----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Diuber Wartawan, Winters Masuk Toilet
Surabaya, JP.-

Tersangka kasus pencemaran nama baik Menko Ekuin Ginandjar Kartasasmita,
Prof Jeffrey Alan Winters PhD, menegaskan bahwa dirinya siap memberikan
keterangan yang jujur dan terbuka kepada Kejaksaan Agung dalam pemeriksaan
besok.

Secara resmi, kata Winters, panggilan pemeriksaan itu sudah dia terima dari
Kejagung.   Dan saya bersedia untuk datang,   paparnya dalam jumpa pers
menjelang acara diskusi buku Power in Motion yang diprakarsai UK Petra di
Hotel Westin tadi malam.

Laki-laki yang fasih berbahasa Indonesia dan pernah menjadi konsultan
ekonomi politik selama 15 tahun untuk kawasan Asia Tenggara itu tidak
khawatir bahwa dia akan dicekal oleh pemerintah RI sehingga tidak bisa
pulang ke negaranya.

  Saya (memang) sudah (dinyatakan sebagai) tersangka. Tapi, tersangka bukan
berarti saya dicekal. Jadi, saya...,'' kata Winters tanpa menyelesaikan
kalimatnya.   Kita lihat dulu step by step,   lanjutnya sejurus kemudian.
Dari pantauannya di koran, Winters tidak melihat langkah pemerintah
Indonesia mengarah ke sana.

Pemanggilan Winters ke Kejagung itu berkaitan dengan tuduhan dia telah
mencemarkan nama baik Menko Ekuin Ginandjar Kartasasmita dengan menudingnya
terlibat KKN di PT Freeport. Dugaan itu dimunculkan Winters dalam suatu
acara di Cafe Enam Jakarta beberapa waktu lalu.

Lontaran Winters itu ditanggapi Ginandjar dengan mengadukannya ke Kejagung.
Tuduhannya, pencemaran nama baik. Buntutnya, Winters yang ketika itu sudah
kembali ke Amerika dicekal oleh pemerintah RI. Rencananya datang ke
Indonesia sebagai pembicara di Forum Indonesia pada November tahun lalu pun
gagal.

Jika dia akhirnya datang kembali ke Indonesia, paparnya, itu semata-mata
berkaitan dengan profesinya sebagai analis. Winters juga menandaskan bahwa
dia tidak punya rasa dendam kepada pemerintah Indonesia yang pernah
mencekalnya.

Ketika ditanya apakah dia sudah punya   kata kunci   dalam kasus Ginandjar
itu, Winters hanya menjawab singkat,   I have no comment.

Pertanyaan apakah dia bersedia jika dianugerahi WNI kehormatan oleh
pemerintah Indonesia juga tak dia jawab tegas.   I have no answer,
kilahnya.

Entah mengapa, jumpa pers yang semula dijadwalkan 1 jam ternyata
dipersingkat menjadi tak lebih dari 15 menit. Ketika wartawan mulai mencecar
Winters dengan pertanyaan mengenai kesiapan dia menghadapi pemeriksaan
Kejagung, panitia cepat-cepat   menyelamatkan   Winters dengan mengajak dia
masuk ke ruang makan.

Ketika akhirnya Winters keluar dari ruangan tersebut, kalangan media cetak
dan televisi memburunya lagi. Tapi, tak satu pun pertanyaan yang dia jawab.
Bahkan, melihat wajah sang penanya pun tidak. Pandangannya lurus, dengan
langkah kaki yang semakin cepat.

Begitu sampai di dekat anak tangga, Winters memberikan tasnya pada seseorang
dan dia sendiri masuk ke toilet. Melihat kejadian itu, seorang wartawan
langsung berkomentar,   Gara-gara dihujani pertanyaan, Winters sampai
terkencing-kencing.   Kontan, derai tawa langsung memenuhi ruangan itu.
(ami)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 27 Mar 1999 jam 04:00:24 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke