----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Neiss: Jangan Berharap seperti Korsel
Hongkong, JP.-

Direktur IMF Asia-Pasifik Hubert Neiss berharap institusinya yang ada di
Indonesia menyetujui proposal program Indonesia agar negara ini bisa
menerima lagi pencairan USD 1 miliar. IMF dan pihak Jakarta hari ini
dijadwalkan melaksanakan pertemuan soal itu.

  Saya berharap badan (IMF) menyetujuinya,   tandas Neiss dalam sebuah
konferensi di Credit Suisse First Boston Investment Hongkong.

Pekan lalu, pihak Indonesia menyatakan siap terus melancarkan reformasi di
sektor perbankan. Langkah realisasi letter of intent yang sudah diteken
dengan pihak IMF adalah bagian pinjaman USD 40 miliar lebih.

Menurut Neiss, bila terlaksana, pencairan USD 1 miliar kali ini merupakan
tambahan dana ekstra yang diterima Indonesia tahun lalu.   Indonesia tidak
bisa berharap sejenis capital inflows (kucuran modal masuk) seperti yang
baru saja dinikmati Korsel dan Thailand,   paparnya.

Karena itu, tambahnya, dalam waktu dekat ini Indonesia masih sangat
bergantung pada dana resmi. Bila kali ini pencairan harus tertunda, tidak
lain sebabnya adalah sikap Indonesia sendiri yang telah cukup lama menunda
pengumuman menyangkut restrukturisasi sektor perbankannya yang
sakit-sakitan.

Penundaan yang terjadi bulan lalu itu benar-benar mencemaskan IMF. Pada
lembaga ini pun, juga sempat tebersit kecemasan serius, jangan-jangan
pemerintahan Jakarta tergencet oleh tekanan politik di dalam negeri.

Neiss berharap pula Indonesia bisa melaksanakan agenda pemilu 7 Juni secara
lancar, meskipun saat ini cukup banyak terjadi kerusuhan mencekam. Banyak
politikus dan analis Indonesia pesimistis pemilu itu bisa digelar bila
berbagai kerusuhan tidak bisa diatasi sebelum hari mulainya kampanye Mei
nanti.

Bagi Neiss, selain dampak utama di politik, aksi-aksi kekerasan itu sungguh
sangat mencemaskan.   Dampak utama kekerasan itu adalah penderitaan dan
hilangnya nyawa manusia. Inilah dampak terpenting,   tegasnya.

Selain itu, tambah dia, aksi-aksi kekerasan itu akan menjalar bila tidak seg
era ditangani. Jelas, pada gilirannya, itu akan mempengaruhi program ekonomi
IMF. Sayang sekali, hingga kini, para pemimpin di Indonesia tidak punya
cukup lebar lubang telinga untuk mau dan bisa mendengarnya. (rtr/sol)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 27 Mar 1999 jam 04:00:17 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke