---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- From: kang bondet Soeharto yg sedang step aside (minggir), istilah wartawan asing, bukan step down (turun). Karena step aside masih bisa lirik kiri kanan, sedang step down itu sudah nggak bisa tengok2 lagi. Milasovic presiden ex-Yugoslavia yg namanya sedang santer di sebut2 org seluruh dunia, karena sikapnya yg keras kepala utk merebut Kosowo yg sudah diduduki oleh etnik Albana ratusan tahun silam. Ada yg menarik utk disimak antara diktator Milasovic dan diktator Soeharto ini. Yaitu dari segi keterlibatan keluarganya dlm mengurus negara. Milasovic - Soeharto -Keduanya adalah presiden yg diktator, sekaligus pemimpin tertinggi militer, org yg menggerakkan penumpasan/pembinasaan bangsanya sendiri. Milasovic : Menggerakkan pemusnahan etnik Bosnia. -Soeharto : Menggerakkan penumpasan PKI, Kasus Timtim, Kasus Aceh, Kasus perebutan kantor PDI perjuangan dll. Mirjana Milosevic - Probosutedjo/Tutut/Harmoko. -Mirjana Milosevic : adalah istri Milosevic yg mempunyai kedudukan sbg ketua partai kiri Yugoslavia (Der Vereignigten Jugoslawischen Linken). -Probosutedjo : adalah adik tiri Soeharto yg akhir2 ini bergabung dgn partai PNI. -Tutut : Putri sulung Soeharto yg dulu aktif di Golkar. -Harmoko : adalah saudara nyonya Tien Soeharto, yg menjabat sbg ketua Golkar, dan yg paling getol mencalonkan Soeharto lagi. Maria Milosevic - Tutut/Sigit -Maria Milosevic : adalah putri sulung Milosevic yg menguasai media massa dan Radio terbesar di negeri ex-Yugoslavia. -Tutut : adalah putri sulung Soeharto yg menguasai Radio CDBS dan TPI, juga Sigit menguasai RCTV. Marko Milosevic - Tommy -Marko Milosevic : adalah putra mahkota Milosevic, yg mempunyai hobby balap mobil, menguasai berbagai tempat hiburan : Disco, Bioskop dll. -Tommy : adalah putra Soeharto yg mempunyai hobby balap mobil, dan mempunyai arena balap. Melihat beberapa perbandingan antara kedua diktator itu, ternyata sangat mirip langkah dan gerakannya. Kiranya kita mumpung masih ada angin "reformasi", harus jeli melihat sepak terjang Soeharto Clan yg tetap akan berkuasa dan merebut pengaruh. Awas Probosutedjo ! Probosutedjo ini salah satu contoh, yg akan menegakkan kembali rejim Soeharto, dia hrs kita waspadai benar2, dia pura2 sbg reformis kesiangan, mirip sekali dgn Mirjana, istri Milasovic yg seolah2 sbg ketua partai kiri. Rakyat hanya dikibuli belaka, dgn permainan kelas tinggi. Probo hanya akan mengandalkan modalnya utk bersaing dgn partai lain, yg miskin dana. Kalau Probo dpt kedudukan lewat partainya nanti, tak mungkin dia akan mengadili kakak tirinya sendiri, dgn segala diplomasinya dia akan mengelak dan mengampuni kakaknya. Awas Partai Fatamorgana ! Dengan banyaknya partai ini akan menggembirakan Soeharto Clan, karena dia bisa meng iming-imingi dana kepada partai2 yg membutuhkan. Pasti nanti pembiayaan kampanye dan persiapan partai akan tumpang tindih, nggak tampak mana yg halal atau yg melanggar undang2 yg baru dibuat, khususnya mengenai batasan jumlah sumbangan ke partai. Partai yg didirikan bukan dari niat menegakkan keadilan, bisa dengan mudah minta dana ke Cendana. Golkar sudah mulai dgn memanipulasi poll di TV. Mungkin saja wartawan2 asing yg sedang ngendon di jakarta utk mengikuti assassination antar suku di indonesia, sambil nunggu pemilu 7 juni, sekarang sudah banyak yg meninggalkan tanah air, dan menuju ke Balkan. Karena di kawasan itu, Milosevic bersikeras utk menghabisi etnik Albana di Kosowo, beberapa roket telah diluncurkan pihak NATO, Pesawat Amerika modern anti radar dgn harga 75 juta swiss franc tertembak jatuh di kawasan Beograd, menurut sumber dari kubu serbia. Sedang menurut pihak NATO, mengatakan bila serbia memberondong warga Albana di Kosowo, satu desa ludes. Berita terbaru saat saya tulis ini, bila sekitar 60.000 warga Albana di Kosowo mengungsi ke wilayah Albana. Sulit sekali mendapatkan berita yg netral, karena masing2 kubu memberi provokasi utk tujuannya. TV serbia memberitakan, bila Milosevic berujar akan melawan NATO sampai org serbia yg terakhir. Perang dgn senjata super canggih ini, sangat kontradiksi dgn perang dgn Mandaou, Parang, Golok, Clurit dan Tombak di Indonesia. Berita perang antar suku di Ambon, Kalimantan Barat sering menghiasi koran2 lokal swiss. NZZ( Neue Zuger Zeitung) koran ini memberitakan ttg kepala manusia yg dipenggal di Kalimantan Barat, dan setelah itu kepala di edarkan ke salah satu suku utk menambah kobaran semangat memenggal kepala musuhnya. Seorang teman swiss nggak percaya akan kejadian itu, karena menurut adat org barat, itu hal yg sangat primitif. Bukankah memotong sapi saja di swiss ini menggunakan pistol, karena dianggap lebih manusiawi dari pada dgn sebilah pisau. Saya jadi ingat tontonan Debus dari banten ( memotong leher dgn pisau, dan darah mengucur, tapi orgnya tdk mati) tontonan brutal ini di coba dimainkan di Bali utk suguhan para turis asing. Ternyata tontonan itu hrs gulung tikar alias tdk berhasil, pasalnya turis2 yg punya tingkatan rasa kemanusiaan yg tinggi itu, nggak tega melihat tontonan hipnotis yg brutal itu. Tapi itulah negeri timur, yg sangat dikagumi barat karena alamnya yg tropis dan penduduknya yg suka senyum. Salahnya org barat sendiri selalu mengagung - agungkan Orientalisme, seolah - olah apa2 yg dari timur itu tanpa cela, selalu harmonis, sekarang baru terbuka boroknya dgn jelas, dibalik rakyat yg suka senyum dan ramah itu ternyata menyimpan penyakit dendam, tersinggungan, yg berakibat suka bakar2 an, bunuh2 an dsb. Ketika India merdeka 15 Agustus 1947 dari Inggris, Gandhi sudah berusaha merangkul umat Islam, Hindu dan Sikh di wilayah Lahore. Tapi pertumpahan darah satu sama lainya pun tak terhindarkan, bahkan seorang pengamat Robert Trumbull pada New York Times menulis;..."In Indien fliesst in diesen Tagen mehr Blut als Regen faellt". ( Di India sekarang mengalir banyak darah manusia dari pada air hujan ). "...Ich habe mehrere hundert Tote gesehen, aber noch viel schlimmer, Tausende Inder ohne Augen, ohne Fuesse, ohne Haende. Tod durch erschiessen ist ungewoehnliche Gnade..." ( Saya telah banyak melihat ratusan org mati, tapi tak sebrutal ribuan org India tanpa mata, tanpa kaki, tanpa tangan. Mati di tembak adalah lebih terhomat. Gus Dur - Amin - Mega Trio candidate presiden ini mempunyai kelemahan dan keunggulan masing2. Gus Dur : Dikenal sbg bapaknya NU ini, selalu memberi statement2 yg membingungkan masyarakat luas. Rakyat disuruh "meraba" langkah2 Gus Dur. Rakyat saja sudah nggak pernah baca koran, nggak pernah dengarkan Radio/TV, disuruh meraba2, kan sulitnya bukan main. Kenapa Gus Dur ini nggak terus terang saja pada setiap pokok permasalahan, agar semua kelihatan gamblang. Sering menuduh2 org dgn nama inisial segala, itu nggak mendidik generasi muda. Yg jelas dan transparan, shg kalau salah generasi muda akan tahu dimana kesalahan, dan kalau benar di mana letak kebenarannya. Jangan mengajari yg muda itu main terka, tapi pakai strategi dan terbuka. Gus Dur selalu membela kelompok2 yg akan memojokan umat islam, logikanya adalah lha kalau yg muslim di desa2 saja sudah menyerang Theo Safei, atau Arswendo pd kasus Tabloid Monitor, misalnya. Kemudian Gus Dur sbg Vorbild/panutan nya umat islam ikut2 menyerang khan bisa berantakan. Jadi Gus Dur ingin menunjukkan bila dia seorang tokoh sejati. Gus Dur tak perlu melihat kejadian sebenarnya, pokoknya asal yg ngolok2 islam itu org non islam, Gus Dur langsung berkomentar, ah apa iya itu menjelekan islam. Seharusnya dia mengadakan penelitian dari kasus ke kasus, jangan asal bela saja. Sebab yg terpenting bukan hasilnya, tapi cara bagaimana Gus Dur menyelesaikan masalah. Amin Capres ini tampaknya nggak kenal loyo, habis dari jawa timur, sudah ada di Amerika, besoknya lagi ada di Hongkong. Amin adalah seorang reformis yg tingkat intelektualnya cukup tinggi. Dia cepat tanggap thd segala isu yg berkembang di masyarakat, saking cepatnya insting dia, hingga lahan2 yg bukan bidangnya pun tetap berusaha di tanggapi. Misalnya ttg perbankan, ekonomi dsb. Kalau Amin jadi presiden, yg maju adalah segi kehidupan demokrasi dan ekonomi, tapi masalah SARA tetap akan berlanjut, sebab apa ? karena Amin hanya dpt dukungan di lapisan masyarakat kelas menengah ke atas, kelas yg melek huruf. Petani gurem, tukang becak dsb tdk terjangkau olehnya. Padahal sumber bencana ada di lapisan bawah, yg kurang pendidikan politik. Prinsip dia kalau merangkul yg kelas bawah terlalu buang waktu, mendingan kelas menengah ke atas saja yg bisa di ajak bicara dan berpikir. Shg rakyat kelas bawah nggak tahu program2 yg dirancang Amin. Ada kesan karena payahnya Amin, seperti Harmoko safari Ramadhan di bulan puasa, kemana Amin pergi di suruh pakai pakaian adat. Amin sebenarnya lebih cocok sbg konseptor, yg kerja di belakang meja, bukan safari PAN kemana2. Karena di lapangan itu lain dgn di meja,. Contoh pernyataan Amin yg gegabah : di Hongkong di depan para pembantu rumah tangga,...kalau senin saya jadi presiden, selasa bhs mandarin sudah bisa diajarkan,.....Amin kurang jeli, bila dia hrs ngomong dgn meteri pendidikan dulu, cetak buku dulu, buat kurikulum dulu, lha jarak Istana Presiden di jakarta ke Surabaya saja memakan waktu sehari semalam, apalagi ke pulau2 lain yg jauh, impossible ah senin jadi presiden, lalu selasanya bhs mandarin sudah diajarkan. Yang saya nggak lupa adalah, Muhammadiyah itu sangat anti pada tradisi2 lokal. Org NU dianggap masih campuran hindu, sehingga apa2 yg berbau sakral, tradisi dijauhi oleh org Muhamadiyah,...lha kok sekarang Amin menghidupkan Barongsai milik umat Tionghoa,...apa nggak menyalahi konsep. Mega Banyak org bilang Mega sering tidur siang, insting politiknya tumpul, nggak cekatan memberi respon isu2 yg muncul. Takut masuk ke kampus dsb. Kalau Mega jadi presiden, mungkin kerukunan antar umat beragama, ras, golongan cenderung lebih baik. Mengingat sifat manusia yg hidup di negara kepulauan, kecenderungan akan fanatik kedaerahannya lebih menonjol. Karena apa, mau kesana beberapa kilometer sudah lautan, misal di bali, lombok, sumba, madura dll. Minat mereka utk melihat/tengok warga lain, pulau lain sangat minim, shg mengkultuskan daerahnya sendiri. Manusia yg hidupnya di daratan yg luas dan bercampurnya berbagai suku dan agama serta budaya akan cenderung terselamatkan dari hal2 SARA. Meski sifat fanatik itu tdk hanya dimiliki bangsa yg sedang berkembang saja, negara2 maju dan modern juga terjangkiti sifat fanatik, misal dlm hal sepak bola dll. Dalam hal ekonomi dan demokrasi mungkin Mega perlu pembantu2 yg tangguh, namun tema2 menonjol dan akan teros berangsung di negara2 dunia ke tiga adalah perang antar suku dan agama. Utk itu figur Mega cocok utk masalah urgen ini. Jadi dari ke tiga tokoh oposisi ini, masing2 punya kelebihan dan kekurangannya, tapi khusus masalah Soeharto, pasti akan diadili lebih serius bila Mega atau Amin jadi presiden, sedang kalau Gus Dur mengingat kesehatan dsb, rasanya dia cenderung suka mengampuni org yg terdesak, walau salah. Sekian, salam joang menegakkan HAM dan Demokrasi. kang bondet - Switzerland ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 31 Mar 1999 jam 08:43:28 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
