----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

SUARA PEMBARUAN DAILY
Anggota DPR AS Minta Presiden
Habibie Berdialog Dengan Irja
Washington, Pembaruan
Para legislator AS mendesak diadakannya dialog antara Jakarta dan Irian
Jaya, sebelum kunjungan Menlu Madeleine Albright ke Indonesia.
Lima anggota DPR AS mendesak Presiden Indonesia BJ Habibie supaya memulai
''proses dialog yang sungguh-sungguh sebagai sarana pemecahan yang paling
konstruktif terhadap berbagai masalah HAM yang sejak dahulu sampai sekarang
terjadi di Irian Jaya.''
Surat yang bertanggalkan 25 Februari itu, dan diumumkan di Washington Selasa
lalu, menyerukan pengertian yang jelas di kalangan para peserta dalam proses
dan substansi rundingan untuk penelitian cermat internasional dan untuk
waktu persiapan secukupnya.
Didesaknya juga penerapan mekanisme independen untuk mempelajari pelanggaran
HAM, dan memindahkan tempat dialog dari Jakarta ke ibu kota provinsi,
Jayapura, agar proses itu menjadi lebih transparan.
Dan dimintanya Habibie supaya membebaskan kaum separatis Irian Jaya yang
dipenjarakan gara-gara mengungkapkan secara damai keinginan mereka untuk
merdeka.
Surat itu ditunjukkan di Washington beberapa waktu sebelum kedatangan
Albright, Kamis (4/3) malam ini di Jakarta untuk berunding dengan beberapa
pejabat tinggi Indonesia.
Salah satu dari keprihatinannya yang paling mendesak ialah masa perpindahan
Indonesia ke demokrasi yang murni.
Para anggota DPR AS yang menandatangani surat itu ialah:
anggota Republik Christopher Smith dari New Jersey; anggota Republik John
Porter dari Illinois; anggota Demokrat Howard Berman dari Kalifornia;
anggota Demokrat Cynthia McKinney dari Georgia; dan anggota Demokrat Eni
Faleomavaega dari Samoa Amerika.
Sebuah gerakan separatis yang berjuang untuk mencapai negara merdeka Papua
Barat, selama ini aktif di Irian Jaya sejak bekas koloni Belanda itu menjadi
provinsi Indonesia.
Seruan-seruan kemerdekaan itu diperkuat menyusul mundurnya Presiden Soeharto
Mei 1998, dan bentrokan antara pasukan keamanan dan kaum separatis di Irian

Jaya tahun ini, mengakibatkan jatuhnya banyak korban.
Hari Jumat lalu, sekitar 100 tokoh Irian Jaya bertemu dengan Habibie untuk
menegaskan tuntutan mereka mengenai Negara Papua Merdeka.
Itu adalah dialog mereka yang pertama mengenai masa depan Irian Jaya, yang
berbagi perbatasan darat dengan Papua Nugini yang merdeka.
Habibie tidak memberi tanggapan langsung terhadap tuntutan itu, melainkan
meminta para wakil Irian ''supaya mempertimbangkannya kembali baik-baik''
tutur Menteri Negara Akbar Tanjung kemudian.
(AFP/Ant/AM)

****************************************

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 31 Mar 1999 jam 08:45:45 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke