---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- Stockholm, 25 Maret 1999 Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wr wbr. KANIBALISME DI INDONESIA MUNCUL KEMBALI SETELAH LAMA TERPENDAM. Ahmad Sudirman Modular Ink Technology Stockholm - SWEDIA. Tanggapan untuk Saudara Eko Ibnu Prasetyo (Indonesia). Hari ini, tanggal 25 Maret 1999, betul-betul emosi saya hampir meledak, setelah membuka tiga gambar yang dikirimkan oleh saudara Eko Ibnu Prasetyo, melalui milis partai-keadilan, dimana gambar pertama yang diberi nama "kepala.jpg" bergambarkan seorang manusia yang sedang mengangkat kepala manusia, sedangkan manusia-manusia yang lainnya hanya melihat saja. Gambar kedua yang diberi nama "sadis.jpg" bergambarkan beberapa manusia yang sedang mengacungkan dua kelapa manusia. Gambar ketiga yang diberi nama "tong.jpg" bergambarkan kepala manusia diletakkan diatas tong yang dilihat oleh beberapa orang. Setelah melihat ketiga gambar tersebut automatis keluar dari pikiran saya "kanibalisme di Indonesia muncul kembali setelah lama terpendam", dan pikiran inilah yang dijadikan judul tulisan hari ini. Terlepas dari benar tidaknya gambar tersebut diambil di daerah Sambas Kalimantan Barat, yang jelas dari gambar itu menunjukkan bahwa manusia telah kembali kepada sifat, sikap dan kebiasaan kanibalis. Satu jam kemudian dari sejak saya melihat ketiga gambar kanibalis tersebut kembali emosi dan pikiran menjadi tenang, setelah saya ingat kembali bahwa ternyata manusia yang sebelumnya mempunyai sifat, sikap dan kebiasaan kanibalis dapat muncul kembali sifat, sikap dan kebiasaan kanibalis tersebut kalau ada pengaruh-pengaruh atau rangsangan-rangsangan yang mengundangnya dari luar. Kemudian timbul pertanyaan, pengaruh-pengaruh atau rangsangan-rangsangan apakah yang bisa menimbulkan kembali kanibalisme ini ?. Dalam menjawab pertanyaan ini (saya ambil dari tulisan saudara Zulfan, yang bersubyek "[Sabil] BERDEBAT SAMBAS, PROBLEM ETNIS ATAU PERMAINAN ELIT ?" yang dikirimkan kepada saya pada tanggal 24 Maret) Kepala P3PK (Pusat Pembinaan Pembangunan Pedesaan dan Kawasan) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Prof Dr Loekman Soetrisno mengatakan bahwa, "Pertama, adanya perbedaan karakter antara orang Madura, Dayak dan Melayu. Dimana orang-orang Madura, memiliki karakter agresif, sedangkan orang-orang Dayak dan Melayu memiliki karakter introvet. Kedua, adanya jurang yang berbeda dalam bidang ekonomi, dimana orang-orang Madura yang tinggal di Sambas memiliki tingkat ekonomi yang cukup baik dibanding dengan orang-orang Dayak dan Melayu. Ketiga, adanya perbedaan dalam kebiasaan antara orang-orang Madura dengan orang-orang Dayak dan Melayu. Dimana membawa senjata tajam, bagi orang-orang Dayak, merupakan pantangan dan kebiasaan yang sangat dibenci, sedangkan bagi orang-orang Madura membawa senjata tajam (celurit) merupakan kebanggaan tersendiri. Keempat, orang orang dayak memiliki jiwa pendendam". Itulah empat faktor yang mudah menimbulkan pertentangan antar etnis, sedikit saja api disulut, maka timbullah kebakaran yang cukup besar. Jadi pertentangan tersebut menurut saya merupakan pertentangan adat kebiasaan antara orang-orang Madura, Dayak dan Melayu, dengan kata lain pertentangan antara orang-orang pendatang dengan orang-orang penduduk setempat. Jalan keluarnya adalah bagi orang-orang Madura yang kebetulan beragama Islam harus menunjukkan sikap hormat kepada penduduk asli setempat yaitu orang-orang Dayak dan Melayu. Jangan melanggar adat kebiasaan yang berlaku di daerah setempat yang secara tidak langsung telah di hormati oleh orang-orang Dayak dan Melayu. Bagi pihak pemerintah pusat dan daerah agar memperhatikan dan memberikan bimbingan kepada orang-orang pendatang bagaimana untuk berperilaku di daerah yang barunya ini. Adapun kerusuhan yang telah timbul sekarang yang telah memakan ratusan korban, maka pihak Pemerintah Pusat dan Daerah serta Pihak Keamanan untuk segera mengadakan tindakan yang sesuai dengan hukum yang berlaku. Siapa yang bersalah harus segera diajukan ke meja hijau dan dijatuhi hukuman yang setimpal dengan kesalahannya. Inilah sedikit tanggapan untuk saudara Eko Ibnu Prasetyo yang telah mengirimkan tiga gambar yang menunjukkan manusia-manusia yang memiliki sifat, sikap dan kebiasaan kanibalis. Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada [EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.* Wassalam. Ahmad Sudirman ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 5 Apr 1999 jam 04:03:14 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
