---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- SUARA RAKYAT REPUBLIK INDONESIA Date : March 16, 1999 Irian Jaya Berpeluang Merdeka Jakarta, Selasa, Merdeka Propinsi Irian Jaya berpeluang besar atau sangat mungkin merdeka dan memisahkan diri dari Republik Indonesia, jika pemerintah tidak memperhatikan kesejahteraan masyarakat yang saat ini sangat terbelakang. "Menurut perkiraan saya proses memisahkan diri tesebut bisa saja terjadi di Irian Jaya.Jika memang pemerintah Indonesia tetap ingin mempertahankan wilayah tersebut, maka masyarakat Irian perlu dijamin kesejahteraannya.Apapun bentuk pemerintah yang berkuasa nantinya "kata Direktur Eksekutif YLBHI Bambang Widjojanto kepada Merdeka tadi malam. Menurut Bambang yang pernah menjadi Ketua LBH Irian jaya, selama ini wilayah Irja masih dibebani dengan problem pembangunan yang tidak memihak kepada rakyat Irja. Sumber daya alam mineral yang dimilikinya terus saja dihisap tetapi tidak pernah kembali ke bumi cendrawasih tersebut. "Dari hasil pengolahan sumber daya alam tersebut, wilayah Irian jaya paling tidak hanya mendapat 15 persen saja dan itu tidak mencukupi biaya pembangunan di Irian" lanjutnya. Berkaitan dengan masalah sumber daya alam tersebut, selain kasus Freeport, Bambang mengambil contoh dengan diberlakukannya kebijakan GO TO EAST sekitar tahun 1990. Kebijakan tersebut justru semakin mengeksplotir sumber daya alam meneral di Irian Jaya untuk diserap sebanyak-banyaknya dan hasilnya diserahkan ke pusat. Tetapi hasil itu tidak diimbangi dengan pembangunan yang mesensejahterakan rakyat Irian di desa-desa itu menyedihkan sekali "paparnya. Seperti diberitakan beberapa waktu lalu, saat berdialog dengan Presiden BJ Habibie. ada diantara masyarakat Irja itu yang menyatakan keinginannya adar Irja merdeka atau melepaskan diri dari RI. Pada kesempatan iti, tokoh adat masyarakat Irja Tom Beanal bahkan mengungkapkan langsung keinginannya agar Irja Merdeka. Menurutnya, masuknya Irian Jaya ke Indonesia sekitar tahun 1963 tidak sah. Menjawab keinginan itu, Habibie meminta agar masyarakat Irian jaya untuk memikirkan dan mempertimbangkan keinginan tersebut. Bambang juga menambahkan, masalah lain yang memungkinkan. Irian jaya memisahkan diri dari Indonesia adalah masalah pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang masih terjadi hingga saat ini. Pelanggaran HAM tersebut terjadi sejak diberlakukannya DOM oleh pemerintah Indonesia. Pada saat itu terjadi pembunuhan terhadap rakyat Irian oleh Militer yang tuduh sebagai anggota GPK Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan kasus pembunuhan tersebut baru terungkap sekitar tahun 1995" paparnya. Jika dilihat secara antropologis, rakyat Irian memang berbeda dengan moyoritas rakyat Indonesia. Rakyat Irian merupakan keturunan Melanesia sedangkan rakyat Indonesia merupakan keturunan Polinesia. Selain itu Juga berkaitan dengan referendum pertama berkaitan dengan masalah Irian Jaya yang dilakukan di Indonesia tahun 1963. Dari hasil referendum tersebut masih bertentangan dengan New York Agreement. Keempat hal tersebut yang menurut saya bisa dijadikan alasan rakyat Irian untuk mimisahkan diri dari Indonesia" paparnya. Ketika ditanya, antara Irian Jaya dan Timor Timur, wilayah mana yang paling punya peluang untuk Merdeka, Bambang mengatakan Timtim lebih punya peluang. "Karena jika dilihat secara internasional Timtim masih bermasalah dan menjadi wilayah sengketa. sedangkan Irian Jaya oleh PBB dan dunia Internasional sudah diakui sebagai wilayah yang menjadi bagian Indonesia, tegasnya.(WR) **************************************** ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 31 Mar 1999 jam 08:45:02 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
