---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- KESETARAAN dakam DEMOKRASI =========================== oleh: Anto Pangestu Saat ini diIndonesia hampir semua manusia merasa memiliki hak hak dan kesempatan yang sama dialam demokrasi yang diperjuangkan oleh rakyat dan mahasiswa dengan korban yang tak terperikan. Sementara seperti Golkar dan penguasa sisa orba dan penguasa transisipun ikut ikutan mengaku memiliki hak yang sama dengan rakyat yang lain diIndonesia ini. Hal ini sangat tidak adil. Karena seyogyanya dialam demokrasi,setiap individu ditempatkan pada posisi yang setara atau mendekati setara. Sehingga persaingan akan betul betul demokrasi atau rakyatpun juga bisa bersaing. Tetapi pada kenyataanya,selama 32 tahun penguasa yang terdiri dari: ABRI<GOLKAR<PENGUASA?BIROKRASI,KONGLOMERAT telah menyedot habis semua akumulasi modal,semua kekuatan pemahaman politik dengan floating mass rakyat,menyedot semua kekuatan dengan penjaga militernya,maka rakyat selama 32 tahun telah miskin,lumpuh dan pincang. Mah...justru disaat demokrasi mulai terkuak dan alam demokrasi muncul,maka sulit rasanya rakyat bisa bersaing dengan penguasa yang telah 32 tahun menyedot sumsum habis mereka. Sulit rasanyamseekor kura kura bersaing lari dengan kelinci,bukan???selain dalam dongeng anak anak. Maka tanpa adanya "upaya penciptaan kesetaraan didalam kondisi obyektif rakyat maka demokrasi sebagai hal yang subyektif akan sulit sekali bagi rakyat untuk memenangkan persaingan,tidak adil memang dan percuma saja,semua pesta pemilu saat ini. Kondisi obyektif rakyat sedang lumpuh sulit bersaing dengan kekuatan buto yang sudah menghisap mereka sekalipun tanpa tekanan dan bebas,sebab kebebasan yang ada dan seluas luasnya tidak akan ada artinya tanpa menciptakan kemampuan kondisi rakyat seperti: pendidikan politik,kemampuan organisir,kemampuan modal,bandingkan dengan GOLKAR yang telah memiliki jaringan perkantoran,modal dll yang semuanya dipahami didapat dari penghisapaan rakyat. Rasanya tanpa kesetaraan rakyat tetap akan lumpuh tetapi kalau kesetaraan tidak juga diberikan maka,jangan salahkan kalau rakyat akan merebut kesetaraan itu sendiri berdasarkan pola dan kondisi mereka. Dan itu adalah perampasan dalam istilahnya : Revolusi,betulkah??? ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 31 Mar 1999 jam 08:33:44 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
