----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


PEMERINTAH RI JAMIN KAPAL BAGI EKSODUS WARGA SIPIL

DILI (MateBEAN, 2/2/99), Kakanwil Departemen Perhubungan Timtim, Robertus
Widagdo menandaskan bahwa pemerintah Indonesia tetap menjamin kelancaran
arus Lalulintas laut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Termasuk
kemungkinan evakuasi warga sipil terutama aparat pemerintah jika otonomi
ditolak.

"Kalau terjadi keadaannya opsi ke dua yang menjadi pilihan rakyat Timtim,
maka kami dari perhubungan hanya menyediakan angkutan jasa khusus untuk
aparat pemerintah dan keluarganya saja. Angkutan jasa itu bisa melalui laut,
darat dan udara," kata Widagdo.

Menurutnya, aparat pemerintah dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) beserta
keluarga yang masih tinggal, akan dibiayai Pemerintah Republik Indonesia.
"Itu kalau terjadi opsi kedua diterima masyarakat Timtim. Tapi kalau opsi
pertama yang diterima masayarakat Timtim, ya syukur," katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, sebagian keluarga jajaran Kanwil Perhubungan
Timtim sudah dipulangkan dengan alasan selalu didatangi anak-anak muda yang
melakukan teror dan intimidasi.  "Tapi apa pun keputusan Pemerintah Pusat,
sampai saat ini semuanya  sudah diatur Depertemen Perhubungan," kata Widagdo.

Menanggapi pernyataan Gubernur Timtim Abilio Jose Osorio Soares tentang PNS
agar tak jadi provokator masalah Timtim, menurut Widagno selama ini
aparat pemerintah di Kanwil Perhubungan Timtim tidak ada masalah.

"Malah saya nilai khusus jajaran Kanwil Perhubungan dibandingkan aparat
pemerintah lain di Timtim, kerja lebih tenang. Karena tidak ada satupun
karyawan saya yang terlibat dalam politik praktis," tambahnya.

Sesuai dengan PP 5 Junto PP No 12 tahun 1998, Pegawai  Negeri Sipil yang
bergerak di bidang politik harus seizin departemennya. "Dan selama ini belum
ada PNS perhubungan yang ajukan hal itu. Maka itu berarti tidak ada
apa-apa," ujarnya.

Menurut Robertus, Departemen Perhubungan Pusat telah menginstruksikan agar
diberi penjelasan tentang situasi politis masalah Timtim sehingga tidak
menurunkan semangat kerja. "Urus diri sendiri saja tidak beres, kok mau urus
orang lain? Lebih baik kerja dengan baik dari pada urus politik," papar
Widagdo.***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 2 Apr 1999 jam 18:43:48 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke