----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

DEMOKRASI EDAN, YA USUL EDAN SAJA.

Pemilu sudah dekat, pimpinan parpol bukannya sosialisasikan program
partainya tetapi umbar fitnah, misalnya dari PKB , yang menyatakan ada
pimpinan partai jadi-2an, yang mendapat biaya dari orde baru. Kalau
benar diketahui datanya ya umumkan saja tanpa sinyalemen tidak berdasar,
kalau ada segi pidananya ya laporkan saja ke fihak berwajib. Dengan
kegemaran Gus Dur yang sinyalir sana sinyalir sini tanpa bukti  dan
pernyataan tokoh lainnya tersebut diatas, lama orang berkesimpulan PKB
partai yang specialist sinyalemnt tanpa bukti. Selain itu ada lagi
sinyalement katanya telah disediakan dana tirlyunan rupiah untuk
menyogok anggauta MPR hasil pemilu agar memilih calon presiden tertentu.
Dan lain-2 issue yang dilontarkan yang pada intinya kepada buruk sangka
DAN  takut kalah .

Kulmininasi dari demokrasi zaman edan tersebut adalah keputusan KPU yang
melarang Menteri berkampanye. Ini betul-2 sudah edan. Dari segi Undang-2
saja KPU tidak berhak untuk melarang seseorang untuk berkampanye, masak
keputusan KPU diatas UU. Menteri yang berasal dari PARPOL adalah seorang
politisi anggauta PARPOL , kan tidak lucu kalau poltisi tidak boleh
kampanye untuk parpolnya, belum lagi bicara hak-2 politik seseorang
sesuai dengan hak demokrasi dan HAM.Yang lebih tidak lucu lagi  dan mau
menang sendiri adalah anggauta KPU yang nota bena sebagai penyelenggara
PEMILU boleh berkampanye.
Kalau mau konsistent sebenarnya anggauta KPU ditetapkan dulu tidak boleh
berkampanye baru larang-2 siapa yang tidak boleh kampanye (kalau ada
haknya)..
Sudahlah karena zaman sudah edan, bagaimana diusulkan saja sekaligus
agar dalam pemilu nanti hanya boleh ada  kampanye diam  , partai tidak
boleh adakan rapat-2 umum atau pawai, politisi tidak boleh ngomong
apalagi memfitnah, jangan pasang bendera dan umbul-2 . Rakyat suruh baca
saja ad/art serta program kerja serta calon anggauta DPR /MPR partai
yang bersangkutan. Ini menghemat biaya, tidak menimbulkan
kerusuhan/bentrokan , keadaan lebih tenang dan yang lebih penting lagi
PEMIMPIN TIDAK KETAHUAN BELANGNYA.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 27 Mar 1999 jam 04:03:11 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke