----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Pakpahan: Habibie Provokator

Surabaya, JP.-

Ketua Majelis Pertimbangan Partai Buruh Nasional (PBN) Bebas Pakpahan atau
yang lebih dikenal sebagai Muchtar Pakpahan menuduh Presiden Habibie sebagai
provokator ketegangan yang menimbulkan kerusuhan di berbagai tempat di
Indonesia, seperti Ambon, Irian Jaya, dan mungkin juga Sambas.   Tapi,
meskipun Habibie provokator, dia tidak bisa ditangkap,   katanya.

Ditemui di sela-sela acara Rapim DPD PBN se-Jatim di Hotel Delta, tadi
malam, Muchtar yang masuk penjara pada masa rezim Soeharto ini menegaskan
tidak takut mengeluarkan pernyataan semacam itu.

Provokasi itu, katanya, dilakukan Habibie melalui pernyataannya mengenai
berbagai kondisi mutakhir.   Tiba-tiba Habibie bilang, di Ambon itu terjadi
radikal Islam dan radikal Kristen. Padahal, yang terjadi di Aceh, Kostrad
menembak Kristen, polisi menembak Islam. Statemen ini menimbulkan ketegangan
dan perpecahan," ketusnya.

Kalau provokator, kok tidak ditangkap saja? Muchtar yang meskipun Kristen
tapi selalu memakai kopiah mirip orang Islam itu mengatakan, yang harus
menangkap Habibie adalah MPR.   Yang menangkapnya harus MPR, tapi MPR
sekarang ini yang itu-itu juga," jelasnya.

Menyinggung tentang fatwa MA soal menteri kampanye, Muchtar mengaku sempat
tertawa terbahak-bahak di dalam kamar hotel.   Sarwata ini lucu orangnya.
Keputusannya sejak dulu memang lucu-lucu. Ini dapat dimengerti karena latar
belakangnya bukan seorang hakim."

Menurut dia, yang berhak mengatur pemilu, yang mengatur hubungan antarpartai
berkaitan dengan pemilu ialah KPU.   Abaikan saja, anggap tidak ada masalah
itu," paparnya.

Dijelaskan, ini hanyalah rekayasa pemerintah atau penguasa. Tujuannya, agar
menunda pelaksanaan pemilu.   Enaknya saja, orang yang berkuasa tetap saja
berkuasa," ketusnya.

Muchtar yang memakai baju batik mengatakan, keputusan Sarwata itu bukannya
agung, tetapi kerdil.   Sikap partai, KPU harus berjalan terus sesuai dengan
UU. Biarkan saja keputusan itu, kita tetap jalan," tuturnya. Kemudian,
adanya usul agar ketua MA dipecat, menurut Muchtar, jangan dulu sekarang
ini. Selesaikan dulu permasalahannya, baru diusulkan pemecatan. (dra)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 31 Mar 1999 jam 07:55:38 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke