Kecamatan Lacluta, Kabupaten Viqueque, Sabtu (20/3) sekitar pukul 22.000 wita karena diduga bahwa di wilayah itu ada orang yang menghalangi ketenteraman lingkungan. Dalam insiden itu petugas keamanan juga menahan 63 orang warga setempat yang dicurigai pendukung kemerdekaan Timtim. Mereka sempat ditahan di Kantor Koramil 04 Lacluta selama sehari semalam dan dikeluarkan pada Senin (22/3). Tapi yang disayangkan salah seorang ibu diantara 63 orang yang ditahan itu bahwa suaminya Baltazar Soares (Guru SDN I Lacluta) adalah pimpinan pro-kemerdekaan Timor Leste di Lacluta. Dia ditahan bersama anak-anaknya, saat ditangkap korban yang berinisial Mb di Desa Lalini, Kecamatan Lacluta sekitar 2 Km arah Timur Kecamatan Lacluta dalam perjalanan korban ditendang dan ditelanjangi oknum aparat keamanan. "Di samping itu, mereka juga mengeluarkan kata-kata yang tak manusiawi pada saya. Mereka katakan bahwa pemerintah Indonesia sudah berikan pekerjaan kepada kalian sekarang nantang lagi, baru kamu rasakan sekarang," kata Mb mengutip perkataan mereka. Korban Mb menyampaikan keterangan itu secara terbuka saat berlangsung dialog bersama dengan aparat keamanan dan masyarakat tentang insiden tersebut. Dialog yang diselenggarakan pihak gereja itu dihadiri Danramil 04 Lacluta, Serma Inf Nicodemus, Serma Pol Turu Tagalele, Asisten I Viqueque, Antonio Vicenti, Danpos BTT 406, Camat Lacluta, Fonzeca Soares, Pastor Francisco Xavier Xiceira serta sejumlah masyarakat Lacluta. "Dalam insiden itu aparat tak hanya menahan saja kami, tetapi merusak juga perabot dalam rumah," kata MB. Sementara itu berdasarkan pemantauan di Lacluta terlihat 16 unit rumah rusak, 3 unit di antaranya rusak berat dan kerusakan itu pada umumnya sasarannya terarah pada jendela pintu dan kursi termasuk dua unit antena parabola, juga rumah anggota DPRD II Viqueque utusan Kecamatan Lacluta Jose Andrade Dos Reis. Jose Andrade juga mengalami luka ringan di bagian alis mata kena tusukan anak panah. Jose yang juga anggota DPRD Viqueque itu dalam keterangannya kepada wartawan mengatakan, "Mereka menyerang rumah saya dengan alasan saya sembunyikan 50 pucuk senjata beserta amunisinya. Dan juga mereka mengatakan saya adakan rapat gelap. Padahal saat itu saya memang dengan sejumlah anggota keluarga sebanyak 43 orang adakan acara duka, di mana seminggu sebelumnya keluarga saya ada yang meninggal dunia. Jadi saat itu kami memang berkumpul untuk persiapan tabur bunga. Kami bukan mengadakan rapat," tegas Jose. "Tapi mereka curiga saya bahwa saya adakan rapat gelap dan sembunyi senjata maka mereka mencurigai kami sampai mengobrak-abrik bunga-bunga dan kaim hitam yang simpan di atas meja. Kemudian mereka membuka pintu kamar tidur saya sampai kami berebutan, akhirnya saya kena anak panah yang mereka bawah," ujarnya. Jose juga mengatakan korban luka-luka dalam insiden itu tidak hanya saya sendiri tapi ada juga rekan-rekan saya 4 orang yang juga turut luka. Dalam kejadian itu kami berjumlah 5 orang luka ringan. Sementara itu Danramil 04 Lacluta Serma Inf Nicodemus mengatakan bahwa penembakan yang terjadi itu pada awalnya bukan dari anggotanya. Baik itu Makikit, Rata maupun anggota Koramil lainnya. "Tapi penembakan itu pada permulaannya ditembak oleh saudara-saudara kita yang tidak sehati dengan kita. Mereka yang melakukan tembakan lebih dulu. Jadi kami selaku aparat keamanan untuk melindungi rakyat tentunya mengadakan patroli adakan tembakan balasan dan tembakan itu juga hanya tembakan peringatan," kata Nico. Menyinggung tentang kerusakan dia mengatakan, masalah kerusakan kami tidak bisa merincinya, kerusakan itu entah dari pihak siapa, sebab itukan keadaan yang sudah terjadi hingga saya tidak bisa merincinya. "Saya rasa bahwa kerusakan yang terjadi itu bukan dari petugas saja tapi juga dari pihak yang tidak sehati dengan kita," katanya. Sedangkan menurut pengakuan Filomeno da Cruz, insiden penembakan yang terjadi itu tepat pukul 22.00 wita dilakukan aparat keamanan dari Koramil 04 Lacluta. Pada malam itu penyerbuan mereka pertama didahului dengan tiupan peluit. Begitu tiupan peluit langsung disambut dengan tembakan tiga kali, kemudian selanjutnya tembakan itu mulai menjalar kemana-mana, bukan tembakan pertama dari pihak lain itu saya rasa alasan. "Itu tidak tepat, "kata Filomeno yang juga Kepala SDN I Lacluta. Filomeno juga termasuk korban yang rumahnya rusak berat dengan satu unit antena parabola. Pengakuan yang sama juga diungkapkan korban MB dan Jose Andrade Dos Santos serta beberapa orang korban lainnya.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 25 Mar 1999 jam 19:02:46 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
